14 Mei 2019 Israel Merayakan 71  Tahun Kemerdekaannya

0
237

 

Oleh: Adv. Kamaruddin Simanjuntak,S.H.

Israel ( Dalam bahasa Ibrani disebut : Yisra‘el & dalam bahasa Arab disebut : Dawlat Isrā’īl) adalah sebuah negara di Timur Tengah yang dikelilingi Laut Tengah, Lebanon, Suriah, Jordania, Mesir dan gurun pasir Sinai.

Selain itu Israel dikelilingi pula oleh dua daerah Otoritas Palestina yaitu : Jalur Gaza dan Tepi Barat, adapun Bendera Israel adalah “Magen / Perisai Tuhan Elohim” berbentuk bintang segi enam, yang belakangan orang – orang menyebutnya sebagai “Bintang Daud”, sementara lagu kebangsaan Israel adalah “Hatikva”.

Pendirian negara modern Israel berakar dari konsep Tanah Israel (Eretz Yisrael), sebuah konsep pusat Judaisme sejak zaman kuno sekira 3000 tahun yang lalu, yang juga merupakan pusat wilayah Kerajaan Jehuda kuno.

Setelah Perang Dunia I, Liga Bangsa-Bangsa “LBB / PBB” menyetujui dijadikannya Mandat Britania Raya atas Tanah Kanaan “Tanah Perjanjian” sebagai “negara orang Jahudi”.

Pada tahun 1947, PBB menyetujui Pembagian Tanah Kanaan “Tanah Perjanjian” menjadi dua negara, yaitu satu negara Jahudi dan satu lagi negara Arab Palestina, akan tetapi negara yang terbentuk hanya negara Israel, karena Arab,Cs menolak keberadaan Israel.

Pada Tanggal 14 Mei 1948, sehari sebelum akhir Mandat Britania, Agensi Jahudi telah memproklamasikan kemerdekaan Israel dan menamakan negara yang baru didirikan tersebut sebagai negara “Israel”.

Pasca tanggal 14 Mei 1948, Israel memproklamasikan kemerdekaannya, dan / atau sehari kemudian, segera diikuti oleh peperangan dengan negara-negara Arab “5 Negara Arab” di sekitarnya, yang menolak rencana pembagian Tanah Perjanjian tersebut atau menolak Kemerdekaan Israel.

Tepatnya ada gabungan lima negara kuat Arab yang terdiri dari Negara : Mesir, Suriah, Jordania, Lebanon dan Irak, datang mengeroyok dan/atau menyerang Israel yang baru sehari terbentuk itu, sehingga menimbulkan Perang Arab-Israel pertama pada tahun 1948.

Bahwa akan tetapi, sekalipun Israel belum memiliki tentara Profesional, hanya mengandalkan masyarakat sipil dan “Doa” yang tiada hentinya kepada “Tuhan Elohim” namun kelima Negara Arab pengeroyok dan/atau penyerang Israel tersebut, dengan mudah dipukul mundur oleh rakyat sipil Israel, akibatnya Israel telah tumbuh menjadi salah satu negara yang paling kuat diseluruh dunia saat ini, baik dari segi ekonomi, pertahanan dan keamanan serta Ilmu dan teknologi serta informatika.

Baca juga  Bank DBS Indonesia Berbagi Strategi Transformasi Perbankan dalam Konferensi Tech in Asia Jakarta 2019

Israel terbukti dengan mudah dapat memenangkan perang ini dan mengukuhkan kemerdekaannya. Akibat perang Arab – Israel ini pula, Israel berhasil memperluas batas wilayah negaranya, melebihi batas wilayah yang ditentukan oleh Rencana Pembagian tanah Kanaan oleh mandat Britania Raya, diantaranya Israel berhasil merebut dataran tinggi Golan dari Mesir dan Suriah serta Jerusalem Timur dari Jordania.

Sejak saat itu, Israel terus menerus berseteru dengan negara-negara Arab tetangga, yang menyebabkan peperangan dan kekerasan yang berlanjut sampai saat ini.

Ada beberapa perang gabungan Arab melawan Israel yang sangat terkenal seperti : “Perang 6 hari 6 malam dan Perang Yon Kippur (Puasa 40 hari Israel)”, yang kesemuanya dengan mudah dimenangkan oleh Israel, akibatnya telah membuat Arab,cs tidak percaya diri “Trauma” melawan Israel, sekalipun jumlah Israel sangat sedikit dibanding Gabungan Negara kuat Arab,Cs.

Sejak awal pembentukan Negara Israel, batas negara Israel beserta hak Israel untuk berdiri telah dipertentangkan oleh banyak pihak, terutama oleh negara – negara Arab dan para pengungsi Palestina.

Bahwa akan tetapi, Israel telah menandatangani perjanjian damai dengan Mesir dan Jordania, namun usaha perdamaian antar Palestina dan Israel sampai sekarang belum berhasil disepakati, walaupun setiap tahun hampir seluruh pemimpin negara didunia terus berupaya berunding mendamaikan Israel dan palestina.

Hampir semua Negara yang menentang keberadaan Israel telah hancur lebur, baik dari segi aspek ekonomi, pertahanan dan kemanan, bahkan dari segi aspek eksistensi sebagai negara, karena munculnya berbagai pemberontakan dan separatisme di negara negara yang melawan Israel.

Rata-rata ekonomi dan moneter negara yang berseberangan melawan Israel telah terpuruk dan hidup dari modal utang kepada negara Eropa, Inggris dan Amerika Serikat serta Singapura selaku sekutu Israel, mungkin itu sebabnya negara Arab, Mesir, Jordania, Uni Emirat Arab, dll., sadar dan buru-buru bersahabat dengan Israel dan membuka hubungan diplomatik demi eksistensi mereka.

