Lawan: Gerakan, Agenda & Propaganda Pro Homo/Lesbi/LGBT

0
1320

Lawan: Gerakan, Agenda & Propaganda Pro Homo/Lesbi/LGBT

Oleh:  Hotben Lingga

“Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat” (Yesaya 5:20)

gay-800x543Gerakan global untuk mendukung dan melegalisir praktek homoseks dan lesbi semakin kuat di seluruh dunia. Di Eropa dan AS, Kuasa kegelapan dan pengikut-pengikutnya secara agresif sedang mempropagandakan dan berusaha melegalisir “perkawinan sejenis”. Mereka mempropagandakan bahwa perkawinan tradisional antara laki-laki dengan perempuan sudah usang/kuno. Melalui surat kabar, majalah, radio, TV, Film, LSM, dan “partai-partai” atheis dan sekuler, mereka semakin gencar memaksakan untuk melegalkan dan menormalisasikan ideologi dan “ide kreatif setan” ini. Wabah, penyakit dan virus “roh homo/lesbi” sedang menyebar luas di Eropa dan AS. Di AS, simbol dan puncak “kemenangan” kaum homo adalah ketika diadakan perkawinan sejenis pada bulan Januari 2013 di Katedral Nasional Washington, yang selama ini dijadikan sebagai Gereja tempat pemberkatan presiden dan wapres terpilih AS dan tempat perayaan nasional lainnya. Selama seabad ini Katedral Nasional menjadi semacam “Bait Allah”nya umat Israel. Para pendukung dan propagandis gerakan Gay (Homo/Lesbi) seperti The Human Rights Campaign, bertepuk tangan, mengadakan parade dan pesta besar ketika Katedral Nasional Washington (Gereja Episkopal AS) melegalisir dan mengadakan perkawinan sejenis di Gereja tersebut.

Di AS dan Eropa, sampai tahun 1960, praktek homoseks masih dianggap tindak pidana, penyakit mental dan kejahatan moral yang sangat menjijikkan (Imamat 20:13; Roma 1:26-27; Kej 19). Akan tetapi begitu terjadi revolusi seksual pada tahun 1960an, khususnya pada tahun 1969, propaganda/gerakan pro homo/lesbi mulai dilancarkan secara terang-terangan.oleh para anti-kris. Apalagi ketika kaum evolusionis, atheis dan humanis sekuler mulai menguasai/mendominasi sekolah-sekolah dan universitas-universitas dan lembaga-lembaga pemerintah, maka situasi dan peta kekuatanpun cepat berubah. Nilai-nilai kekristenan dan Alkitab berhasil dimarjinalkan dan dilemahkan! Maka, secara sistimatis dan terorganisir “ideologi homo/lesbi” diindoktrinasi kepada masyarakat/bangsa AS dan Eropa melalui pendidikan umum, televisi dan media-media liberal. Maka semakin banyak orang/masyarakat AS dan Eropa yang menjadi mangsa dan korban dari gerakan yang ingin menghomokan umat manusia sedunia. Puluhan juta orang AS dan Eropa sudah menjadi korban dusta bahwa gaya hidup gay/homo adalah wajar, normal, alami dan biblikal.

Sangat menyedihkan dan menakutkan, justru di negara-negara di mana Kekristenan menjadi kelompok mayoritas, di situ praktek homoseks dan lesbi semakin ditoleransi, disokong, dinormalkan dan dibudayakan! Sudah jelas sedang terjadi peperangan rohani besar dalam Gereja dan masyarakat! Iblis berusaha menghancurkan Gereja dan Kekristenan melalui Gerakan LGBT (Lesbian, Gay, Bisexsual and Transgender). Gerakan pro homoseksual sangat agresif, seringkali didukung politisi-politisi terkenal, perusahaan-perusahaan besar dan artis-artis Hollywood, berusaha “mentransformasi” sebuah masyarakat dan bangsa menjadi “komunitas Sodom dan Gomora yang baru”!

