Bergaul Karib dengan Allah

0
2696

 

 

Bacaan : *Mazmur 25; Yohanes 17:20-21*

 

_“TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka” (Mazmur 25:14)._

 

Mari kita mencoba menyimak doa Tuhan Yesus kepada Bapa, “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” (Yohanes 17:20-21).

 

Kunci keberhasilan Yesus adalah kesatuan dengan Bapa-Nya. Hubungan yang akrab ini menimbulkan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Tetapi kita lihat juga bagaimana Yesus juga memohon supaya kita yang percaya dapat menjadi satu dengan Allah Tritunggal. Mungkin dunia akan mengolok-olok kita, sebab mana mungkin Tuhan dapat menjadi satu dengan kita. Tetapi kita tahu persis bagaimana Yesus mengatakan hal ini secara langsung kepada kita. Dan memang kita dapat menjadi satu dengan Allah kita.

 

Jadi bila pemazmur berbicara tentang keakraban, maka hal itu dapat terjadi dalam hidup kita. Hanya saja kita menyibukkan diri sedemikian rupa sehingga mengganggu hubungan kita dengan Allah. Memang kita adalah kediaman Roh Allah, tetapi hubungan dengan Allah itu perlu dibina dan dilatih setiap hari supaya kesadaran kita akan Allah menjadi semakin kuat. Seberapa banyak di antara orang Kristen sendiri yang masih merasa bahwa Allah itu begitu jauh tempatnya sehingga saat berdoa mereka merasa hambar. Mereka tidak merasakan kehadiran Allah.

 

Sekarang tergantung kita, apakah kita mau bergaul akrab dengan Allah ataukah tidak. Semakin sering kita meluangkan waktu bersama dengan Allah, maka kita akan semakin sering mendengarkan suara-Nya. Dan itu akan semakin membuat kita akrab dengan-Nya.

 

Gereja Tuhan sedang mengalami krisis keakraban dengan Yang Maha-Kuasa. Waktu yang seharusnya kita gunakan untuk berdoa telah kita pakai untuk perkara lain. Dan memang kenyataannya kita lebih mementingkan perkara lain daripada berdoa kepada-Nya. Akhirnya kita menganggap Allah kita adalah Allah yang asing.  Kita tidak pernah berdiam dalam kemahnya dan bergaul karib dengan-Nya seperti kata Ayub (Ayub 29:4).

 

*Renungan:*

_Marilah kita kembalikan diri kita untuk akrab dengan Yang Maha-Kuasa. Dan bila kita akrab, kita akan melihat perkara-perkara yang ajaib. Sebab Tuhan hanya menyatakan rahasia-Nya kepada orang-orang yang bergaul karib dengan-Nya._

 

*Carilah Tuhan setiap waktu dan jadilah akrab dengan Yang Maha-Kuasa._*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here