Hidup dengan Tujuan yang Pasti

0
1143

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi

 

Filipi 1:3-11

(3) Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. (4) Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. (5) Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. (6) Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. (7) Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil. (8) Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian. (9) Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, (10) sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, (11) penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.

 

Dalam hidup ini orang ingin bahwa hidupnya penuh dengan kepastian. Misalnya, pasti cukup dan pasti terjamin hingga ke masa depan. Hidup ini rasanya sangat berat dan menggelisahkan kalau kita berjalan dalam ketidakpastian.

Tetapi mari kita berenung sejenak. Apakah kepastian yang kita maksudkan adalah kehidupan tanpa tantangan, tanpa kritik, tanpa pernah salah, dan tanpa ada pilihan lain? Wah, kalau ini yang dimaksudkan dengan hidup yang pasti, rasanya kita menjalani sesuatu yang menjemukan. Hidup dalam satu warna saja!

Hidup dengan kepastian sejati adalah hidup dalam keterbukaan diri pada segala tantangan dan kemungkinan-kemungkinan untuk dipilih. Mungkin kita diperhadapkan kepada pilihan-pilihan yang sulit, keadaan-keadaan dilematis, bahkan sering kali harus menguras tenaga dan pikiran untuk menentukan yang terbaik. Tidak perlu gamang, sebab kita punya prinsip-prinsip yang pasti dan parameter yang jelas dalam melakukan pilihan.

Orang Kristen dikaruniai Tuhan kepastian semacam itu. Kata Paulus, “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, (pasti) akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus (Filipi 1:6). Kita diperhadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit, tapi tidak perlu takut. Dalam Roma 8:15 dikatakan, “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah.”

Kita hidup dalam kepastian iman, walau menghadapi banyak tantangan dan pilihan. Ada orang yang inginkan kepastian tanpa tantangan. Orang seperti ini akan menjalani hidup secara tidak menggairahkan. Kalau diibaratkan makanan, tanpa bumbu dan tanpa variasi. Tidak mengundang selera makan sedikitpun.

Tetapi juga, kita jangan Cuma sebatas memilih lalu tidak berani menentukan langkah selanjutnya. Orang seperti ini hidup dengan segudang pertanyaan, tanpa pernah menemukan jawaban. Mereka terus bertanya, tapi tidak berani memutuskan jawaban mana yang harus diikuti. Mereka berjalan tanpa tujuan yang jelas.

Kita menghadapi banyak tantangan dan pilihan. Kita bergumul dengan semuanya itu, tapi dengan kepastian iman yang jelas. Filipi 1:10-11 berkata, “Sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.

Kepastian iman yang jelas akan membuat kita berjalan menuju tujuan yang jelas. Akhirnya, seperti Paulus, kita pun akan berkata, “Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan urgawi dari Allah dalam Kristus Yesus (Filipi 3:13-14).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here