SAAT AKU BERSERU, TUHAN MENDENGAR SUARAKU. 

0
644

 

 

Oleh: Pdt. Martunas P. Manullang

 

 

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua. 

 

SAAT AKU BERSERU, TUHAN MENDENGAR SUARAKU.

 

Inilah yang dinyatakan ayat renungan hari ini: TUHAN MENDENGAR SERUAN PRIBADI ORANG PERCAYA YANG BERSANDAR KEPADANYA.

 

Selengkapnya ditulis sebagai berikut: “Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong masuk ke telinga-Nya.” (2 Samuel 22:7).

Daud, seorang yang dipilih TUHAN untuk menjadi pemimpin bangsa Israel di kemudian hari.

Sebelum ia benar-benar menjadi pemimpin, ia harus mengalami banyak pergumulan karena memang banyak musuhnya, atau orang yang memusuhinya, yang menginginkan kecelakaannya. Begitu pun, tetap berserah diri kepada TUHAN.

Mengapa?

Sebab Daud benar-benar menyadari hanya TUHAN-lah yang menjadi penolongnya dalam setiap pergumulan, masalah dan persoalan yang dihadapinya.

Tiada yang dapat menolong dan memampukan dia dalam pekerjaan dan tugas yang dia lakukan, kecuali kasih karunia dan kemurahan TUHAN semata.

 

Dalam pasal 22 dari kitab 2 Samuel ini, menggambarkan suatu pengalaman Daud, yang oleh karena musuh-musuhnya, ia terdesak, tersesak dan hampir dimusnahkan.

 

Tetapi saat ia berseru kepada TUHAN, ia benar-benar mengalami pertolongan TUHAN yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

 

Cara TUHAN yang melepaskannya dari berbagai kesulitan dan termasuk perangkap para musuhnya, membuat Daud semakin percaya kepada TUHAN dan semakin bersyukur serta memuliakan TUHAN dalam segala tindakan-Nya yang ajaib, yang menyelamatkannya.

Baginya, TUHAN adalah: bukit batu, kubu pertahanan, penyelamat, Allah, gunung batu, tempat berlindung, perisai, tanduk keselamatan, kota benteng, tempat pelarian dan Juruselamat (2 Sam 22:2-3).

Baca juga  YESUS TETAP SETIA 

Semua sebutan di atas adalah pengalaman nyata dalam perjalanan hidup Daud, yang menunjukkan bagaimana TUHAN menjadi penolong, pelindung dan penyelamat baginya.

 

 

Itulah sebabnya, seperti yang diungkapkan pada ayat renungan hari ini, saat dia berseru, dari kesesakannya, TUHAN mendengarnya dan lalu menolongnya.

TUHAN melindunginya, dan menyelamatkannya.

 

 

Pengakuan ini, yaitu bahwa dia telah berseru kepada TUHAN untuk dibebaskan dan diberi kekuatan, telah terbukti dalam perjalanan hidupnya.

Sebab itu, ia menaikkan pujian dan syukur dan kemuliaan hanya kepada TUHAN saja.

 

Bagi kita pun, pada saat ini dan untuk nanti ke masa depan, pengakuan Daud ini dapat menjadi pegangan bagi kita untuk melakukan hal yang sama.

 

Berseru kepada TUHAN pada saat kesesakan, pada waktu mengalami cobaah dan ujian dan saat-saat sulit lainnya dalam kehidupan ini.

 

Berseru kepada TUHAN, percaya pada janji-Nya dan taat serta setia mematuhi Firman-Nya dalam setiap tahap kehidupan, betapa pun sulit dan kerasnya hidup itu.

 

Walau kita merasa hidup ini berat, tetapi dengan tetap percaya kepada TUHAN dan tetap taat kepada Firman-Nya, maka suatu saat, kita akan melihat dan mengalami pertolongan TUHAN yang ajaib.

Kita pun akan memuji dan memuliakan Nama-Nya selama hidup kita. Hidup dengan jiwa yang nemuji dan memuliakan TUHAN. “Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada” (Mazmur 146:2).

 

Selamat beraktivitas di hari ini, Tuhan Yesus memberkati. Amin.

 

Pdt. Martunas P. Manullang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here