STANDARD SEBUAH PUJIAN

0
101

 

STANDARD SEBUAH PUJIAN

BACA : 1 Samuel 15:19-25

juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus. (1 Tesalonika 2:6)

RENUNGAN INSPIRASI

Pandangan manusia seringkali hanya tertuju pada apa yang dapat dilihatnya secara kasat mata. Manusia secara tidak langsung berfokus pada jabatan seseorang, penampilan seseorang, harta yang melekat dan terlihat, penampilan fisik yang rupawan, dan lain sebagainya. Memang benar hal tersebut layak mendapatkan apresiasi atau pujian. Namun, hal ini menjadi salah ketika seseorang menaruh fokus pada pujian yang datangnya dari manusia. Hal ini terjadi pada Sahar Tabar. Niatnya yang ingin cantik seperti aktris Angelina Jolie melalui operasi plastik harus dikubur dalam-dalam setelah operasi yang dijalaninya gagal total.

Pujian yang datang dari manusia berbanding terbalik dengan pujian yang datangnya dari Tuhan Yesus. Tuhan kita justru sangat memuji hal yang berasal dari dalam diri manusia, yakni ketaatan kepada-Nya. Seperti yang ada dalam bacaan Alkitab hari ini, Saul diperintahkan Tuhan untuk melakukan suatu tugas, namun kita melihat bahwa apa yang dilakukannya (sikap mempersembahkan korban) sebagai alasan dari kegagalannya menaati Allah. Tanggapan Allah di dalam 1 Samuel 15:22 (BIS) adalah, “Taat kepada Tuhan lebih baik daripada mempersembahkan kurban”. Rupanya, standard pujian manusia dan Allah jauh berbeda. Tidak jadi masalah jika apa yang kita lakukan saat ini (seperti pekerjaan, pelayanan, dan sebagainya) tampak kecil atau sederhana di mata dunia, selama kita melakukannya dengan penuh ketaatan kepada Tuhan. Ingat, pujian yang datang dari dunia hanya bersifat fana. Apalah artinya dipuji banyak orang jika Tuhan memalingkan wajah-Nya. Mulai saat ini, fokuslah mencari pujian dari Tuhan, kita harus melakukan apa yang saat ini dipercayakan-Nya dengan taat dan penuh kesungguhan, maka pujian dari manusia akan mengikuti dengan sendirinya. [LS]

Baca juga  IPKEMINDO, Menuju SDM Indonesia Unggul

REFLEKSI DIRI
1. Apakah dalam mengerjakan sesuatu Anda lebih berfokus pada pujian yang datang dari manusia?
2. Sudahkah pekerjaan itu menyenangkan Tuhan? Bagaimana cara Anda untuk mendapatkan pujian dari Tuhan?

POKOK DOA
Tuhan, ampuni aku jika selama ini aku masih memiliki fokus yang salah dalam mengerjakan apa yang Engkau percayakan. Aku sadar bahwa yang terpenting adalah pujian yang datang dari-Mu. Mulai saat ini aku akan mengerjakan segala sesuatu dengan sungguh dan hanya untuk kemuliaan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN
Lakukan apa yang menjadi pekerjaan Anda dengan ketaatan kepada Tuhan. Fokuslah kepada pujian yang datangnya dari Tuhan.

HIKMAT HARI INI
Sekalipun Tuhan tidak pernah meremehkan manusia yang taat kepada-Nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here