MENYALIBKAN DAGING, HAWA NAFSU DAN KEINGINAN DUNIAWI

0
695

 

 

Oleh:  Pdt Martunas P. Manullang

 

Selamat sore dan salam damai sejahtera bagi kita semua.

 

Inilah pertanda seseorang sudah menjadi milik Kristus. Inilah yang dinyatakan dalam ayat renungan hari ini.

 

Galatia 5:24: ” Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya”.

 

Isi dari Galatia pasal 5 ini dibagi dua bagian.

 

Ayat 1-15, tentang kemerdekaan Kristus, atau merdeka di dalam Kristus. Artinya, kemerdekaan setiap orang percaya ada di dalam Kristus. Itu adalah suatu yang sangat mahal.

 

Mengapa? Karena Yesus Kristus membayarnya dengan nyawa-Nya.

Saat seseorang dimerdekakan oleh Kristus, maka ia menjadi orang merdeka dari perhambaan hukum Taurat.

 

Ayat 16-26, berbicara tentang hidup menurut daging atau Roh.

 

Jika seseorang telah hidup menurut Roh, maka ia tidak lagi hidup dalam memenuhi atau mengikuti keinginan dagingnya, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora, dan sebagainya (5:19-21).

 

Hidup dalam Roh, adalah hidup dalam : kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (5:22-23).

 

Menjadi milik Kristus, artinya menaati Kristus. Inilah yang dimaksud dengan hidup di dalam Roh.

 

Hidup di dalam Roh, atau menjadi milik Kristus, ialah orang-orang yang dalam hidupnya tidak lagi berpusat pada keinginan dirinya; tetapi telah mengutamakan menaati atau mengikuti Kristus di dalam hidupnya.

 

Dia tidak lagi tunduk kepada keinginan daging, hawa nafsu dunia, atau hawa nafsu diri sendiri; tetapi telah melawannya dan berusaha membebaskan diri dari padanya. Dan sebagai gantinya, ia akan hidup dengan buah-buah Roh, dan senantiasa mengikuti teladan Yesus dalam hidupnya.

Baca juga  KEKUATAN HUPOMONE

 

Baiklah kita pada saat ini memeriksa diri kita sendiri, apakah kita masih hidup dalam pengaruh keinginan daging?

Atau sudahkah kita memulai (walau sangat sulit) hidup dalam penuh ketaatan kepada Kristus, yaitu hidup dalam Roh.

 

Ini artinya kalau kita sudah MENYALIBKAN DAGING, HAWA NAFSU DAN KEINGINANNYA.

 

Kiranya Tuhan, melalui Roh Kudusnya, memberikan kekuatan kepada kita semua untuk hidup di dalam Roh, hidup di dalam Kristus, dan berbuah yang baik, buah yang banyak.

 

Selamat beraktivitas di hari ini. Tuhan Yesus memberkati. AMIN.

 

Pdt Martunas P. Manullang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here