Pernyataan Sikap PP PGLII Tentang Pembubaran Ibadah KKR Natal di Gedung Sabuga ITB Bandung

0
496

Jakarta, Suarakristen.com,

Menanggapi peristiwa pembubaran IBADAH KKR NATAL oleh sekelompok orang yg menamakan diri Pembela Ahlus Sunnah (PAS) pada hari Selasa, tanggal 6 Desember 2016, bertempat di gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, jln Tamansari, Bandung yang diselenggarakan oleh Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Pimpinan Pdt Dr Stephen Tong.

Bersama ini *Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII)* yang terdiri dari 97 anggota Sinode gereja dan 107 Yayasan/ Lembaga, menyatakan :

1. Mengecam keras atas terjadinya penindasan, penghinaan dan teror yang dilakukan oleh Ormas PAS yang telah membubarkan IBADAH KKR Natal GRII tanpa mengindahkan konstitusi NKRI khususnya pasal 29 UUD 1945.

2. Menyampaikan keprihatinan yang mendalam kepada seluruh anggota jemaat GRII yg telah mengalami penindasan, penghinaan dan teror atas dibubarkannya IBADAH KKR NATAL.

3. Bahwa peristiwa pembubaran IBADAH KKR NATAL itu telah sangat melukai perasaan umat Kristiani di Indonesia sehingga mengoyakkan rasa kesatuan dan persatuan bangsa dan sangat merusak sendi-sendi keutuhan bangsa dan bernegara di Indonesia yg sudah terbangun selama ini.

4. Menyerukan kepada aparat POLRI untuk mengayomi, mengawal dan menjaga berjalannya kebebasan beribadah umat beragama dan waspada atas kiat-kiat yang jahat dari kelompok-kelompok tertentu yg diduga telah berupaya memanfaatkan POLRI untuk tujuan-tujuan sektarian dan berpotensi memecah belah keutuhan bangsa Indonesia.

5. Menyerukan kepada Ormas PAS dan semua pihak untuk mengedepankan toleransi dan saling menghargai antar sesama umat beragama khususnya dalam melaksanakan dan memperingati hari-hari besar keagamaan. Dan menjaga keutuhan 4 pilar bangsa, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, Pancasila dan UUD 1945.

6. Menyerukan kepada umat Kristiani agar tetap tenang dan menahan diri dan tidak melakukan tindakan-tindakan yg kontra produktif melainkan berdoa bersama serta membangun iman dan pengharapan yang kokoh sebagaimana dinyatakan Tuhan Yesus Kristus dalam Alkitab “Akulah jalan kebenaran dan hidup ” (Yoh 14:6). Jangan takut ! Teruslah beritakan Firman dan jangan diam ! (Kis 18:9)

Baca juga  250.000 Jemaat Memadati GBK Hadiri Natal Tiberias 2019

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan kepada masyarakat Indonesia dan dunia sebagai tanggungjawab moral dan sosial kaum Injili di Indonesia.

Jakarta, 8 Desember 2016

*Pimpinan Pusat*
*Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia*

Pdt DR Ronny Mandang, M.Th
_Ketua Umum_

Pdt Dr Freddy Soenyoto, M.Th
_Sekretaris Umum_

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here