Israel merupakan negara demokrasi dengan sistem pemerintahan parlementer dan hak pilih universal. Israel dipimpin oleh Presiden dan Perdana Menteri. Perdana Menteri Israel menjabat sebagai kepala pemerintahan dan Knesset bertugas sebagai badan legislatif Israel.

Baca juga  Bakrie Centre Foundation Dorong Sociopreneur di Indonesia Wujudkan Visi Indonesia 2045 melalui Program LEAD Indonesia 2019

Dalam hal produk domestik bruto, ekonomi negara ini menduduki peringkat terbaik di dunia. Israel memiliki peringkat Indeks Pembangunan Manusia, kebebasan pers, dan daya saing ekonomi yang paling kuat dan yang tertinggi dibandingkan dengan negara-negara Arab di sekitarnya.

Sejak Hari Kemerdekaan terakhir, 188.000 bayi lahir, 47.000 orang meninggal dan 31.000 imigran tiba di negara itu.

Populasi Israel berada di puncak 9 juta, termasuk 45% orang Jahudi dunia

Statistik Israel pada malam Hari Kemerdekaan menunjukkan peningkatan 2% sejak tahun lalu; populasi diperkirakan akan mencapai 15,2 juta pada tahun 2048

Orang Israel menonton pertunjukan udara selama perayaan Hari Kemerdekaan ke-70, pada 19 April 2018, di Tel Aviv.

Pada malam Hari Kemerdekaannya yang ke-71, populasi Israel berjumlah 9.021.000, melintasi 9 juta untuk pertama kalinya, menurut angka yang dirilis pada hari Senin oleh Biro Pusat Statistik.

Data menunjukkan bahwa 6.697.000 orang Israel adalah orang Jahudi (74,2 persen) dan 1.890.000 orang Arab (20,9%). Selain itu, ada 434.000 orang yang bukan Kristen Arab atau anggota kelompok etnis lain. Tujuh puluh lima persen orang Jahudi di Israel lahir di negara itu.

Sejak Hari Kemerdekaan terakhir, populasi Israel telah tumbuh sebesar 177.000 (meningkat 2%). Selama periode itu, 188.000 bayi lahir, 47.000 orang meninggal dan 31.000 imigran tiba di negara itu.

Sejak berdirinya Israel pada tahun 1948, 3,2 juta imigran telah pindah ke Israel, dengan sekitar 43% dari mereka tiba setelah tahun 1990.

Anggota keluarga merangkul di Bandara Ben Gurion ketika 72 imigran baru dari Ethiopia tiba pada 6 Juni 2017. (Miriam Alster / Flash90)

Menurut data, populasi negara itu diperkirakan akan mencapai 15,2 juta orang pada Hari Kemerdekaan ke-100 Israel pada tahun 2048.

Pada tahun 1948 hanya ada 806.000 orang di Israel dan pada saat itu, populasi Jahudi global adalah 11,5 juta, dan hanya 6% berada di Israel. Saat ini, 45% orang Jahudi dunia tinggal di Israel.

Perayaan Hari Kemerdekaan dimulai pada Rabu malam, saat negara ini bertransisi dari Memorial Day – 24 jam berkabung untuk tentara yang jatuh dan korban teror.

Israel adalah Bangsa Pilihan Tuhan, Menurut Alkitab Vide : Ulangan 7:7-9 SBB : “Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu – bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa ? – tetapi karena TUHAN ELOHIM mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN ELOHIM telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.

Baca juga  Yayasan Semai Jiwa Amini (SEJIWA) dan ID-COP (Indonesia Child Online Protection) Gelar Sarasehan “Advokasi Mengenai Perlindungan Anak di Ranah Online”.

Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Elohimmu, Dialah Elohim, Tuhan Elohim yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan.”

Tuhan Elohim memilih bangsa Israel untuk menjadi umat yang akan melahirkan Jesus Kristus – Penyelamat manusia dari dosa dan kematian (Johanes 3:16).

Tuhan Elohim pertama-tama menjanjikan Mesias setelah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3). Kemudian Tuhan Elohim menegaskan bahwa Mesias akan datang melalui keturunan Abraham, Ishak dan Jakub / Israel (Kejadian 12:1-3).

Jesus Kristus adalah penyebab utama mengapa Tuhan Elohim memilih Israel menjadi umat pilihanNya. Tuhan Elohim tidak harus memiliki “umat pilihan,” namun Dia memutuskan untuk melakukannya dengan caraNya itu. Jesus Kristus harus datang melalui satu bangsa, dan Tuhan Elohim memilih Bangsa Israel sebagai umat kedatanganNya.

Bahwa alasan Tuhan Elohim memilih Israel bukan hanya untuk kedatangan Mesias semata-mata, namun Keinginan Tuhan Elohim bagi Israel adalah bahwa mereka akan pergi “Diaspora” keseluruh dunia dan mengajar bangsa-bangsa lain untuk mengenai Tuhan Elohim.

Israel dipanggil menjadi bangsa Imam, Nabi dan Misionaris kepada seluruh dunia ini, untuk menjadi Garam dan Terang dunia.

Rencana Tuhan Elohim bagi Israel adalah menjadi bangsa yang berbeda, bangsa yang membawa setiap orang kepada kerajaan Elohim dan untuk memenuhi janjiNya mengenai Penebus, Mesias dan Juruselamat umat manusia.

Itu sebabnya, Israel selalu unggul dalam semua bidang, termasuk dalam penguasaan Ilmu dan teknologi serta informasi.

Baravo Israel, bangsa pilihan Tuhan Elohim, dan Selamat Hari Kemerdekaan Israel ke-71 pada hari selasa, tanggal 14 Mei 2019.

Horas.

Advokat Kamaruddin Simanjuntak,S.H.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here