PZ Cussons Melalui Cussons Bintang Kecil 7 Ajarkan Anak Berbagi

0
154

 

Jakarta, Suarakristen.com

 

Berbagi adalah keterampilan hidup yang penting. Tema ini diangkat dalam Cussons Bintang Kecil 7, sebagai wadah bagi ibu dan anak untuk mengekpresikan cinta dan berbagi.

Elly Mustrianita, Corporate Communication Director PZ Cussons Indonesia menjelaskan, tema “Berbagi Cinta” dipilih karena sesuai visi dan misi PZ Cussons Indonesia, yaitu mendampingi masyarakat dan terus berkomitmen memberikan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia. Salah satu wujud berbagi cinta adalah dimulai dari keluarga, yaitu cinta dari orang tua kepada anaknya.

“Keluarga adalah tonggak penting bagi anak-anak untuk belajar berbagi. Dengan mengambil tema ini PZ Cussons Indonesia berharap seluruh keluarga di Indonesia bisa berbagi,” ungkap Elly.

“Berbagi adalah keterampilan hidup yang penting. Kemampuan berbagi ini harus dipelajari oleh bayi, balita, dan anak-anak, sehingga mereka dapat belajar berinteraksi dengan baik, berteman dan bermain bersama anak-anak sebayanya, dan orang-orang di lingkungan sekitarnya secara kopoeratif. Agar dapat memiliki kemampuan berbagi ini, anak-anak harus merasakan koneksi kuat dan juga merasa dicintai dan diterima dengan hangat baik oleh orang tua maupun keluarga,” jelas Elisabeth Santosa, Psikolog Pendidikan dan Anak.

Di tahun ke-7 penyelenggaraannya, antusias masyarakat lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Cussons Bintang Kecil ke-7 dibuka sejak tanggal 7 Oktober 2018 dan ditutup 7 Januari 2019. Ada sekitar 138.000 unique participants foto dan video yang masuk, dan kemudian dipilih 24 finalis.

Dalam Grand Final Cussons Bintang Kecil 7 yang diselenggarakan di Gandaria City Mall, 3 Maret 2019, terpilih 3 pemenang sesuai kategori, yaitu:
Kategori Bayi (0 – 2 tahun)
Juara 1: Barraq Al Agha Adam (Hadiah Rp. 60.000.000)
Juara 2: Gwennetta Lyra Settha (Hadiah Rp. 30.000.000)
Juara 3: Zahara Fahmi Bawazir (Hadiah Rp. 15.000.000)

Baca juga  ARAHAN KETUM DPP ASOSIASI PENDETA INDONESIA (API) MENGHADAPI PANDEMI COVID-19

Kategori Batita (2 – <4 thn)
Juara 1: Mahdifra Sobia Vargas (Hadiah Rp. 60.000.000)
Juara 2: Jennifer Vallerie Ong (Hadiah Rp. 30.000.000)
Juara 3: Fathan Havier Satriaji (Hadiah Rp. 15.000.000)

Kategori Anak (4 – 7 tahun)
Juara 1: Lady Makalanea Pramana (Hadiah Rp. 60.000.000)
Juara 2: Giselle Xaviera Albertha (Hadiah Rp. 30.000.000)
Juara 3: Kiersha Anaia Arichi (Hadiah Rp. 15.000.000)

Rahma Anna Setyani, Head of Brand Activation, PZ Cussons Indonesia menambahkan, ada beberapa kriteria penjurian. Secara umum, yang dinilai antara lain kesesuaian tema, sisi kreativitas, dan ekspresi anak.

“Animonya lebih tinggi dari tahun lalu, karena ada lebih dari 138.000 foto dan video peserta, jauh lebih tinggi dari tahun lalu. Boleh dikatakan ini ajang inspirasi yang terbesar di seluruh Indonesia,” ujarnya.

CBK 7 ini juga mendapatkan apresiasi dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori ungkapan cinta terhadap ibu kepada anaknya terbanyak. Selain ajang CBK 7, PZ Cussons Indonesia juga memberikan donasi melalui Kick Andy Foundation, untuk program peningkatan pendidikan dan kesehatan anak Indonesia.

Nola Baldy, ibu 3 anak, membagikan arti pentingnya berbagai di keluarga. “Buat saya dan suami, menjadi tanggungjawab bersama untuk mengajarkan pendidikan dasar di keluarga, salah satunya membekali anak-anak dengan ilmu berbagi, dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nola.

Untuk mengajarkan berbagi, menurut Nola, dimulai dari orangtua yang harus menjadi contoh. “Ketika anak-anak sudah bisa menerapkan berbagi dalam kehidupan sehari-hari, mereka akan menjadi anak yang bisa diterima dengan baik di lingkuangannya dan menjadi lebih percaya diri sehingga lebih mudah mencapai keinginan dan cita-citanya,” ujar Nola.

Meski begitu, Nola mengaku tidak mudah mengajarkan ketiga anaknya tentang indahnya berbagi. Masing-masing anak memiliki sifat berbeda. Maka kembali lagi, orangtua harus menjadi contoh yang baik. Diawali dari mengajarkan empati. Ketika anak sudah bisa berempati, ia akan lebih mudah berbagi. “Misalnya Naura (anak pertama Nola yang meniti karir sebagai penyanyi cilik), sudah mengerti bahwa dengan bernyanyi dia sudah dapat membagi kebahagiaan dengan orang lain,” tambah Nola sembari meyakini bahwa dengan berbagi kesenangan, maka semuanya akan kembali ke kita.

Baca juga  Karyawan Fullerton Health Indonesia Menjalani Pemeriksaan Skrining TB

(Hotben)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here