Saat ini sudah lebih dari 155 juta lebih laki-laki dan wanita terlibat dalam praktek homoseksualitas dalam setiap budaya dan negara di seluruh dunia. Kalau dianalogkan dengan populasi negara Singapura (+ 5.000.000 jiwa), berarti di seluruh dunia sudah terdapat 30 koloni bangsa/masyarakat yang homo/lesbi! Sudah ada 30 “Negara Sodom dan Gomora” (+ 250.000 penduduk waktu itu) yang baru di seluruh dunia!

Apa arti semuanya ini?

Kita sedang hidup di zaman seperti masa Nabi Yesaya ketika ia menyampaikan peringatan Tuhan.“Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat” (Yesaya 5:20). Kita sedang hidup di zaman Sodom dan Gomora lagi! Ada gerakan dan propaganda jahat untuk menipu dan membohongi umat manusia untuk menerima kejahatan dosa seksual ini sebagai kebaikan bagi manusia. 155 juta orang lebih di seluruh dunia sedang (akan) “memangsa” dan “menyodomi” saudara-saudara kita, anak-anak kita, pemuda-pemuda kita, masyarakat kita dan bangsa kita! Mereka sekarang secara progresif dan terang-terangan berusaha “menghomokan Gereja kita, masyarakat kita dan keluarga kita!

Baca juga  Di Masa Karantina, Pemda Hendaknya Tidak Melupakan Wartawan

Gereja/Kekristenan sedang lampu merah! Kaum Anti Kris sedang berusaha menghancurkan keluarga dan Gereja kita! Kita sedang diserang dan dibombardir! Sudah setengah dari saudara-saudara dan gereja-gereja kita di AS dan Eropa yang “terhilang”, “dimangsa”, “ditipu” dan “ditaklukkan” oleh singa-singa jahat dan roh-roh homo/najis. Setengah Gereja/umat Kristen di AS sudah menjadi “Gereja Pro Homo”! Gereja-gereja Protestan Injili di Indonesia dan di seluruh dunia harus (sudah) dibangunkan dan dimobilisasi untuk melawan arus/gelombang baru, gerakan penyesatan di akhir zaman, tsunami moral dan “wabah maut” ini! Kita harus menyingsingkan lengan kita, mengangkat senjata rohani kita dan bangkit maju berperang untuk melawan kaum Anti Kris! Bunyi sangkakala dan bunyi sirene harus kita kuatkan untuk memperingati adanya ancaman dan bahaya dari Gerakan Gay sedunia ini yang sewaktu-waktu bisa memangsa anggota keluarga kita, anggota gereja kita, teman-teman kita dan lingkungan kita! Kita harus menantang dan menentang Gerakan homo ini seperti kita melawan praktek perbudakan. Terlalu banyak Gereja yang menghindari untuk membahas topik tentang homoseksualitas dan tidak menyadari dampak menghancurkan dari tingkah-laku homoseksual.

Bahaya Gerakan Gay

Salah satu strategi dan cara utama Iblis untuk menghancurkan kemanusiaan dan Gereja saat ini adalah melalui Gerakan dan tingkah laku/praktek homoseks/lesbianisme. Gerakan homo adalah bagian dari roh Anti Kris yang ingin membawa manusia kepada kejahatan, sakit penyakit, kehancuran hidup, nihilisme, kehampaan hidup dan kematian.

Homoseksualitas sedang menyobek-nyobek kehidupan masyarakat dan keluarga. Normalisasi homoseksualitas adalah sebuah bencana kemanusiaan yang maha dahsyat, sebuah tsunami moral yang akan menghancurkan tatanan kemanusiaan dan menghancurkan kemanusiaan itu sendiri secara cepat. Bencana besar baru yang sedang melanda umat manusia saat ini adalah “normalisasi dan institusionalisasi” perkawinan sejenis

