Konsekuensi Menerima Firman Tuhan

0
827

 

 

 

Oleh: Pdt. Anna Vera Pangaribuan

Selamat pagi untuk kita semua, kiranya kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai kehidupan kita sekalian.

 

1 Tesalonika 1:6b,  dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus.

 

Setiap kelebihan dari diri anak-anak layaklah kita banggakan dan patuh diacungkan jempol. Kita sebagai orang tua tentu berharap yang terbaik bagi anak-anaknya secara khusus dalam hal pendidikan. Sejauh kita mengajarkan yang terbaik pada anak kita tentu ada juga yang tidak dapat kita sangka bahwa sikap dan perilakunya ada saja yang tidak berkenan dihadapan kita. Tetapi ada juga orang tua yang sulit memberikan apresiasi kepada anaknya, meskipun sudah mencoba dan memberikan hasil yang lumayan. Sebaliknya juga ada orang tua yang meninggikan anaknya meskipun anaknya belum maksimal dalam berbuat dan bersikap. Semua kita yang menjadi orang tua pasti ada yang menjiwai kedua tipe ini. Tetapi seorang anak akan bersemangat bila didukung oleh orang tuanya. Dukungan dari orang tua kepada anaknya, apalagi ketika anaknya mengalami kesusahan maka dia akan memperoleh kekuatan yang baru dan kuat untuk melalui kesusahan itu.

 

Sebuah pengalaman yang luar biasa jemaat di Tesalonika yang mengalami kesusahan dan penderitaan. Hal ini juga diakibatkan karena mereka mengikut Kristus melalui ajaran yang dibawakan oleh Paulus. Paulus memberikan semangat dan dukungan kepada jemaat Tesalonika, atas pengajaran yang diberikan oleh Paulus tentang Kristus diterima dengan baik oleh jemaat dan mereka meyakini itu di dalam hidupnya. Ketika jemaat mengalami penderitaan dan kesusahan, Paulus mengingatkan jemaat kembali dengan firman Tuhan, dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Di dalam penindasan sekalipun, jemaat mampu memahami akan firman Tuhan yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Kekuatan dalam dukungan Paulus kepada jemaat membuat jemaat semakin kuat dan tangguh. Paulus menekankan dukungan kepada jemaat yang mengalami penindasan dibanding melihat kelemahan jemaat.

 

Saudara kekasih, baru saja kami melakukan Training pastoral kepada para pelayan di HKBP di rumah sakit HKBP Balige. Melalui pelatihan itu kami mengajak seluruh pelayan menjadi jemaat yang missioner melalui ilmu pastoral. Paulus memahami kondisi jemaat dan situasi yang dialami oleh jemaat Tesalonika, begitu juga orang tua kepada anak-anaknya yang selalu mendukung dalam setiap persoalan yang dihadapi anaknya. Mari kita mengutamakan dukukangan yang positif kepada setiap orang, baik yang kita kenal maupun yang kita tidak kenal. Secara khusus bagi pelayan yang melayani jemaat, baiklah kita lebih menekankan pelayanan pastoral/pengembalaan dari pada melihat kesalahan jemaat. Dengan begitu, pelayanan, persekutuan dan hubungan kemasyarakatan kita akan mengalami kedamaian melalui firman Allah yang telah kita terima melalui pekerjaan Roh Kudus. Amin

 

Selamat beraktivitas untuk kita semua

Salam Marturia

Pdt. Anna Vera Pangaribuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here