INTEGRITAS YANG BAIK, KESAKSIAN YANG BAIK

0
145

 

Beberapa tahun yang lalu, seorang Pendeta dari luar kota menerima panggilan ke sebuah kota untuk menyebarkan agama Kristen.

Beberapa minggu setelah dia tiba, dia memiliki kesempatan untuk naik bus dari rumahnya ke pusat kota.

Ketika dia duduk, dia menemukan bahwa pengemudi itu tidak sengaja memberinya 50 sen di atas uang kembaliannya.

Ketika ia mempertimbangkan apa yang harus dilakukan, ia berpikir dalam hati, ‘Sebaiknya kamu mengembalikan uang ini. Akan salah jika menyimpannya.
Kemudian pikiran lain terlintas dalam benaknya, “Oh, lupakan saja, hanya 50c ; siapa yang akan khawatir dengan jumlah kecil ini?

Bagaimanapun, perusahaan bus mendapat banyak pemasukan; mereka tidak akan mengetahuinya. Terimalah itu sebagai ‘hadiah dari Tuhan’ dan diam-diam saja.”

Ketika dia hendak turun di halte, dia berhenti sejenak di pintu, dan kemudian dia menyerahkan 50c kepada pengemudi dan berkata, “Pak maaf, kamu telah memberi saya terlalu banyak uang kembalian.”

Pengemudi itu, sambil tersenyum, menjawab, “Bukankah Anda Pendeta baru di kota?”
“Ya,” jawabnya.

‘Yah, akhir-akhir ini saya banyak berpikir tentang menerima Yesus. Saya hanya ingin melihat apa yang akan Anda lakukan jika saya memberi Anda terlalu banyak uang kembalian. Sampai jumpa di Gereja hari Minggu ini. ‘

Ketika Pendeta itu turun dari bus, dia langsung memegang tiang lampu terdekat, berhenti sejenak, dan berkata, “Ya Tuhan, hambamu hampir menjual Kekristenan seharga 50 pence (cent).”

Kehidupan kita adalah sebagai Alkitab yang sebagian orang akan pernah membacanya. Ini adalah contoh yang sangat sederhana tentang seberapa banyak orang memperhatikan kita sebagai orang Kristen, dan akan menguji kita!

Selalulah waspada – dan ingat – Anda membawa nama Kristus di pundak Anda ketika Anda menyebut diri Anda ‘Kristen’.

Baca juga  BERSANDARLAH KEPADA YANG KEKAL

~ Perhatikan pikiran Anda; mereka akan menjadi kata-kata.
~ Perhatikan kata-kata Anda; mereka akan menjadi perbuatan.
~ Perhatikan tindakan Anda; mereka akan menjadi kebiasaan.
~ Perhatikan kebiasaan Anda; mereka akan menjadi karakter.
~ Awasi karakter Anda; itu akan menjadi takdirmu.

Saya senang seorang teman meneruskan cerita ini kepada saya sebagai pengingat dan saya memilih untuk meneruskannya kepada Anda. Jika pada giliran Anda, akan meneruskannya lagi, maka Anda sudah mengingatkan seseorang hari ini tentang tanggung jawabnya sebagai seorang Kristen dan Tuhan akan memberkati Anda dengan berlimpah.

Tolong jangan hentikan.
Teruskan ke semua orang Kristen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here