Apakah Kemiskinan Adalah Akibat  Dosa ??

0
2124

Oleh: P. Adriyanto

 

 

 

“Sebab bukan untuk seterusnya orang miskin dilupakan bukan untuk selamanya hilang harapan orang sengsara.”

*Mazmur 9:19*

 

 

Orang sering mengatakan bahwa kemiskinan adalah akibat dari kemalasan dan sebagian mengatakan karena dosa, nasib dan penyebab-penyebab lain.

Sebenarnya, kemiskinan juga disebabkan karena kondisi perekonomian/krisis ekonomi, resesi kondisi alam, peperangan, bencana alam dan yang berpotensi menyebabkan kemiskinan adalah shifting besar-besaran ke arah digitalisasi.

Yang terakhir ini menimbulkan PHK besar-besaran dan penganguran. Beberapa kali para pengemudi kendaraan umum konvensional melakukan demo menentang kendaraan umum online, karena mereka membayangkan bahwa mereka akan jatuh miskin bila online taxi dan gojek yang berbasis komputer semakin merajalela. Bukan hanya sopir kendaraan umum yang akan menganggur, sekarang juga semakin meningkat PHK karyawan bank, pramuniaga/karyawan-karyawan department store dan mal-mal internasional.

Bukan mustahil kemiskinan karena dosa karena tidak percaya bahwa Tuhan akan menyediakan kebutuhan mereka, tidak pernah bersyukur dan bentuk-bentuk dosa lainnya.

 

Berdasarkan laporan BPS, jumlah penduduk miskin Indonesia adalah sebanyak 27.77 persen.

Belum lagi kita berbicara tentang penduduk di bawah garis kemiskinan dan yang tinggal di daerah-daerah terpencil. Income dari penduduk miskin ini rata-rata 300 – 500 ribu rupiah perbulan untuk satu keluarga yang terdiri dari 3 – 5 orang. Belum lagi bila ada anggota keluarga yang sakit berat, sehingga semakin lengkap penderitaan mereka.

 

Dalam Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian baru, banyak firman yang menyatakan bahwa Allah mengasihi orang miskin.

Tuhan mendengar keluhan orang-orang miskin dengan segala penderitaan mereka.

*”TUHAN mendengarkan orang-orang miskin dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan.”*

*Mazmur 69: 34*

Anak-anak Tuhan yang pada saat ini hidup dalam kemiskinan, harus tetap berdoa dan beriman. Tuhan pasti mengangkat harkat hidup dan kualitas hidup mereka.

*”Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur.”*

*Mazmur 113:7*

 

Yesus malah berfirman:

*”Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.”*

*Matius 5:2*

 

Sebaliknya, Tuhan memberi warning :

*”Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”*

*Lukas 18:25*

Tuhan tidak anti terhadap orang kaya, tapi Tuhan membenci sikap orang kaya yang lebih mencintai harta dunia dan tidak mempedulikan orang-orang miskin.

 

Salah satu.dari beberapa orang yang yang mau beramal untuk kebaikan adalah aktor HK Chow Yun Fat yang memutuskan untuk menghibahkan 99 persen dari kekayaannya untuk amal setelah ia meninggal.Ia berprinsip bahwa tidak ada yang lebih bernilai dari pada kebaikan.

 

Allah adalah sumber segala kebutuhan kita. Dia berjanji untuk memenuhi kebutuhan kita tersebut.

*¹ “Orang-orang yang mencari Tuhan, tidak kekurangan sesuatu apapun yang baik.”*

*Mazmur 34:11*

 

*² “Tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan,* *atau anak cucunya*

*meminta-minta roti.”*

*Mazmur 37: 25*

 

Persyaratan agar Allah menyediakan kebutuhan bagi kita adalah kita harus mencari dulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan Allah kepada kita (Matius 6:33).

Amin.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here