DERITA ORANG-ORANG BENAR

0
538

Oleh: Pdt. Jacobus Manuputty

Agak aneh memang kalau orang-orang benar harus menderita, sedikit kontroversi dan tidak rasional. Tetapi itu realitas yang ada di mana-mana didunia ini dan sulit
terbantahkan, sebuah anomali memang. Sulit dimengerti dengan akal sehat, karena seharusnya orang benar hidupnya senang dan sebaliknya mereka yang jahat seharusnya hidupnya susah. Kontroversi ini yang kadang membuat banyak orang terus bertanya-tanya: koq bisa, mengapa begitu, gak adil bangat dan seterusnya. Logika duniawi sulit memberi alasan yang cocok, karena memang tidak masuk akal dan unlogic. Untuk memahami sedikit rahasia Ilahi dari semua kontroversi ini, maka kita coba sedikit berpikir teologis.

Ada beberapa alasan teologis untuk menjawab judul diatas, antara lain :

1. KARENA DOSA ADAM:

Alasan klasik teologis ini hanya bisa diapahami dengan Iman, karena ada kaitan dengan “dosa turunan” dari nenek moyang manusia, Adam. Semua manusia dikandung dalam dosa Adam sehingga harus ikut berdosa. Penderitaan adalah akibat dari dosa itu sendiri, karena upah dosa adalah maut. Hanya dengan cara memahami seperti ini, maka kita bisa lebih berdamai dengan derita kalau itu ada. Agar jangan kita seperti orang kebingungan yang tidak mengerti hakekat hidup ini.

2. KARENA ALLAH BERKENAN:

Ini ada hubungan dengan cara Allah mendidik manusia percaya, agar mereka makin matang didalam Iman. Bahwa orang beriman dalam hidupnya tidak otomatis bebas dari derita dan pergumulan. Supaya mereka makin sabar dan setia untuk belajar memahami lika liku hidup bersama Tuhannya. Dan kadang Tuhan berkenaan untuk melatih kita alami “api penyucian”, agar kadar Iman kita seperti emas atau batu permata, bukan seperti tembaga, kayu atau rumput kering.

3. BELAJAR MEMAHAMI CARA ALLAH dan MAKSUD2-NYA:

Bahwa cara dan pikiran Allah tidak sama dengan cara dan pikiran kita, karena kita tidak bisa memaksa Dia untuk mengikuti keinginan kita. Kecenderungan kita maunya enak dan gampang, tetapi Tuhan tidak mau jadikan kita “anak-anak gampang”. Supaya kita belajar “tulus” dan “pasrah” serta taat kepada Tuhan, bahwa lewat derita Dia mematangkan hidup kita agar menjadi kuat dan matang. Disanalah kita belajar dengan sabar memahami cara Allah dan maksud-maksud-Nya.

4. BELAJAR GANTUNGKAN HIDUP KEPADA TUHAN:

Apabila tidak ada penderitaan dalam hidup manusia, maka mereka bisa melupakan Tuhannya. Mereka akan berkata: untuk apa lagi dengan Tuhan, toh hidup kita sudah aman, senang dan happy, dan karena itu, Tuhan tidak lagi diperlukan. Lewat penderitaan, orang belajar bergantung hidupnya kepada Tuhan dan mengandalkan Tuhannya, tidak mengandalkan dirinya sendiri. Ketergantungan kepada Tuhan itu mutlak dan wajib, sebagai manusia ciptaan-Nya, bukan manusia jadi-jadian.

5. MEMPERKUAT IMAN DAN ANDALKAN TUHAN:

Penderitaan adalah sarana yang dipakai Allah utuk memperkuat Iman anak-anak Tuhan. Supaya kita belajar untuk selalu bersyukur, baik dalam suka maupun duka hidup ini. Iman kita makin diperkuat lewat ujian-ujian hidup ini, sekalipun penderitaan adalah jalan yang kadang Tuhan pakai. Jalan Tuhan tidak selalu lurus dan gampang, ada liku-likunya agar kita belajar mengerti dan memperkuat Iman kita.

Dengan semua derita yang ada, kita makin yakin bahwa Tuhan itu ada dan terus menyertai kita. Supaya kita belajar hidup tidak hanya dengan kekuatan sendiri tetapi tetap mengandalkan Tuhan.

Tetapi yakinlah, orang-orang benar akan menang melawan segala kejahatan dan tipu daya manusia, karena Tuhan selalu berpihak pada Kebenaran dan menentang segala bentuk kejahatan. Karena itu, berpeganglah dalam Kebenaran, dan jauhilah segala kejahatan, sekecil apapun itu!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here