Sembahlah Allah Raja Maha Kuasa

0
783

 

 

Oleh: Pdt. Anna Vera Pangaribuan

 

KHOTBAH MINGGU PALMARUM,Tgl 25 Maret 2018  : Wahyu 19 : 6 – 10

 

 

 

Saudaraku yang terkasih  dalam TUhan Yesus Kristus,

Minggu ini kita memasuki Minggu Palmarum, dimana pengertian Palmarum adalah minggu memperingati dimana Tuhan Yesus memasuki Yerusalem; ketika itu orang banyak bernyanyi, brsorak-sorai memanggil ” Hosiana, diberkatilah yang datang didalam Tuhan” dengan menggunakan kain dan daun palma ( Mat 21 : 9). Minggu palmarum dimaksudkan agar umat mengerti bahwa kemuliaan Yesus bukan hanya terletak pada kejayaannya memasuki Yerusalem melainkan pada peristiwa kematianNya dikayu salib. Sebagaimana halnya digambarkan  juga pada nas khotbah minggu ini adalah:

1) Suatu kesaksian si Yohanes tentang masa yang akan datang dimana kemenangan orang- orang kudus karena Yesus Kristus merajai di kerajaan sorga digambarkan dalam pesta perjamuan kawin anak domba. Gereja dilambangkan sebagai mempelai wanita bagi sang pengantin pria yaitu Yesus Kristus.

2) Perayaan perjamuan kawin anak domba mengundang para orang kudus. Para rasul dan para nabi untuk bersukacita bersama karena kejahatan telah dikalahkan .

– mempelai perempuan menggunakan kain lenan halus yang menggambarkan iman sebagai anugerah Allah yang   diberikan kepada manusia. Sebagai orang beriman menunjukkan diri perilaku sebagai anak-anak terang ( efesus 4 : 1-3) dan menggunakan senjata  orang Kristen ( Ef 6 : 12 – 20)

– Kebenaran, keadilan, memberitakan injil , damai sejahtera, iman, keselamatan, firman Tuhan, Doa

– Suasana sukacita dan bahagia dialami  oleh orang yang diundang dalam perjamuan kawin (ay.9) yakni pesta Allah sendiri bersama dengan umat yang percaya. Tidak ada lagi penderitaan, tangisan, atau kedukaan.

3) Diakhir dari nas ini sangat jelas dikatakan hanya Allah saja yang patut disembah. Seruan ini sangat jelas disaksikan oleh Yohanes bahwa Malaikat yang datang padanya mengatakan hanya Allah saja yang disembah. Satu sikap pernyataan yang amat terang sekali dan berarti menolak penyembahan kepada ilah-ilah lain.

 

Saudaraku…

Apakah kaitan nas minggu ini pada kehidupan kita masa kini di suasana Palmarum?

*Orang percaya memiliki Pengharapan

Hidup berpengharapan itu sangat mendasar bagi kehidupan orang percaya karena dengan berpengharapan, hidup orang percaya  selalu siap menghadapi pergumulan hidup bahkan seberat apapun yang dialaminya. Kita memiliki pengharapan akan hidup yang kekal bersama Yesus sebagai Tuhan Allah yang menguasai dan yang telah mengalahkan kejahatan bahkan kuasa maut sekalipun. Hidup kita bukan hanya sampai disini saja sehingga betapa pentingnya kita memiliki pengharapan. Orang  yang hidup dalam pengharapan adalah :

– Orang yang hidup dalam persekutuan dengan Allah

– orang yang mengaplikasikan relasi dengan Allah dalam kehidupan yang nyata sehari-hari.

– orang yang menyambut Dia dengan sukacita

– orang yang menyembah hanya pada Tuhan saja yang satu-satunya disembah. Allah menginginkan terjadinya perubahan hidup bagi orang berpengharapan yaitu :

– dari yang tidak sabar  dalam memikul salib menjadi sabar memikul salib sampai akhir hayat.

– dari yang hidup dalam dosa dapat bertobat karna dosa membuat kita tidak dapat bertemu dengan Tuhan (Ibrani 12 : 14 ” Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita)

– tidak menyembah ilah-ilah lain.

Dizaman ini sudah banyak orang terlena dengan kuasa-kuasa lain untuk disembah secara sadar atau tidak sadar atau tidak sadar demi jabatan, pekerjaan, dll. Efesus 6 : 12 sangat jelas menolak hak tersebut. Dikatakan disana ” karna perjuangan kita bukan melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh- roh jahat diudara.

Jadi kesimpulannya :

Sebagaimana tema /topik minggu adalah sembahlah Allah Raja Maha Kuasa, maka kita diajak dalam suatu perenungan pada minggu Palmarum ini agar kita sembah   Dia Tuhan kita selama hidup walau kita hadapi peperangan rohani terjadi. Dengan kita tetap menyembah Dia Tuhan kita maka kemenangan akan terjadi  setidak-tidaknya disorga tempat kehidupan yang paling indah dalam suasana jamuan pesta pernikahan.

Amin.

Tuhan memberkati

 

Salam marturia

Pdt Dr. Anna Ch. Vera Pangaribuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here