PDT. WEINATA SAIRIN: *BEJANA KEHIDUPAN YANG KUAT SANGAT BERMANFAAT*

0
463

 

 

_”Malum vas non frangitur._

_Bejana yang jelek malah tahan pecah.”_

 

Dalam banyak pengalaman empirik kita hampir selalu berhadapan dengan kenyataan bahwa yang (dianggap) buruk, jelek, berjumlah sedikit, berkebutuhan khusus, penyakitan, hina, miskin, papa, jelata dan sebagainya dan sebagainya, kurang atau tidak pernah diperhitungkan. Mereka dilihat sebelah mata. Mereka sesekali, dalam sebuah kontestasi politik, bisa saja diangkat menjadi isu utama, mereka dijadikan atas nama, namun sesudah itu selesai. Sedihnya mereka dalam realitas praktis tidak dianggap manusia, tidak dimanusiakan, atau kata orang Purbolinggo _”tidak diwongke_”. Mereka ada dimana-mana : dilorong pasar, di lampu merah, di timbunan sampah membusuk, dipinggir-pinggir kali hitam dengan bau menyengat, dipinggir-pinggir puskesmas menggenggam kartu bepejees yang lusuh; di tempat pengungsian, mereka ada dimana-mana.

 

Berjumpa dengan mereka yang menghidupi kehidupan seperti itu acap kita melihat mereka enjoy saja, mereka menikmati dan terkadang pasrah, tetapi banyak yang bertekad agar anak mereka harus berpendidikan memadai sehingga bisa hidup dengan lebih baik ketimbang mereka para orangtua.

 

Menghadapi kondisi itu tidak semua dari mereka yang memahaminya sebagai “nasib” atau “takdir” yang membuat mereka pasrah dan “nrimo” saja sehingga tak ada upaya dan ikhtiar untuk berjuang keluar dari lingkaran kemiskinan. Banyak juga dari mereka yang tetap optimis, sabar dan tekun dan berjuang all out untuk membebaskan diri dari keterbelengguan konteks. Hidup manusia yang memiliki optimisme, kesabaran, ketekunan akan beda kualitasnya jika dibandingkan dengan mereka yang tidak semangati oleh ketiga nilai itu.

 

Cerita-cerita zaman baheula bagaimana pengalaman para “orang besar” dalam menganyam benang-benang kehidupannya, cukup menarik untuk dibaca lagi sebagai bahan refleksi dan edukasi. William Howard Taft bersiap-siap menghadapi pemilihan kembali dirinya pada tahun 1912. Ia ternyata kalah telak dan bahkan menjadi orang miskin ketiga dibelakang Wilson dan Theodore Rosevelt. Tapi melihat kenyataan itu, Taft menyatakan : “Tidak satupun kandidat dari seorang mantan Presiden yang pernah dipilih dengan suara sebanyak itu”.

Baca juga  YESUS TETAP SETIA 

 

Bagi orang optimis, kegagalan itu tidak pernah difahami semacam langit runtuh yang juga akan menghancurkan kehidupan seseorang. Kegagalan bahkan bisa memicu energi baru untuk bekerja dengan lebih keras sehingga apa yang mrnjadi cita-cita itu bisa tercapai atau apabila ada kendala bisa ditanggulangi dengan baik.

 

Pepatah yang dikutip dibagian awal tulisan ini menyatakan bahwa “bejana yang jelek malah tahan pecah”. Sesuatu yang secara _fisik_ itu jelek, buruk ternyata malah mampu bertahan. Sesuatu yang dari aspek _luaran_ itu tidak begitu bagus, tidak standar, tidak estetis ternyata awet dan tahan banting.

 

Dari pengalaman sehari-hari kita memang tak boleh terpenjara pada faktor luaran, faktor fisik. Kita tidak bisa menilai dan atau menghakimi sesesorang karena pakaiannya non-branded, karena sepatunya biasa saja bukan Leonardo atau Andrews. Kekuatan pribadi seseorang tidak pertama-tama pada faktor luaran, pada dimensi fisikal tetapi pada kekuatan _dalam_ yang membuat seseorang itu cerdas, punya integritas dan mampu survive didera derita dan nasib yang tidak terlalu baik. Kekuatan dalam seperti itu termasuk aspek religiusitas yang kukuh dan penuh penyerahan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

 

Sebagai umat beragama kita terus menerus terpanggil untuk respek, mengasihi setiap orang bagaimanapun kondisi mereka, siapapun mereka: rakyat jelata, mereka yang berkebutuhan khusus, mereka yang tidak tinggal ditempat-tempat layak, mereka yang tidak _diwongke_. Siapa tahu mereka adalah “bejana yang tahan pecah” yang memiliki energi dan power untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik dimasa mendatang. Mereka semua sejatinya adalah saudara saudara kita karena mereka diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

 

Selamat berjuang. God bless

Baca juga  YESUS TETAP SETIA 

 

*Weinata Sairin*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here