Tiga Kelompok Manusia, Dua Destinasi Akhir (Bagian IV)

0
607

Oleh: Yonghan

 

 

Terhadap janji akan *menerima kembali 100x lipat,* banyak orang salah mengartikannya sebagai kelimpahan materi. Dari yang tadinya naik motor menjadi bawa sports car. Dari yang tadinya punya deposito Rp 10jt menjadi Rp 1M. Bukan ini yang dimaksud Yesus.

 

Alasan kenapa banyak orang berpikir demikian disebabkan “ragi” yang dibawa guru-guru palsu seperti Benny Hinn dan Joel Osteen. Ikut Tuhan Yesus maka yang miskin jadi kaya; yang sakit jadi sembuh.

 

Di pikiran kebanyakan orang Kristen masa kini, kelimpahan materi sering diidentikkan dengan perkenanan Tuhan. Kalau kaya dan sukses, berarti Tuhan berkenan padanya. Ini adalah contoh “ragi yang sudah telanjur merusak adonan”.

 

Jadi, apa yang dimaksud Yesus kalau kita akan “menerima kembali 100x lipat”?

 

Konsekuensi Paulus menjadi murid Kristus: “Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara. Kami melakukan pekerjaan tangan yang berat.

 

Kalau kami dimaki, kami memberkati. kalau kami dianiaya, kami sabar. kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah. Kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini” (1 Kor 4:11-13).

 

Namun, orang yang berada di situasi ini adalah orang yang sama yang menulis:

 

1 Tes 5:18

Mengucap syukurlah *dalam segala hal,* sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

 

Efe 5:20

Ucaplah syukur senantiasa *atas segala sesuatu* dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita

 

Ketika kita sudah mampu “senantiasa bersyukur *dalam segala hal, atas segala sesuatu”* padahal mengalami apa yang Paulus alami, maka saat itu kita sudah menerima kembali 100x lipat.

 

1 Pet 1:6-7

Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah *untuk membuktikan kemurnian imanmu— yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api*— sehingga kamu *memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan* pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

 

Saat itu, iman kita sudah teruji dan dimurnikan. Ada konfirmasi ilahi kalau kita sungguh-sungguh sudah memiliki iman-yang-menyelamatkan, bukan iman-yang-mati.

 

Terkonfirmasi, kita sudah memakai pakaian pesta!

 

Sukacita kita bukan lagi datang dari-dan-karena dunia, tetapi meluap-luap karena relasi kita yang dalam dengan Kristus. Saat itulah, kita telah “menerima kembali 100x lipat”. Benih itu telah terbukti jatuh di tanah yang subur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here