LAI dan Mandat Negara

0
493

Oleh: Sigit Triyono (Sekum LAI)
www.alkitab.or.id IG:lembagaalkitabindonesia

Masih ada beberapa sahabat yang bertanya dengan setengah tidak percaya, apakah benar Pak Jokowi – Presiden RI akan hadir pada malam pengucapan syukur dan apresiasi Ulang Tahun ke 65 Lembaga Alkitab Indonesia pada hari Sabtu, 9 Februari 2019.

Mereka mencoba mencari apa kira-kira alasan yang kuat sehingga Presiden RI berkenan hadir di acara resmi LAI. Lembaga penerjemah, penerbit dan penyebar Alkitab kok beraninya mengundang Presiden RI hadir? Begitu kira-kira pertanyaan dalam benak beberapa sahabat.

Fenomena di atas bisa dipahami. Pasalnya, sejak LAI, sebagai Lembaga Alkitab Kristen Protestan yang melayani semua denominasi Kristen (termasuk Kristen Katolik Roma), berdiri 9 Februari 1954, belum pernah ada Presiden RI yang hadir dalam acara ulang tahun atau acara resmi lain yang diselenggarakan oleh LAI. Kalau audiensi Pengurus LAI ke kantor Presiden RI dan diterima oleh Presiden RI waktu itu (Pak Harto) sudah pernah terjadi.

Lembaga Alkitab Indonesia sudah 65 tahun berkarya di Indonesia dan menjalankan dua mandat negara RI, yaitu: (1) Membangun mental spiritual warga negara Indonesia yang beragama Kristen dengan menyediakan Alkitab dan bagian-bagiannya, (2) Melestarikan bahasa-bahasa daerah dengan karya penerjemahan Alkitab ke berbagai bahasa daerah di Indonesia.

Tidak kurang dari 30.300.780 Alkitab yang sudah dicetak dan disebarkan ke seluruh Indonesia dalam 32 bahasa daerah dan 2 bahasa Indonesia selama 65 tahun ini. Meski jumlah ini melebihi jumlah orang Kristen  Protestan di Indonesia yang menurut statistik resmi Pemerintah ada 26,3 juta orang (10% dari 263 Juta), namun kebutuhan Alkitab masih terus ada karena masih banyak warga Kristen di pelosok negeri yang belum memiliki Alkitab. Juga untuk menggantikan Alkitab yang sudah lama, hilang, maupun yang rusak terkena bencana.

Baca juga  UPH Tuan Rumah Launching Karya Baru Ananda Sukarlan

Dari sisi penerjemahan ke dalam bahasa-bahasa daerah di Indonesia, dengan jumlah bahasa yang sekitar 741 bahasa daerah, bila semua butuh terjemahan Alkitab, maka masih ada PR yang maha banyak. Dengan penerjemahan satu Alkitab dari bahasa asli (Ibrani, Aram dan Yunani) yang membutuhkan waktu paling cepat 20 tahun, maka masih dibutuhkan waktu untuk 706 bahasa x 20 tahun = 1.412 tahun!! Seribu empat ratus dua belas tahun!! Pekerjaan yang amat-amat sangat panjang…

Pelestarian bahasa yang begitu banyak, salah satu cara yang paling efektif adalah dengan penyediaan dokumen-dokumen yang bernilai di dalam bahasa tersebut. Lembaga Alkitab Indonesia sudah melakukannya secara konsisten dan persisten selama 65 tahun terakhir.
Bukti kerja keras yang secara konsisten, gigih, pantang menyerah dan penuh pengabdian kepada bangsa ini adalah legalitas LAI untuk memohon perkenan Presiden RI hadir di tengah acara resmi LAI. LAI bermohon agar Presiden RI berkenan memberikan arahan dan membuka secara resmi rangkaian acara ulang tahun LAI ke 65 sepanjang tahun 2019 ini, sebagai penyemangat untuk meneruskan karya-layanan LAI untuk bangsa Indonesia tercinta.

Mohon dukungan doa dan upaya semua sahabat agar jadwal Pak Jokowi – Presiden RI tercinta cocok di tanggal 9 Februari 2019, sehingga dapat hadir bersama 5000 undangan di Grand Mahaka Britama Kelapa Gading Jakarta Utara. *#SalamAlkitabUntukSemua*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here