Seluruh studi, riset dan data tentang kesehatan masyarakat menunjukkan bahwa praktek homoseksual/lesbianisme jauh lebih banyak beresiko kena penyakit tidak hanya HIV AIDS, tetapi juga siphilis, kencing nanah, HPV (human papilloma virus, hepatitis, chlamydia (klamidia) dan penyakit-penyakit infeksi bernama “sindrom usus besar kaum gay”. Kaum homo dan lesbi juga jauh lebih banyak yang kecanduan obat-obatan (narkoba) dan alkohol. Sehingga, kaum homo dan lesbi rata-rata/kebanyakan mati muda karena kena penyakit infeksi dan narkoba/alkohol. Praktek hubungan seks sesama jenis, biseks, seks bebas, dan hubungan seks dengan binatang, adalah penyebab utama penyebaran penyakit-penyakit infeksi kelamin. Legalisasi “gay” hanya mempercepat penyebaran wabah penyakit-penyakit ini!

Data survei di tahun 2008 saja terhadap kaum gay di AS menunjukkan 63% kaum gay AS kena penyakit Sipilis dan penyakit-penyakit menular seksual yang sangat membahayakan kesehatan, 55 % kena penyakit usus, 44 % kena Hepatitis A, 37 % Hepatitis B, dan 88 % kena AIDS! Hanya 1% kaum Homo yang bisa hidup mencapai 65 tahun! Tingkat bunuh diri kaum homo mencapai 60 kali lebih tinggi dari populasi non homo. Kaum homo tiga kali lebih tinggi mengalami kecanduan obat dan minuman keras. Angka pembunuhan yang dilakukan kaum homo 50 kali lebih tinggi dari kaum non homo! Jadi secara medis, praktek homoseksualitas dan lesbianisme sangat fatal/mematikan dan berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental.

Semua penyimpangan dan pelanggaran terhadap bentuk/format seksual yang diciptakan Allah akan melahirkan (nilai-nilai) manusia-manusia yang aneh dan tidak diharapkan seperti menjadi poligamis (seorang laki-laki yang beristeri lebih dari seorang), bigamis (orang yang beristri dua), biseksual, banci dan poliamoris (mempunyai banyak pasangan seks). Toleransi terhadap praktek seksual ini akan menghancurkan seluruh nilai-nilai keluarga. Praktek homoseksualitas dan lesbianisme akan menghancurkan kesehatan dan moralitas masyarakat, peradaban dan gereja!

Baca juga  Presiden Perempuan Untuk Kemajuan Indonesia.

Ajaran Protestan tentang Homoseksualitas dan Lesbianisme

Dosa adalah pelanggaran terhadap hukum-hukum Allah yang diwahyukan dalam Alkitab. Semua dosa seksual dikutuk oleh Allah, termasuk perzinahan heteroseksual, seks homoseksual, lesbianisme dan hubungan seks dengan binatang. Semua seks diluar perkawinan monogami dan heteroseksual adalah bejat. Alkitab menegaskan bahwa tak seorangpun berhak menyebut dirinya Kristen apabila memilih gaya hidup seksual yang menyimpang.

Hubungan seks sesama jenis bukanlah rancangan Allah. Melainkan gaya hidup, pilihan, imajinasi, rancangan dan ciptaan Setan! Adalah rancangan Tuhan untuk menciptakan kita laki-laki dan perempuan (Kej. 1:27). Dan dari sejak awal penciptaan, ditegaskan,” Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” (Kej. 2:24). Dari sejak awal penciptaan manusia, homoseksualitas dan lesbianisme adalah pemberontakan dan kejahatan terhadap maksud penciptaan Tuhan. Dosa ini menyebabkan/membawa kutuk, hukuman dan maut dalam hidup ini!

