Jangan Mementingkan Diri Sendiri, Perhatikan Kepengingan Orang Lain

0
3060

Oleh: Stefanus Widananta

 

Dan janganlah tiap-tiap orang  hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Filipi 2;4

 

Menjelang akhir tahun, hampir semua perusahaan menghitung pencapaian versus target, termasuk juga keuntungan, semakin besar keuntungan yang diperoleh, semakin senang pemegang sahamnya.

 

Banyak orang yang orientasinya ke dalam, yang penting perusahaannya untung, yang penting keluarganya sehat, tidak peduli apakah orang lain merugi atau keluarganya amburadul.

Manusia menjadi semakin individualis dan egois serta tidak lagi memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap orang lain.

 

Kita diajarkan untuk tidak egois, tidak mementingkan diri sendiri, Tuhan memanggil kita untuk menjadi berkat bagi orang lain, bukan lagi hidup untuk diri sendiri, terlebih lagi mementingkan diri sendiri.

 

Ketika seseorang mementingkan dirinya sendiri, ia akan menjadikan dirinya sebagai pusat dan tidak lagi mempedulikan kepentingan dan perasaan orang lain.

 

Dunia jaman now cenderung membentuk manusia untuk bertambah dan lebih mementngkan diri sendiri di atas segalanya.

Salomo berkata, “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu”.

 

Sebagai pengikut Kristus, kita harus memperlihatkan dulu kepedulian dan perhatian kita kepada orang lain, sehingga orang bisa meihat siapa Yesus itu  dan boleh percaya kepada-Nya.

 

Paulus mengatakan, “dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia, sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri”.

 

Tuhan Yesus memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here