Kesejahteraan dari Allah

0
1656

Oleh: Pdt. Anna Vera Pangaribuan

Syalom saudaraku, kiranya kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai kehidupan kita.

Renungan Rabu, 30 Agustus 2017

Daniel 6:26, Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: “Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu!

Allah adalah sumber kesejateraan jiwa dan batin orang percaya. Kesejateraan jiwa dan batin manusia bukan terletak pada tingkat harta yang dimilikinya, keluarga yang dimilikinya melainkan karena kita mampu mempertahankan iman percaya kita kepada Allah serta taat dan takut kepadanya. Baru saja kita diingatkan melalui kisah Daniel yang dimasukkan kedalam gua singa akibat dari kecemburuan dan ketidaksenangan dari beberapa wakil raja Darius yang memimpin kerajaan pada waktu itu. Usulan mereka, siapa yang tidak memohon kepada raja akan dihukum (dimasukkan ke dalam gua singa).

Setelah surat itu dikeluarkan, maka wakil raja Darius selalu memata-matai Daniel, pada akhirnya Daniel ditangkap sewaktu berdoa, dan dimasukkan ke lubang singa. Raja Darius tidak dapat berbuat apa-apa selain mengatakan: Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu? Ia pun menjawab: ya raja, kekallah hidupmu! Daniel tidak menggantungkan hidupnya sepenuhnya kepada doa dan ibadah pada situasi dan kondisi tertentu, tetapi menurut keyakinannya bahwa beribadah kepada Allah itu jauh sangat penting yang menunjukkan totalitas dia kepada Allah. Tindakan ini jelas membuktikan kesetiaannya terhadap segala keputusan Allah. Allah menyatakan kuasaNya atas Daniel yang di dalam gua singa dan mempunyai makna untuk menyatakan bahwa musuh Allah tidak ada apa-apanya, bahkan mereka akan menerima celaka.

Saudaraku, dijaman kita ini sekarang banyak tantangan dan acaman yang dapat menggoyahkan iman percaya kita kepada Allah,misalnya tingginya pengetahuan atau rendahnya pengetahuan,banyaknya atau sedikitnya harta,dll.Apa pengalaman iman kita yang membuat kita bisa goyah atau sebaliknya yakni semakin KUAT? Melalui kisah iman Daniel kita diingatkan untuk tetap SETIA PADA TUHAN.Kesetiaan itu tidak pernah? SIA-SIA.

Setialah kepada Dia, dan selalu meminta pertolongan kepada Allah di dalam doa, doa yang kita sampaikan mengandung permintaan keberanian jiwa dan roh menghadapi tantangan dunia ini serta mampu menyatakan kasihNya dilingkungan sekitar kita. Ketika kita menyatakan hal itu maka terjadilah pekabaran firman Allah yang berkelanjutan kepada orang lain yang belum mengenal Allah tanpa kita sadari. Melalui pemberitaan ini, kiranya kita semakin disejahterakan Allah karena IMAN. Amin.

Selamat beraktifitas untuk kita semua
Salam Marturia
Pdt. Anna Vera Pangaribuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here