Nilai-nilai tentang seksualitas tidak berasal dari teman-teman, keluarga atau teman sekerja kita. Ajaran dan anugerah seksual berasal dari Allah. Seksualitas antara laki-laki dengan perempuan adalah ciptaan Tuhan, sedang seksualitas antara laki-laki dengan laki, perempuan dengan perempuan, dan seksualitas ganda (biseks/transgender) adalah ciptaan roh-roh jahat. Dasar yang kokoh dan sejati untuk standar dan hukum seksualitas hanyalah Firman Tuhan. Contoh dosa seksual di Sodom dan Gomora diberikan sebagai peringatan bagi semua generasi (Kej. 18:20-21; 19:4-5, 24-25). Tuhan tidak suka kejahatan seksual dan berkata,” Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian.” (Imamat 18:22). Homoseksualitas dan lesbianisme adalah kekejian bagi Tuhan.

Jadi, homoseksualitas dan lesbianisme adalah dosa terhadap Allah. Alkitab secara konsisten menegaskan bahwa aktivitas homoseksual adalah sebuah dosa (Kej. 19:1-13; Kel. 18:20; Imamat 18:22-25; 20:13; 1 Raj 14:24 Roma 1:24-28, I Kor. 6:9; 1 Tim 1:9-10, Yud 7.) Homoseksualitas secara Alkitabiah adalah salah. Perkawinan sejenis adalah salah. Karena perkawinan yang kudus, manusiawi dan alami adalah antara seorang laki-laki dan seorang wanita. Karena itu, kita harus dengan tegas melawan homoseksualitas dan perkawinan sesama jenis, dan berdiri membela perkawinan alkitabiah.

Kita umat Protestan menentang perkawinan sejenis karena perkawinan ini melawan natur yang Tuhan ciptakan. Manusia diciptakan dalam gambar dan rupa Tuhan (Kej. 1:26-27, 9:6). Kita menolak perkawinan sejenis karena perkawinan ini adalah dusta yang menipu manusia. Tuhan tidak menciptakan manusia homo/lesbi. Perkawinan sejenis adalah gaya hidup yang seseorang pilih. Kita tidak boleh berkompromi dengan roh homo/lesbi. Perkawinan sejenis tidak akan membuat Gereja relevan, tetapi akan membuat gereja kosong dan mati!

Akan tetapi, kita tegaskan bahwa kita tidak membenci dan tidak menolak kaum homo/lesbi. Kita mengasihi mereka sama seperti Kristus juga mengasihi mereka. Kita tidak menghina dan mengutuk mereka (Baca Yoh 4 dan Yoh 8), tetapi kita ingin mereka diselamatkan, dicerahkan dan “dilepaskan” dari roh-roh najis, roh-roh jahat, roh-roh cabul! Gereja menawarkan pengampunan, pertobatan dan pembaharuan dan pemulihan kepada mereka.

Alkitab menyatakan bahwa kaum homo dan lesbi harus bertobat dan meninggalkan praktek-praktek homoseks mereka dan kembali kepada Yesus agar bisa diselamatkan. Alkitab menjelaskan kabar baik dari Kristus sebagai rahmat karunia Tuhan. Tuhan memberikan kepada anak-anakNya kuasa untuk berbalik dari dosa mereka. Sebagai orang berdosa kita tahu bahwa kebaikan yang sempurna hanya ditemukan dalam Yesus Kristus. Kita akan menyambut mereka sebagai saudara dan saudari kita kalau mereka berseru kepada nama Kristus dan bertobat dari dosa-dosa mereka dan dari praktek-praktek homo mereka.

Rasul Paulus menulis,” Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit (gay), pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.” (I Kor 6:9-11).

Baca juga  Presiden Perempuan Untuk Kemajuan Indonesia.

Gereja juga harus menegaskan bahwa Injil menyuarakan pembebasan dari semua dosa, termasuk dosa seksual. Gereja harus menjadi komunitas yang bisa menyembuhkan, harus memproklamasikan kuasa transformasi-Nya dan melakukan pelayanan pemulihan yang berpusatkan pada Kristus.

Karena itu, kaum homo dan lesbi harus menjadi prioritas pelayanan Gereja. Mereka harus dijangkau dan “dilepaskan” dengan kuasa Injil dan dilayani dengan kebenaran, anugerah dan kuasa Allah.

