Memahami Doktrin Tritunggal Melalui Alkitab dan Ciptaan

0
1613

Pdt. Lushak Andrews M. Butarbutar, M.Th.

lushakDoktrin Tritunggal/Trinitas merupakan salah satu doktrin terpenting iman Kristen. Doktrin ini diakui dan diterima mayoritas umat/aliran Kristen, baik Kristen Katolik, Kristen Ortodoks maupun Kristen Protestan. Intisari Tritunggal adalah pengakuan dan penegasan bahwa Allahnya Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, yaitu Allahnya umat Kristen, adalah Allah Yang Esa, tetapi hadir dalam Tiga Pribadi: Allah Bapa dan Putra dan Roh Kudus, dimana ketiganya adalah sama esensinya, sama kedudukannya, sama kuasanya, sama kemuliaannya dan sama kekekalannya. Istilah Tritunggal menunjukkan arti ada tiga Pribadi dalam satu kesatuan esensi dan keberadaan Allah: Satu keberadaan Allah di dalam tiga Pribadi dan satu substansi (natur), Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Meskipun Alkitab, baik PL maupun PB tidak secara eksplisit menuliskan dan menggunakan istilah “Allah Tritunggal’, tetapi keberadaan Pribadi Bapa, Putra dan Roh Kudus tersirat dalam banyak ayat Firman Tuhan, baik secara terpisah maupun bersama-sama. Acuan dan dasar Doktrin Tritunggal disebutkan secara eksplisit dan implisit di dalam PL, misalnya dalam Kitab Kejadian. -Kejadian 1:26: Berfirmanlah Allah:”Baiklah KITA menjadikan manusia menurut gambar dan rupa KITA, supaya…”; -Kejadian 3:22: Berfirmanlah Tuhan Allah:”Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti SALAH SATU DARI KITA,…” Bagian Alkitab yang paling jelas dan terang mengungkapkan dan mengajarkan Doktrin Tritunggal ada dalam Kitab Kejadian 18:1-15. Pasal ini memperlihatkan secara gamblang, Allah menampakkan diri (menyatakan diri secara fisik) kepada Abraham secara eksklusif. Allah yang Tritunggal menampakkan diri kepada Abraham dalam wujud Tiga Orang/Pribadi.

 

Alkitab

Alkitab mengajarkan hanya  ada satu Allah yang hidup dan sejati (Ul  4:39;6:4; Yes 45:5; Mal 2:10; Mark 12:29; Yoh 17:3; 1 Kor 8:4-6) yang secara kekal ada di dalam tiga pribadi (persona). Inilah Allah yang sejati, (Kis 17:29; Rom 1:20; Kol 2:9) yang terdiri dari Bapa, Anak dan Roh Kudus, setara dalam kuasa dan kemuliaan (Mat 28:19; 1 Kor 12:4-6; 2 Kor 13:14; Ef 4:4-6; Wah 1:4-6; Yes 48:16). Allah Tritunggal ini menciptakan segala sesuatu (Kej 1:1; Yoh 1; Roma 11:36), menegakkan segala-sesuatu (Yes 40:25,26; Ibr 1:3), memerintah segala sesuatu (Dan 4:25,26,32,35; Maz 115:3; Ef 1:11; Kis 15:18). Firman Tuhan mengajarkan perbedaan didalam keallahan tersebut (Mat 3:16-17), tetapi ketiganya adalah satu/esa. Perhatikan kata “Kita” dalam Kej 1:26, 3:22, 11:7; Yes 6:8; perhatikan khususnya 1 Yoh 5:7.

Bapa adalah Allah (Mal 2:10; Rom 11:36; 1 Kor 8:6; Ef 4:6; dll)

Yesus adalah Allah (Yes 7:14; 9:6; Yer 23:5-6; Mat 1:23;4:10; Yoh 1:1,14; Yoh 8:24; 10:33; Rom 9:5; 2 Kor 5:19; 1 Tim 3:16; Tit 2:13-14; 2 Pet 1:1; Yud 25; dll.)

Roh Kudus adalah Allah (Kis 5:3-4; 1 Kor 12:4-11; Ibrani 3:7-11;  Yak 4:5-6; 1 Pet 1:11; dll.)

Natur tritunggal Allah diajarkan di seluruh Alkitab (Yes 48:16; Mat 28:19; Luk 3:21-22; Kis 7:55; 20:28; Rom 8:11; 8:27; 2 Kor 13:14; Gal 4:6; 1 Tim 3:16; Ibr 9:14; 1 Pet 1:2; 3:18; dll.)

