TUHAN SEMESTA ALAM BERSUMPAH KEPADA ABRAHAM, ISHAK DAN JAKUB,  UNTUK MEMBERIKAN “JERUSALEM” KEPADA ISRAEL

0
207

 

 

Oleh: Kamaruddin Simanjuntak,S.H.

 

Dari total 196 negara di dunia saat ini dan merupakan anggota PBB, kecuali Negara Taiwan, ada sekira 160 Negara lebih yang telah mengakui Israel sebagai negara, dan 160 negara tersebut telah resmi membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

 

Bahwa sesuai  hukum negara Israel, ibukota Israel adalah Jerusalem, pusat  pemerintahan bahkan kantor Presiden Israel telah berada di kota Jerusalem. Bahwa akan tetapi, badan PBB dan kebanyakan negara di dunia tidak mengakuinya, hanya Republik Ceko, Taiwan, Amerika Serikat, dan Vanuatu yang mau mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel.

 

Sebagain besar negara didunia dan PBB, hanya  mau mengakui Tel Aviv, yaitu kota  berukuran kedua terbesar Israel dan merupakan pusat keuangan dan teknologi di Israel sebagai Ibu kota Israel, sehingga mereka menempatkan kantor Duta Besar mereka disana, akibatnya, secara umum ibukota Israel yang lebih dikenal dunia adalah Tel Aviv ketimbang Jerusalem.

 

 

Presiden Amerika Serikat Donald John Trump, melalui pernyataan, sikap dan tindakan, telah  mengembalikan pengakuan atas Jerusalem sebagai ibukota Israel dan telah memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Jerusalem, sehingga  menimbulkan goncangan, kecaman dan pertentangan hampir di seluruh dunia, khususnya dengan Palestina.

 

Bahwa sidang darurat Majelis Umum PBB, pada hari Kamis 21 Desember 2017, mayoritas, menentang sikap Presiden Amerika Serikat Donald John Trump, dengan komposisi 128 suara menentang, 35 suara abstain, dan 9 lainnya mendukung Jerusalem sebagai ibukota Israel, antara lain Amerika Serikat, Israel, Guatemala, Honduras, Togo, Mikronesia, Nauru, Palau, dan Kepulauan Marshall.

 

Presiden Amerika Serikat Donald John Trump, telah mengancam  untuk mencabut dana bantuan hibah rutin,  kepada sejumlah negara-negara yang menentang keputusan Presiden Amerika Serikat tersebut, karena menurut Presiden Amerika Serikat, percuma saja membantu negara-negara dimaksud, sebab telah mengambil sikap bermusuhan dengan sikap Presiden Amerika Serikat.

Baca Juga  Pentingnya Membentuk Blok Politik Sipil sebagai Motor Perubahan.

 

Sementara di bagian timur Israel, Palestina juga mengklaim bahwa Jerusalem adalah sebagai ibukotanya, walapun faktanya wilayah Jerusalem tersebut tidak bisa dikuasai secara Defakto, akibatnya,  PBB tetap kepada pandangannya,  bahwa status Jerusalem harus diselesaikan melalui kesepakatan dua pihak, yaitu antara Israel dan Palestina.

 

Indonesia Cq Pemerintah RI, kecuali saya, adalah termasuk negara yang selalu  memusuhi dan mengutuki negara dan pemerintahan Israel, padahal Firman Tuhan, sangat jelas dan tegas  melarang untuk mengutuki Israel, karena kutuk tersebut akan berakibat menyerang si pengutuk Israel dimaksud, sedangkan Israel justeru semakain makmur dan bahagia, sebagaimana tertulis dalam Kitab  Bilangan 24 : 9 “ Diberkatilah orang yang memberkati engkau “Israel”, dan terkutuklah orang yang mengutuk engkau “Israel”, demikian janji Tuhan Semesta Alam, hal ini terbukti bahwa minggu ini July 2018, Israel justeru terpilih sebagai 8 Negara Terkuat didunia, walaupun digencet oleh mayoritas negara dunia, kecuali Amerika Serikat, Guatemala, Honduras, Togo, Mikronesia, Nauru, Palau, dan Kepulauan Marshall.

