BEBERAPA PILAR YANG MEMPERKOKOH CORPORATE LEADERSHIP: BAGIAN VI

0
332

 

 

Oleh: P. Adriyanto

 

 

*Reporting Strategy*

 

Pelaporan ini memegang peran penting untuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan.

Beberapa laporan yang penting yang harus dikuasai antara lain adalah:

* Laporan Keuangan (Laporan Laba/Rugi, Neraca,  Sumber & Penggunaan Dana, perubahan posisi keuangan,  Laba ditahan) termasuk analisis rasio-rasio keuangan

* Laporan pertanggungjawaban pelaksanaan rencana kerja dan anggaran tahunan

* Laporan realisasi program kerja bulanan

* Laporan analisis persaingan dan kondisi pasar

* Market Research Report

* Laporan pelaksanaan sistem manajemen (Balanced Scorecard atau yang lain).

* Laporan hasil SWOT analysis; analisis 4P+1P

* Laporan hasil *FRICTO (kependekan dari Flexibility, Risk, Income, Control, Timing dan Other) Analysis.*

FRICTO Analysis ini saya pelajari 32 tahun yang lalu pada saat saya mengikuti program master, namun analisis ini masih tetap diterapkan oleh banyak perusahaan sampai saat ini karena memang bermanfaat sebagai  kerangka pengambilan keputusan yang menyangkut debt to equity dan membandingkan berbagai alternatif financing serta sebagai alat untuk mengembangkan dan menilai strategi keuangan perusahaan.

 

*FRICTO* adalah kependekan dari:

 

*Flexibility :* apakah peningkatan hutang akan membatasi kemampuan perusahaan untuk mencari tambahan hutang di kemudian hari? Dengan demikian, akankah menghalangi perusahaan untuk berhutang sebagai opsi yang paling menguntungkan pada tahun mendatang untuk penambahan modal kerja yang diperlukan apabila terjadi krisis ekonomi misalnya? Adakah opsi-opsi yang lain seperti penerbitan saham/IPO, penerbitan obligasi, dan lain-lain.

 

*Risk (Financial Risk):* Mampukah perusahaan memenuhi kewajibannya untuk membayar bunga plus pokok pinjaman, pembayaran leasing, pembayaran prefered dividend dan lain lain. Kemampuan memenuhi kewajiban-kewajiban  seperti di atas akan nampak pada penampilan cash flow.

Berhutang dalam bentuk kredit bank akan membawa konsekuensi yang sangat berat bila tidak dianalisis secara hati-hati. Perusahaan akan bangkrut total dengan konsekuensi tuntutan  hukum. Oleh sebab itu, baik President & CEO maupun CFO dan jajaran manajer yang membidangi keuangan, wajib menguasai dengan mendalam aspek-aspek Financial Management dan terutama FRICTO Analysis dalam hal yang menyangkut hutang/kredit bank.

Dengan dalih apapun, para petinggi keuangan tidak bisa lepas dari tanggungjawab. Para auditor Bank, auditor pemerintah dan PPATK dengan mudah melacak penyebab dari default/wanprestasi: apakah karena faktor krisis ekonomi/moneter, apakah karena faktor ketidak-profesionalan board atau karena kredit disalahgunakan untuk tujuan-tujuan lain?

Banyak pimpinan perusahaan yang merasa aman untuk mengambil kredit bank karena sesuai Undang-Undang Perseroan Terbatas, dengan jelas dinyatakan bahwa asset pribadi harus dipisahkan dengan asset perusahaan. Sehingga, bila perusahaan melakukan default, maka yang disita adalah asset yang diinvestasikan di perusahaan. Akan tetapi jangan lupa, bila ada unsur-unsur pidana yakni penyalahgunaan kredit, maka semua Direksi bisa dituntut. Di samping itu, tergantung dari besarnya kredit yang diberikan, bank bisa meminta President & CEO dan anggota Direksi lainnya untuk menandatangani perjanjian Personal Guarantee.

Dulu saya sebagai Vice President-Finance harus menandatangani perjanjian Personal Guarantee di Bank Mandiri, tapi puji Tuhan kredit yang diambil oleh perusahaan di mana saya bekerja telah dapat dilunasi. Bila tidak, maka semua harta pribadi saya akan disita bank.

 

*Income:* Bagaimana alternatif pendanaan (financing) yang berbeda mempengaruhi  *EPS (Earning Per Share)* dan *ROE (Return on Equity)?*

Penerbitan saham akan menghasilkan laba bersih setelah pajak (net income after tax) yang lebih tinggi karena tidak perlu membayar bunga. Namun,  bisa juga pendanaan dengan hutang dapat menghasilkan EPS dan ROE yang lebih tinggi dalam situasi-situasi tertentu.

 

*Control:*

Apakah dengan penerbitan ekuitas/saham akan mempengaruhi  pengendalian kepemilikan atas perusahaan? Apabila terjadi delusi/pengurangan kewenangan pengendalian, maka manajemen akan memilih opsi lain dari pada menerbitkan saham baru.

 

*Timing:*

Apakah pasar modal

(debt & equity market) dan kondisi ekonomi mendukung? Apakah tingkat suku bunga rendah/tinggi?

Sebagai contoh, penerbitan saham baru akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan risiko menambah hutang baru apabila harga saham di bursa meningkat. Dengan perkataan lain, berdasarkan peninjauan terhadap harga saham, dapat ditetapkan apakah saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan IPO? Kapan tambahan modal dan dana dibutuhkan?

 

*Other:*

Hal-hal lain yang relevan dengan pengambilan keputusan pendanaan. Bagaimana sikap manajemen dan pemegang saham terhadap hutang? Seberapa cepat dana dibutuhkan, dan lain-lain.

 

[Note:

¹ artikel tentang FRICTO Analysis yang lebih rinci sudah dua kali saya sajikan pada tahun 2015 dan 2017.

 

² Sayang di beberapa perusahaan keluarga, keputusan pendanaan secara mutlak dipegang oleh owner, sehingga sering manajemen profesional jadi korban bila terjadi masalah.]

 

*Bersambung*

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here