 

Ciptaan

Alkitab juga mengajarkan bahwa sifat-sifat dan atribut Allah dinyatakan oleh benda-benda yang telah Ia ciptakan (Maz 19:1-2; Yes 40:22-26; Rom 1:20). Ini mencakup tidak hanya kuasa, kebijaksanaan, keindahan pemeliharaan dan kepeduliaanNya, tetapi juga juga natur tritunggalNya.

Kejadian pasal satu menggambarkan ciptaan yang mula-mula sebelum dosa dan kutuk masuk, ia menyediakan banyak bukti natur ketritunggalan pencipta kita.

 

“Pada mulanya (waktu) Allah menciptakan langit (ruang) dan bumi (materi)” (Kej 1:1)

Waktu adalah tritunggal: Lampau, sekarang dan Akan datang. Walaupun waktu merupakan satu rangkaian kesatuan, ia juga bersifat tritunggal. “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibr 13:8). “Aku adalah Alfa dan Omega, Firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa” (Wah 1:8).”

Ruang adalah sebuah tritunggal: Panjang, lebar dan tinggi. Walaupun alam semesta satu, ia terdiri dari tiga dimensi ruang (X, Y,Z) – Kalau salah satu dihilangkan maka tidak ada alam semesta.”Langit menceritakan kemuliaan Allah” (Maz 19:1)

Materi (zat) adalah sebuah tritunggal: Zat padat, zat cair dan gas. Materi ada dalam salah satu tiga keadaan ini.”Di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada” (Kis 17:28).

Ciptaan (kreasi) adalah sebuah tritunggal: Waktu, ruang, materi. Sebagaimana Kej 1:1 nyatakan, ciptaan (dunia) memiliki natur tritunggal. “Sebab apa yang tidak nampak daripadaNya, yaitu kekuatanNya yang kekal dan keilahianNya, dapat nampak kepada pikiran dari karyaNya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih” (Rom 1:20)

 

Terang

Dalam Kej 1:3,”Berfirmanlah Allah:”Jadilah terang.” Alkitab juga menerangkan bahwa “Allah itu terang” (1 Yoh 1:5). Sangat luar biasa bagi Alkitab mengganti sebuah kata benda untuk Allah. Selain “Allah itu terang”, dua contoh lain adalah “Allah itu kudus” (Maz 99:9) dan “Allah itu kasih” (1 Yoh 4:8).

Terang adalah sebuah tritunggal: Sumber, penerangan (cahaya) dan energi (tenaga). Bayangkan Bapa sebagai Sumber –Allah bersemayam dalam terang yang tak terhampiri” (1 Tim 6:16); Yesus sebagai terang yang kelihatan yang kita lihat—“Terang Dunia” (Yoh 8:12); dan Roh Kudus sebagai energi yang tidak kelihatan (Kis 2:3-4).

Cahaya putih yang murni juga terdiri dari tiga warna primer: merah, hijau, biru,- darimana kita mendapat banyak warna, corak, dan warna-warni. Allah adalah terang dan Dia merupakan sumber semua berkat, penerangan, dan kuasa.

 

Umat Manusia

“Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita” (Kej 1:26)

Manusia adalah sebuah tritunggal: Tubuh, jiwa dan roh. “ Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita” (1 Tes 5:23).

Air, Atom, Api: Ada banyak contoh tritunggal-tritunggal lain yang ada di dunia. Molekul air terdiri dari tiga atom—dua hydrogen dan satu oksigen. Air juga bisa dalam salah satu dari tiga keadaan—cairan, padat (es), atau gas (uap) (Lihat Yoh 7:38-39). Atom terdiri dari dari tiga unsur dasar – neutron, proton dan elektron. Api harus memiliki tiga unsur agar bisa ada: bahan bakar, oksigen dan panas. Mereka masing-masing berbeda, tetapi kalau salah satu unsur tidak ada maka api itu tidak lagi menjadi api (Lihat Kel 24:17; Ul 4:24; Ibr 12:29)

 

Ringkasan

Tentu saja, semua contoh-contoh “tritunggal” ini tidak cukup menggambarkan kemuliaan dan natur Tuhan. Meskipun begitu, Tuhan telah memberikan kepada kita banyak contoh dalam alam yang menyatakan  sepotong atribut-atributNya. Meskipun ciptaan memancarkan cahaya yang samar-samar dari sifat Tuhan, adalah Firman Allah, Roh dan Yesus Kristus yang menyediakan/memberikan bagi kita terang yang sempurna. Tidak mengejutkan, hanya Alkitab yang memberikan kosmologi (asal-usul) absolut. Tidak ada sumber lain (paganisme kuno, pantheisme, filsafat, dll.) yang bisa menyingkapkan tabir misteri keberadaan Allah, selain iman Kristen. Puji Tuhan Dia telah menyatakan DiriNya kepada semua orang melalui ciptaan, hati nurani – dan khususnya FirmanNya. (DBS).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here