Jangan Menjadi Tanah yang Berbatu-Batu

0
1012

 

 

Oleh: P. Adriyanto

 

 

“Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.”.

*_Markus 4:16~17_*

 

Yesus memberi perumpamaan tentang penabur di mana ada tiga jenis tanah.

¹ Tanah berbatu-batu

 

² Tanah semak duri.

Orang-orang yang mendengar firman Tuhan, tapi kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain telah menghimpit firman sehingga tidak berbuah (Markus 4:18~19)

 

³ Tanah yang subur.

Orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat ada yang enam puluh kali lipat dan ada yang seratus kali lipat. (Markus 4:20)

 

Anda dan saya termasuk jenis tanah yang mana?

Firman Tuhan adalah benih yang baik dan pasti akan mendatangkan buah yang banyak bila kita menyediakan lahan dan hati yang baik.

 

Bagaimana kita bisa menjadi tanah yang subur untuk tumbuhnya firman?

 

# Kita harus menaati dan berpegang pada firman yang menunjukkan bahwa kita mengenal dan mengasihi Kristus.

*”Jikalau kamu tetap dalam FirmanKu, kamu benar-benar adalah muridKu.”*

*Yohanes 8:31*

Firman akan menyelamatkan kita dan menjadikan kita dilahirkan kembali . Firman menumbuhkan iman dan hikmat serta kekuatan kepada kita.

 

# Kita harus patuh kepada Tuhan dalam segala hal dan dengan segenap hati kita. Kita harus berserah kepada Tuhan dan membiarkan Dia melakukan kehendak-Nya dalam kehidupan kita.

*”Tunjukkanlah jalanMu kepadaku ya Tuhan, dan tuntunlah aku  di jalan yang rata.”*

*Mazmur 27:11*

 

Jangan keraskan hati kita untuk tetap menjadi tanah yang berbatu-batu terlebih tanah yang penuh semak duri walaupun berbagai godaan duniawi jauh lebih menarik.

 

Kita harus berjalan dengan iman walau ada banyak rintangan, tapi kita bisa belajar dengan bimbingan Roh Kudus untuk mengatasinya. Biarlah  firman Tuhan memenuhi hati kita sebagai pupuk yang menyuburkan lahan kita.

Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here