Berbahagialah Orang Yang Bertahan dalam Pencobaan

0
1094

Oleh: Stefanus Widananta

 

Dan bukan hanya itu saja, kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan dan ketekunan menimbukkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan dan pengharapan tidak mengecewakan.

Roma 5;3-5a

 

Kita tahu bahwa tidak ada seorang manusia pun yang mau hidup dalam kesengsaraan dan kesakitan, semua ingin hidupnya makmur, sehat, bahagia dan nyaman, itu sebabnya ajaran mengenai kemakmuran, kesuksesan dan kesembuhan tumbuh subur dimana-mana.

 

Itulah sebabnya banyak orang berusaha menghindari kesakitan dan kesengsaraan dengan berbagai cara, sebagai contoh di dunia kedokteran  ditawarkan cara melahirkan agar tidak sakit, “painless labour”.

 

Berbeda dengan pengalaman hidup rasul Paulus yang banyak melalui penderitaan setelah dia menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.

 

Oleh karena itu menurut Paulus, di manakah kita dapat memperoleh “pengharapan yang tidak mengecewakan?” Bukan dalam iming-iming kenikmatan yang ditawarkan dunia, yang manis seketika, lalu berakhir dengan pahit.

 

Pengharapan yang tidak mengecewakan adalah pengharapan yang dibangun melalui pengalaman kesakitan, penderitaan dan kesengsaraan.

 

Di manakah kita belajar menjadi tekun, ulet, berani sengsara dan pantang menyerah? Ya melalui pengalaman penderitaan, kesakitan dan kesengsaraan.

 

 

Kata kesengsaraan merujuk kepada bermacam-macam pencobaan yang menekan hidup kita, yang bukan karena kesalahan kita, tetapi hadir dalam hidup kita dan melalui kesengsaraan inilah kita beroleh ketekunan dan tahan uji.

 

Yakobus menuliskan, “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia”

 

Tuhan Yesus memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here