Mengapa Banyak Orang Lebih Mencintai Rokok, Narkotika dan Gadget Dibanding Tuhan?

0
1147

 

Oleh: P. Adriyanto

 

 

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.’ (Roma 12:2)

 

Semua orang pasti tahu bahwa merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit yang berujung pada kematian. Walau penghasilan mepet, tapi dipaksakan untuk setiap hari membeli rokok. Bila kita perhatikan orang yang merokok iti seperti orang tidak waras, masa asap dihisap kemudian dihembuskan kembali.

Lebih parah lagi bila orang madat narkotika. Banyak orang yang bodoh yang selalu mengikuti trend dunia. Oleh sebab itulah negara kita dijadikan pasar utama bagi betbagai jenis narkotika.

 

Lebih gila lagi, pengaruh yang disebabkan karena kemajuan teknologi komumikasi. Dengan munculnya FB, Youtube dan WA, mulai dari anak-anak sampai kakek dan nenek, sejak pagi sampai larut malam menggandrungi gadget sehingga lupa makan terlebih beribadah.

 

Sebagai orang yang beriman, kita harus menolak arus/trend gaya hidup super modern.

“Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan  kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.”

*Kolose 2:8*

 

Jangan ada di antara kita  yang menjadi orang Kristen yang munafik. Pergi ke gereja  dengan membawa Alkitab atau buku Puji Syukur, pakai kalung salib dan identitas Kristen lain, tetapi ketika memberi persembahan, dipilihlah mata uang kertas yang paling kecil. Bila yang akan dipersembahkan hanya 1000 atau 2000 rupiah,  maka dilipat-lipat sampai gepeng agar tidak dilihat orang lain. Mereka lupa bahwa mata Tuhan tidak pernah terpejam. Namun, bila akan mempersembahkan selembar uang seratus ribu rupiah, maka malah digelar lebar-lebar agar dilihat orang.

Saya juga pernah melakukan hal yang sama. Di dalam dompet saya uang kertas terkecil hanya dalam nominasi 50,000 an, dan ada 2 uang logam @ 1.000. Dengan berhati-hati saya masukkan tangan saya dalam-dalam ke dalam kantong persembahan, tapi celakanya masih berbunyi krincing. Saya malu kepada orang-orang yang duduk di samping saya, tapi lupa malu kepada Tuhan yang pendengaran-Nya jauh lebih tajam.

Kita jangan seperti kuburan yang di luarnya dilabur putih, tapi di dalamnya penuh dengan kekotoran.

*”Hai kamu orang yang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang di sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.”*

*Matius 23:27*

 

Kita harus selalu berdoa agar Tuhan menguatkan iman kita sehingga kita dapat mengatasi pengaruh dunia yang semakin jahat.

*”Karena itu waspadalah, supaya kamu  jangan terseret  ke dalam  kesesakan orang-orang  yang mengenal hukum dan jangan kehilangan peganganmu  yang teguh.”*

*2 Petrus 3:17*

 

Tuhan pasti akan membimbing kita ke jalan yang benar sepanjang kita benar-benar mengasihi-Nya.

Amin.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here