Pergulatan Manusia Mencari Spiritualitas dan Allah  yang Sejati (Bagian I)

0
392

Oleh: Oka Bagas S

 

 

Saya pernah menonton tayangan TV Channel National Geography tentang sebuah kota di Asia Selatan yang penduduknya percaya bahwa tikus adalah suci dan mereka sangat menghormatinya bahkan menyembahnya. Sikap penduduk tentu menyebabkan tikus merajalela dan tidak takut kepada manusia.

 

Beberapa pria sedang makan dengan tangan mereka, tiba-tiba seekor tikus lompat ke makanannya. Pria yang menopang makanannya hanya mengusir tikus tersebut dengan lembut sehingga tikus tersebut mencoba lagi untuk naik ke makanannya.

 

Tentu saya terheran-heran menyaksikan tayangan tersebut. Mengapakah ada orang yang berakal-budi yang bisa berpikir, dan yang bisa membuat pesawat dengan bobot ratusan ton menyembah tikus? Kalau betul tikus itu binatang suci, bahkan ilah, tentu ia bisa menulahi orang-orang yang membasminya di negara lain.

 

Saya membaca di Koran, tentang sekelompok orang di London yang menyembah sapi. Ternyata mereka bukan orang yag tidak bersekolah, bahkan diantaranya ada yang menjadi direktur perusahaan. Mereka percaya bahwa sapi itu suci bahkan ia bisa memberkati mereka dan itu menjadi alasan mereka menyembah sapi.

 

Tetapi celaka, ternyata sapi yang mereka sembah mengidap penyakit, sehingga pemerintah kota London memutuskan untuk menyuntik mati sapi itu. Namun para penyembah sapi itu tidak mengijinkan sapi mereka dibawa untuk disuntik mati. Tetapi pemerintah London mengancam mereka bahwa mereka akan dituntut jika ada manusia lain terjangkit dari sapi mereka.

 

Akhirnya mereka terpaksa membiarkan sapi mereka dibawa untuk disuntik mati. Ketika sapi itu ditarik, dan sapi itu menahan tarikan dengan tenaga yang kuat, saat itu kotorannya keluar. Para penyembah sapi itu segera memungut kotoran sapi itu, dan agar tidak menyebarkan virus ke manusia, mereka menaruhnya ke dalam kaca aquarium yang dilem dengan kuat. Setelah sapinya sudah dimatikan, para penyembah sapi itu kemudian menyembah kotorannya.

Baca juga  YESUS TETAP SETIA 

 

Saya sama sekali tidak bermaksud mengolok siapapun karena semua yang saya tulis ini adalah kenyataan, bukan cerita bohong. Mereka yang menyembah tikus maupun sapi, bahkan kotoran sapi tidak marah karena mereka melakukannya dengan sadar dan bangga.

 

Namun pembaca yang budiman, bukankah kita manusia yang bisa berpikir? Bahkan kita manusia yang bisa menjalankan perusahaan, bisa membuat kapal, mesin bahkan pesawat terbang. Mengapakah manusia menyembah tikus, sapi, bahkan kotoran sapi?

 

Ada suku primitif di Afrika yang menyembah batu besar. Hanya karena batu tersebut berbentuk agak aneh, penduduk setempat mempercayai itu perlu disembah. Ada suku lain lagi yang menyembah pohon. Mereka melihat pohon tersebut dengan akarnya yang banyak menjuntai serta membentuk gua di tengah pohon tersebut.

 

*Bersambung …*

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here