JANGAN HIDUPMU DIPENUH OLEH KERAGUAN

0
217

Oleh: P. Adriyanto

*”Hendaklah ia memintanya dengan iman, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa dia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.”*
*Yakobus 1:6-8″

Ada sahabat saya (almarhum) dari Malang yang datang ke rumah untuk meminjam mobil. Baru sekitar 5 menit, ia sudah kembali dan membatalkan niatnya karena ragu-ragu menghadapi traffic jam di mana-mana. Memang ada orang yang belum melaksanakan suatu pekerjaan sudah mengatakan tidak bisa karena hatinya dipenuhi oleh keraguan. Orang-orang seperti ini memang tidak bisa maju dalam karir mereka.

Dalam pandangan para ahli psikologi, keraguan timbul karena kegamangan, takut gagal dan takut menghadapi risiko.
Steven Pressfield dalam bukunya *”Do the work, overcome resistence and set.out your way”* menyatakan bahwa bila kita terlalu banyak memberi nanosecond (kecepatan berpikir), maka otak kita mulai memproduksi banyak pembenaran agar kita tidak melakukan pekerjaan karena akan gagal.

Ada cukup banyak orang percaya yang juga hatinya dipenuhi dengan keraguan. Tuhan menginginkan kita untuk meminta segala sesuatu kepada-Nya dengan iman dan sekali-kali tidak bimbang.

Ada orang yang memohon pertolongan dari Tuhan,tapi dengan iman yang selalu goyah, sehingga ia selalu menganggap doanya sia-sia dan tidak sabar menunggu Tuhan memenuhi permohonannya.

Bila hati kita dipenuhi keraguan, kita harus cepat berdoa agar Tuhan mengusir keraguan kita. Bila kita biarkan, keraguan tersebut akan menimbulkan stress dan depresi serta keputusasaan yang akan menghantar kita pada keputusan untuk bunuh diri, seperti yang dikehendaki oleh iblis.

Hendaklah kita kuat di dalam Tuhan.
*”Hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.”*
*Efesus 6:10*

Baca juga  CARILAH TUHAN MAKA KAMU AKAN HIDUP

Keputusasaan dan lemahnya daya juang untuk mrnghadapi ketakutan akan gagal dapat ditimbulkan oleh kekeroposan rohani kita, di mana kita selalu ragu-ragu dalam mengatasi keinginan daging dan kemewahan dunia.
Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here