Juga harus kita tegaskan, pengangkatan seorang homoseks atau lesbi menjadi pendeta, hamba Tuhan atau uskup adalah sebuah penyimpangan iman, yang menghina Tuhan dan mengkhianati iman historis Kristen. Penahbisan seseorang yang melakukan dosa homoseks di jabatan gerejawi bertentangan dengan mandat yang jelas dari Konsili Yerusalem yang pertama (Kis 15) yang dipimpin oleh pemimpin-pemimpin pertama Gereja yaitu para rasul Kristus. Kita mendesak Gereja-gereja untuk mencopot dan memecat para pejabatnya yang homo dan lesbi dan menyerukan kepada mereka agar bertobat dan memimpin mereka kembali kepada pembaharuan iman. Menahbiskan orang yang melakukan dosa homoseks, lesbianisme dan dosa-dosa seksual lain secara sengaja dan teratur, untuk melayani Tuhan dan menempatkan mereka sebagai pemimpin dalam Gereja Tuhan, adalah suatu kebodohan yang luar biasa yang menginjak-injak perintah Tuhan dan menghina kehormatan Tuhan.

Sejarah juga memperlihatkan kepada kita bahwa setiap masyarakat Kristen di masa lalu telah mengutuk praktek homoseksualitas. Selama dua ribu tahun Gereja-gereja dan komunitas Kristen melarang sodomi. Sejarah Yunani dan Roma menunjukkan bahwa penerimaan praktek homoseksual merupakan salah satu faktor utama runtuhnya masyarakat beradab.

Keluarga Alkitabiah adalah tulang punggung masyarakat! Kalau keluarga hancur maka kebudayaan akan mati. Sebenarnya, ini adalah faktor utama kematian Roma.

Apa yang harus kita lakukan? Kaum homo memerlukan Kristus agar mereka bisa ditransformasi. Allah bisa membebaskan seorang homo dan lesbi dari ikatan gaya hidup tersebut. (I Kor. 6:9-11). Kita harus berusaha memenangkan kaum homo/lesbi bagi Kristus, kemudian kehidupan mereka akan berubah. Kita harus mengkotbahkan kebenaran Allah dari atas mimbar. Kita harus mengajarkan kebenaran Allah dalam rumah kita. Kita harus mengikuti teladan Kristus dalam hidup kita. Kita harus menyuarakan kebenaran Allah di depan umum. Kita harus berdoa untuk pemerintah dan hamba-hamba Tuhan. Kita harus mendesak mereka untuk membela dan mempertahankan kebenaran firman Tuhan tentang seksualitas yang benar dan Alkitabiah.

Medan peperangan pertama adalah pikiran kita. Kita perlu memperlengkapi anak-anak kita untuk bersikap tegas dalam iman dan menjaga diri mereka dari tipu daya pemikiran dan perangkap pergaulan homoseks

Gereja gereja kita di Indonesia kurang menyadari bahaya ini, dan kurang (masih tampak pasif) memperlengkapi anak-anak muda untuk menghadapi infiltrasi, penetrasi, serangan dan penipuan Gerakan kaum homo/lesbi sedunia.

Karena itu, orang-tua, guru, pemimpin-pemimpin Kristen sekarang mempunyai tanggung-jawab untuk mengajar anak-anak mereka, para remaja dan pemuda Kristen tentang apa yang benar dan apa yang salah, tentang bahaya, ancaman dan perangkap roh-roh cabul/najis ini.

Dimanapun homoseksualitas dipraktekkan, diterima, disokong, disahkan dan disetujui, disitu akan terjadi krisis kemanuisaan, krisis moralitas, kutuk, wabah penyakit dan kekacauan tatanan kehidupan.

Jangan biarkan roh-roh homo/lesbi masuk kedalam keluarga, gereja dan masyarakat Kristen di Indonesia! Lawan Gerakan, Agenda dan Propaganda Pro Homo/Lesbi/ LGBT! Am