Iman dan Tradisi

0
1874

Renungan Harian GII Hok Im Tong

Ayat Alkitab: Galatia 4:8-11

 

Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun. Galatia 4:10

 

Orang Kristen dan tradisi. Dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Tidak ada seorang pun yang menjadi Kristen dan melepaskan sama sekali tradisi yang menjadi latar belakang hidupnya. Karena iman dan tradisi adalah dua hal yang memengaruhi hidup seseorang, maka tidak mudah bagi seorang Kristen untuk menghidupi iman tanpa terpengaruh tradisi tertentu. Jika tidak bijaksana, maka seorang Kristen dapat jatuh ke dalam salah satu ekstrem: anti tradisi atau melebur dengan tradisi.

 

Rasul Paulus menghadapi jemaat Galatia yang tidak melepaskan diri sepenuhnya dari keyakinan yang lama. Mereka tidak dapat melepaskan diri sepenuhnya dari keyakinan dan tradisi lama bahkan condong untuk kembali kepadanya. Jadi di satu sisi mereka mengaku orang Kristen, tetapi di sisi lain tetap memegang kepercayaan yang lama. Paulus sangat khawatir akan gejala yang dapat menyelewengkan mereka dari iman yang sejati.

 

Menghidupi iman di satu sisi dan mengikuti tradisi di sisi lain, seharusnya tidak perlu menjadi dua hal yang dipertentangkan. Tidak semua tradisi manusia bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan. Memang ada beberapa tradisi yang tidak baik dan benar sehingga kita bisa bebas mengikuti atau melakukannya. Kita perlu meminta hikmat dari Allah dan menjadikan Alkitab sebagai panduan di dalam menilai suatu tradisi. Dalam contoh yang diberikan Rasul Paulus (ay. 10), mengistimewakan satu hari tertentu jelas bertentangan dengan kebenaran Tuhan yang mengatakan bahwa semua hari dijadikan Tuhan itu baik (Mzm. 118:24). Contoh-contoh lain dapat dengan mudah ditemukan. Misalnya, kebiasaan mengadakan peringatan 7, 40, 100 hari bagi orang yang sudah meninggal dunia. Ini sesungguhnya dilatarbelakangi kepercayaan lain, tetapi banyak orang Kristen tetap melakukannya. Peringatan bagi orang yang sudah meninggal dunia tentu saja dapat dilakukan sebagai acara mengenang dan menghargai almarhum/mah, tetapi tidak perlu pada hari ke-7, 40 atau 100.

 

Mari bersikap kritis dan bijaksana terhadap tradisi kita. Jika Anda ragu tentang kebenaran suatu tradisi, ada baiknya Anda tanyakan kepada hamba Tuhan yang lebih berpengalaman.

 

KEBIJAKAN DALAM MENJALANKAN TRADISI DIBUTUHKAN AGAR ANDA TIDAK MENGORBANKAN IMAN ANDA TERHADAP YESUS KRISTUS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here