Bertanding Sampai Garis Akhir

0
610

 

 

Oleh: Stefanus Widananta

 

Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

1 Korintus 9;25

 

Hidup umat Kristen tidak ubahnya seperti sebuah pertandingan olahraga lari jarak jauh, bukan seperti pertamdingan sepakbola dunia yang saat ini sedang ramai ditonton dan dibicarakan orang serta dikomentari orang.

Status kita adalah sebagai peserta bukan sebagai penonton.

Alkitab mengibaratkan kehidupan Kristen itu sebagai seorang atlet yang sedang bertanding, pelari maraton yang sedang berlari, tentu capenya luar biasa, seringkali kita sudah mau menyerah, tidak kuat lagi untuk menyelesaikan pertandingan, nafas kita sudah terengah-engah, kaki kita sudah terasa lemas, tenaga kita sudah terkuras dan mungkin kita berteriak seperti Pemazmur, “Berapa lama lagi, ya Tuhan?

 

Untuk memenangkan pertandingan iman, Paulus menasehatkan agar kita menguasai diri kita dalam segala hal dan menanggalkan semua beban dan dosa yang merintangi kita.

Coba kita lihat atlet lari maraton, mana pernah membawa beban, mereka memakai pakaian yang ringan dan simple agar tidak membebani mereka dalam menyelesaikan pertandingan.

Paulus berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

 

Tujuan kita berlari dalam pertandingan iman ini adalah untuk mencapai garis finis dan berhasil memenangkan pertandingan, memperoleh piala kemenangan dan pada saat itu kita akan merasakan kebahagiaan, kesukacitaan,kebanggaan dan kita akan melupakan semua kelelahan kita.

 

Paulus dengan bangga mengatakan, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman”

Baca juga  TULUS BERPELUKAN DEMI NKRI

Bagaimana dengan kita? Kita masih dalam pertandingan yang diwajibkan bagi kita, kita memang belum mencapai garis akhir kehidupan kita, marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.

 

Tuhan Yesus memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here