Gereja Presbyterian Terbesar di AS Mentahbiskan Perkawinan Sesama-jenis Pertama di Kantor Pusatnya.

0
993

 

 

Oleh: Hotben Lingga

 

Jakarta, Suarakristen.com.

 

 

Denominasi Presbyterian terbesar di Amerika Serikat baru-baru ini mentahbiskan perkawinan sesama jenis (same-sex marriage) di kantor pusatnya di Louisville, Kentucky. Gereja Presbyterian Church (USA) mengadakan Pernikahan Sejenis pertama di kantor pusatnya.(8/9/15)

 

Pejabat Gereja Presbyterian yang memimpin pernikahan “Adam versus Adam’,  Paul Kempf dan Robb Gwaltney,  di  Kapel pusat sinode tersebut adalah Pdt. David Maxwell, seorang editor di Perusahaan Penerbitan Presbyterian. Kempf adalah seorang karyawan Gereja Presbyterian, sedang Gwalney adalah seorsang mantan karyawan Gereja tersebut.

 

Pernikahan tersebut hanya dihadiri sekitar 25 orang, yang terdiri dari keluarga dan kerabat dekat kedua pria tersebut, beserta beberapa pegawai gereja.

 

The Presbyterian Church (U.S.A.) (PCUSA) mengadakan pertemuan sinodal pada awal tahun ini dan memutuskan menerima Perkawinan sejenis.

 

Konsekuensi dari penerimaan gereja pada perkawinan sesama jenis tersebut telah membuat gereja tersebut terpecah dua. Sudah lebih dari 200 gereja presbyterian konservatif yang keluar dari sinode gereja tersebut.

 

Kelompok dan faksi konservatif Gereja Presbyterian tersebut  mrnyatakan pentahbisan perkawinan sejenis merupakan perbuatan yang menghujat Tuhan dan terkutuk. Tidak  ada gereja yang berhak mengubah Firman Tuhan, apalagi mengubah hukum dan ketetapan Tuhan tentang perkawinan. Dengan menerima praktek perkawinan sesama jenis  maka masa depan sinode ini akan semakin hancur dan merosot.

 

Baru-baru ini  The National Black Church Initiative (NBCI), sebuah koalisi gereja-gereja Protestan  konservatif yang menghimpun lebih dari 34.000 Gereja menyatakan memutuskan hubungan dan ikatan kerja-sama dengan Gereja Presbyterian ini karena Gereja ini mengesahkan dan menerima perkawinan sejenis. Koalisi ini terdiri dari 15 denominasi dengan jumlah anggota jemaat sekitar 15,7 junta jiwa.

Faksi-faksi konservatif di PCUSA saat ini masih sedang berusaha agar PCUSA kembali berdiri di atas Firman Tuhan dan tunduk pada pikiran Kristus. Mereka meminta dan mendesak agar pendeta-pendeta pimpinan PCUSA bertobat dan meminta pengampunan dosa karena menerima dan mengakui praktek homoseks dan lesbianisme dan LGBT.  Dengan menerima  praktek LGBT, gereja Presbyterian tidak lagi mendasarkan diri pada ajaran-ajaran dan tradisi Alkitab yang dipegang teguh gereja selama 2000 ini. Pendeta-pendeta yang menerima praktek LGBT adalah pendeta-pendeta durhaka dan murtad, serta merupakan serigala-serigala buas yang menyusup masuk ke dalam tubuh Kristus. Mereka adalah pendeta-pendeta “Sodomis” dan nabi-nabi palsu yang mengkotbahkan injil palsu atau Injil LGBT.

Dalam pengamatan Suarakristen.com, gereja-gereja Protestan arus utama (mainline churches) di Indonesia saat ini juga sudah dalam keadaan siaga satu, kondisi gawat darurat. Umat Kristen Protestan dan pendeta-pendeta harus diingatkan bahwa ide-ide dan roh-roh sodomis global juga telah menyusup ke dalam STT-STT dan organisasi-organisasi Gereja di Indonesia. Lobby-lobby dan gerakan pro LGBT dapat terbaca dari pernyataan salah seorang tokoh gereja yang menerima ” legalisasi perkawinan sesama jenis”. Dan, sudah banyak pendeta-pendeta di Indonesia yang menerima praktek gay atau LGBT.

Gereja-gereja dan umat Tuhan di Indonesia: Waspadalah, Waspadalah!!!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here