Hidup yang Berbuah Sebagai Seorang Kristen

0
688

 

Oleh: Stefanus Widananta

 

Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk dalam Kerajaan Sorga.

Matius 5;20

 

Menjadi umat Kristen sangatlah mudah, kuncinya hanya percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, namun untuk menjadi murid Kristus yang sejati, ada harga yang harus dibayar dan tidak banyak orang yang mau membayar harga untuk itu.

 

Demikian juga jika “kuasa Allah dan karunia Roh” tidak lagi mendapat tempat, apalagi peran, tata ibadah atau liturgi lebih berperan, maka yang tersisa adalah keterbatasan kemampuan manusia.

Dalam khotbah, “Sukses dan skandal” dikatakan bahwa gereja kelihatannya bertumbuh, umat Kristen pun banyak serta terus bertambah jumlahnya, tapi rasa-rasanya tak ada dampak yang berarti bagi sekelilingnya.

 

Bahkan ironisnya, gereja dan hidup orang percaya seringkali menampilkan kebobrokan dan kelemahan.

Persekutuan antara orang percaya begitu dingin walaupun gaduh, seperti kerumunan orang di stasiun kereta, yang cuma beradu badan, tapi tak tersentuh jiwa.

Kesaksian orang percaya semakin tak terdengar, sebab memang tidak ada pengalaman iman yang nyata dari kehidupan pribadi yang pantas dibagikan.

 

Hidup keagamaan kita harus lebih baik dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang begitu taatnya mengikuti aturan hukum Taurat, namun hanya secara lahiriah.

Aktivitas mereka terbelenggu oleh rutinitas dan formalisme belaka.

Mereka bisa memuliakan Allah dengan bibirnya, namun hatinya menjauh dari-Nya.

Tuhan Yesus mau kita menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan kita. Perbuatan kita sehari-hari sebagai seorang pengikut Yesus Kristus haruslah berpadanan dengan teladan dan ajaran-ajaran Kristus.

 

Tuhan Yesus memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here