May Day

0
251

Oleh: Pdt. Jacobus Manuputty

 

 

Suara manusia diseantero dunia, laksana tangis tanpa air mata

Menyuarakan jerit, pekik dan keluh kesah dihati, yang resah sinis

Banyak beban yang tak terselesaikan, karena himpitan kehidupan

Itulah yang sedang terdengar dijalanan, minta keadilan dan atensi.

 

Ternyata memang ada himpitan yang menyesakan nafas manusia

Mereka-mereka yang diperlakukan tidak adil dan tidak manusiawi

Buruh kasar dipabrik, karyawan rendahan di kantoran dan perusahaan

Ada perlakuan “de lome par lome” dari yang kuat menekan yang lemah.

 

Hendaklah seruan-seruan jalanan itu murni tanpa embel-embel rekayasa

Jangan ada kepentingan yang mendompleng sehingga demo itu mubasir

Biarkan suara hati dari si lemah tersalurkan sehingga menggugah nurani

Hendaklah yang kuat membantu yang lemah dalam semangat bersama.

 

Hanya mereka yang punya hati yang mau mendengarkan suara hati

Sebab pusat kehidupan manusia ada dihati bukan di uang, harta dan materi

Pemimpin harus melayani bukan menumpuk kekuasaan untuk membebani

May Day, May Day, May Day.. itulah teriakan halus dari mereka yang gelisah.

 

Bersuaralah tanpa harus menista, berjuanglah dengan tertib dan penuh santun

Jangan jadikan unjuk rasa ajang pelampiasan nafsu dirimu yang tak terkendali.

 

Selamat Hari Buruh Internasional! Gb.

Baca juga  Kembali kepada Bapa, Masuk dalam Pesta Sorgawi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here