Selalu  Bersukacita Adalah Tantangan Hidup Kita          

0
788

Oleh: P. Adriyanto

 

 

*Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan. Sekali lagi Kukatakan bersukacitalah.*

*Filipi 4:4*

 

 

Saya terinspirasi dengan lagu rohani di bawah ini, yang liriknya diambil dari Habakuk 3:17~18 :

“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN,  beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.”

Krisis perekonomian yang separah apapun, kita tetap bersorak-sorak dan bersukacita di dalam TUHAN.

 

Carl Gustav Jung, pakar psikologi/psikiatri dan psikoanalisis berkebangsaan Swiss, mengatakan bahwa banyak orang datang kepadanya yang mengalami masalah spiritual keagamaan di mana mereka secara mental tidak merasa sukacita/bahagia.

Sampai saat ini, banyak dokter yang menganjurkan para penderita kanker berat untuk hidup penuh sukacita untuk memperpanjang umur mereka.

“Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. ”

*Amsal 17:22*

 

Memang sumber sukacita bukan dari kelimpahan harta/materi, kesehatan atau pernikahan dan keluarga atau kesuksesan dalam karir dan bisnis yang sifatnya hanya sementara.

*Tuhan adalah sumber dari sukacita.*

 

Tuhan selalu mengingatkan kita untuk bersukacita baik dalam masa senang maupun susah karena Roh Kudus yang ada di dalam kita.

“Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”_*

*Roma 14:17*

 

Perikop di atas selalu mengingatkan kita untuk selalu bersukacita. Hal ini berarti dalam susah dan senang, kita harus tetap bersukacita. Adakalanya kita berada dalam kesesakan yang menghimpit, tapi bukankah Kristus mengajak kita:

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu  dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

*Matius 11:28*

 

Jadi sesuai dengan ajakan Kristus di atas, kita jangan pernah mengatakan bahwa bersukacita dalam kesusahan (sakit-penyakit, kemiskinan dan penderitaan lain) adalah anjuran yang mustahil.

Amin.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here