Penyangkalan Diri dan Perjuangan Melawan Egoisme

0
1012

 

 

 

Oleh: P. Adriyanto

 

 

“Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku.”

*Matius 16:24*

 

 

Wah menjadi pengikut Kristus  itu tidak mudah kalau tidak dibilang mustahil karena kita harus menyangkal diri dan memikul salib kita sendiri. Mengapa bagi kebanyakan orang penyangkalan diri itu sangat sulit? Karena sesungguhnya musuh kita adalah egoisme dan diri kita sendiri yang sulit kita tundukkan. Kita bisa menyangkal diri bila kita mau berubah.

 

Bila kita membaca kisah-kisah banyak orang sukses, maka kita tahu bahwa kunci sukses mereka adalah *kedisiplinan dan ketekunan.* Bagaimana orang bisa menempa diri sendiri menjadi disiplin dan tekun bila kita tetap malas?

Dalam pelatihan tentang *kesuksesan diri,* saya sering mengambil contoh sederhana. Bila anda ingin buang air kecil di tengah malam, pada hal anda masih dalam keadaan ngantuk dan seperempat sadar, anda anda akan merasa malas bangun. Timbul keraguan antara ke belakang/tidak, ke belakang/tidak dan anda ragu untuk mengambil keputusan sampai timbul risiko anda ngompol, dan baru menyesal. Muncul faktor ketiga yang menghalangi perubahan diri yakni *rasa malas yang menimbulkan*

*keragu-raguan.*

 

Dalam keadaan dimana anda sudah merasa hidup nyaman dalam comfort zone,.maka anda juga *merasa tidak perlu berubah.* Inilah faktor ke-empat yang menyebabkan kita tidak mau berubah.

Di samping itu, banyak di antara kita yang masih terikat pada keinginan daging terutama yang menyangkut kekayaan dan hedonisme (kehidupan yang berorientasi pada kesenangan duniawi).

 

Bagaimana kita bisa mengalahkan egoisme dan diri sendiri dan berubah??

Dalam nas di atas, Yesus sangat tegas dalam menentukan persyaratan, tidak ada kompromi. Penyangkalan diri berarti kita harus hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, tidak mengikuti kehendak sendiri. Kita harus hidup sesuai dengan yang diteladankan oleh Kristus, antara lain, kita harus mengasihi sesama, memiliki kerendahan hati/humble dan membiarkan kehendak Bapa saja yang terjadi, bukan kehendak kita.

Baca juga  Mari Bersaat Teduh Setiap Malam Bersama Revivo

Kita harus berada di dalam Kristus melalui pertobatan dan baptisan agar kita menjadi ciptaan baru.

*”Siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.’*

*2 Korintus 5:17*

 

Kita juga harus yakin bahwa *”manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.”*

*Roma 6:6*

 

Kita harus berjuang untuk mengalahkan diri sendiri dengan pertolongan Tuhan dengan mempercayai dan menjadi pelaku Firman seperti di atas.

Kita harus introspeksi diri dengan berdiri di depan kaca dan mencermati bagian-bagian hidup kita yang mana yang harus kita overhaul sehingga tidak ada lagi virus-virus kemalasan untuk berubah dan tidak terikat pada keduniawian.

Amin.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here