Transformasikan Wanita Kristen Protestan Maka Bangsa Akan Mengalami Transformasi!

0
1492

Rebeka Harsono, M.A. (Peneliti dan Dosen)

Rebeka Harsono, M.A. (Peneliti dan Dosen)
Rebeka Harsono, M.A. (Peneliti dan Dosen)

“Wanita Protestan harus segera ditransformasi agar dapat semakin berperan dalam semua aspek kehidupan. Sebagai salah satu pilar Gereja dan bangsa, wanita Protestan harus segera bangkit, menjadi kuat dan berkarya di semua lini stragetis. Karena itu, kalau wanita Protestan diberdayakan, dididik, ditransformasi dan diubahkan sesuai dengan paradigma Alkitab, maka dampak atau pengaruhnya akan sangat besar bagi bangsa dan masyarakat. Tuhan ingin dan sedang menggerakkan kaum wanita Kristen Protestan untuk dapat tampil sebagai terang, saksi, teladan, motivator, pelopor, pemimpin dan “nabiah-nabiah” Allah dalam pergumulan dan pembangunan bangsa, masyarakat, gereja dan keluarga. Allah sedang membangkitkan generasi Ester dan Debora yang baru untuk mentransformasi kota-kota di Indonesia, untuk membentuk bangsa dan menggenapi rencana Allah bagi bangsa-bangsa. Kita rindu dan akan melihat wanita-wanita Protestan yang penuh iman dan dipimpin oleh Roh Kudus bangkit dan mengubah jalannya sejarah. Transformasikan wanita Kristen Protestan maka bangsa akan mengalami transformasi” Demikian dipaparkan Rebeka Harsono, M.A, Peneliti dan dosen di beberapa universitas, dalam diskusi bulanan dengan tema “Peran Wanita Protestan dalam Transformasi Bangsa”, di Jakarta.. Diskusi diselenggarakan oleh sebuah think-tank “Akademi Protestan Indonesia” (API).

“Untuk itu, harus ada terobosan besar, pembaharuan, restorasi, pemberdayaan dan kebangunan rohani bagi kaum wanita Kristen di Indonesia. Harus ada Grand Design dan strategi kebudayaan untuk menjadikan wanita Kristen menjadi kekuatan besar untuk mentransformasi masyarakat dan bangsa dan menjadi “Ibu Rohani” bagi kota dan lingkungan tempat tinggalnya, untuk menjadi berkat bagi lingkungan hidupnya, dalam keluarganya, dunia pekerjaan, dunia usaha dan masyarakat. Allah sedang memanggil dan menggerakkan kaum wanita untuk turut aktif dalam pelayanan dan pembangunan nasional”tegas Rebeka .

 

“Allah yang maha-kuasa akan melakukan perkara besar melalui kaum wanita Protestan di Indonesia di dekade ini dan dekade berikutnya. Kalau kita menggerakkan wanita Protestan maka bangsa ini akan mengalami kemajuan besar dan kebangunan rohani. Masyarakat akan menyaksikan wanita-wanita yang penuh iman membangun Kerajaan Allah di Indonesia. Peran wanita Protestan harus ditingkatkan dalam dunia karir, bisnis, pemerintahan dan keluarga untuk mentransformasi kota, masyarakat dan bangsa ini,” kata kader GMKI Yogjakarta ini.

 

“Wanita adalah kunci dalam transformasi bangsa. Mazmur 68:12,” Tuhan menyampaikan sabda; wanita-wanita yang membawa kabar baik itu merupakan tentara yang besar.” Allah akan mengurapi wanita-wanita dengan kuasa Roh Kudus untuk mengajari keluarganya dan lingkungan sekitarnya, untuk mempengaruhi dan membaharui masyarakat, dunia kerja dan dunia ini. Allah ingin wanita-wanita Protestan berkotbah, menginjil dan mengajari kota-kota dan bangsa-bangsa” Allah ingin wanita-wanita tampil sebagai pemimpin-pemimpin masa depan.”urai Rebeka dengan penuh semangat.

 

“Hanya dengan menjadi wanita yang berpengaruh, penting, yang melakukan sesuatu yang spektakuler dan berani untuk Tuhan, yang taat, yang cakap (berkompeten), yang berjiwa pionir, yang ma(mp)u memuridkan, yang keibuan dan kaya, wanita bisa mentransformasi lingkungan dan masyarakat,”tegasnya lagi.

 

“Transformasi wanita hanya dapat terjadi melalui  pemberdayaan, peningkatan SDM, pendidikan tinggi, kaderisasi, pelatihan kepemimpinan dan kewiraswastaan dan gerakan pemuridan,”seru Rebeka.

 

“Saya mendukung Visi “Akademi Protestan Indonesia” (API) untuk membangun sebuah universitas yang besar yang dapat menampung 100.000 mahasiswi, bernama “Universitas Wanita Protestan Indonesia” (UWPI). Yang akan menjadi pusat pendidikan, pengkaderan, pencerahan dan pemberdayaan kaum wanita Indonesia.”paparnya (Pdt. Bob Leimena)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here