 

Pemerintah Indonesia lebih cenderung berpihak kepada Hamas Cq. Palestina, akibatnya Indonesia yang seharusnya sangat makmur, karena kaya raya atas sumber daya alamnya, telah menjadi sangat miskin dan menderita, serta selalu kekurangan dalam segala hal, termasuk selalu dilanda berbagai  bencana alam & tindak pidana korupsi yang tiada habisnya, maka  akibatnya pemimpin negara Indonesia selalu sibuk mengutang keberbagai negara didunia untuk mencukupi kebutuhannya, termasuk mengutang  kepada lembaga-lembaga keuangan internasional bentukan Israel seperti IMF, World Bank, dll, bahkan bisanya Indonesia mengutang kepada  negara kecil sekelas Singapura sahabat utama Israel di Asia Tenggara itu.

 

Siapa Sebenarnya Pemilik Tanah Kanaan Atau Jerusalem Menurut “BIBEL” Alkitab ?

 

Di dalam Alkitab, sekira 3000 tahun yang silam, sebelum Nabi Musa  mengambil anak-anak Israel keluar dari tanah Mesir, Tuhan Semesta Alam berjanji untuk memberikan Tanah Kanaan kepada Israel “sebagai miliknya” .

Baca Juga  Mencari Rohaniwan Tingkat Dewa: Memandang Arah Gereja  dan Teologia  di Indonesia

 

“And I will bring you to the land I swore with uplifted hand to give to Abraham, to Isaac and to Jacob. I will give it to you as a possession. I am the LORD.’” (Written in the Bible, Exodus 6 : 8). Atau

 

“Dan Aku akan membawa kamu ke negeri   yang dengan sumpah telah Kujanjikan  memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Jakub, dan Aku akan memberikannya kepadamu (Israel)  untuk menjadi milikmu; Akulah TUHAN” Tertulis dalam Keluaran 6 ayat 8 Alkitab Perjanjian Lama.

 

Ayat keluaran 6 ayat 8 ini, telah memberi Nabi Musa suatu jaminan, keyakinan dan Kepastian bahwa mereka pasti tiba di tanah Kanaan atau Jerjusalem, meskipun mereka harus berjalan mengembara selama 40 tahun lamanya di padang gurun belantara mulai dari tanah Mesir hingga Jerusalem dengan berbagai rintangan dan pencobaan,  namun karena Tuhan sendiri yang berjanji untuk memberikan negeri tersebut kepada Abraham, Ishak dan Jakub”  yang dikenal sebagai Tanah Kanaan atau Jerusalem, maka mereka berjalan terus menerus sesuai Iman percayanya tanpa berputus asa.

 

Kepemilikan yang dijanjikan oleh Tuhan sebagai Jaminan Ilahi Sebelum Keluaran.

 

Bahwa meskipun Israel hidup sengsara dalam perbudakan Mesir, anak-anak Israel awalnya agak enggan meninggalkan tanah Mesir. Jadi, Tuhan meyakinkan Musa bahwa niatnya baik, dengan mengatakan demikian : ““Aku akan membawa kamu ke negeri   yang dengan sumpah telah Kujanjikan  memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Jakub, dan Aku akan memberikannya kepadamu (Israel)  untuk menjadi milikmu; Akulah TUHAN”. ”(Keluaran 6: 8).

 

Alkitab, merupakan bukti tertulis bahwa  Tuhan Semesta Alam ada membuat  perjanjian dengan Abraham, Ishak dan Jakub /Israel atas Tanah Perjanjian “Jerusalem”.

 

 

Jerusalem Warisan atau Kepemilikan ?

 

Kata untuk “kepemilikan” dalam bahasa Ibrani asli adalah “Morasha”, Itu berasal dari akar JRS yang berarti “mewarisi.” Tetapi dalam bahasa Ibrani ini adalah kata khusus yang hanya diterapkan pada Tanah yang Dijanjikan.

Baca Juga  BEBERAPA PILAR YANG MEMPERKOKOH CORPORATE LEADERSHIP: BAGIAN VI

 

“Morasha” berbeda dengan kata “Jerusha” yang lebih umum yang berarti “warisan”, Morasha adalah warisan kepemilikan yang sangat berharga. Morasha membutuhkan partisipasi aktif dari setiap generasi ke generasi, untuk melestarikannya demi  generasi berikutnya, tidak seperti jerusha, yang merupakan warisan yang dapat dengan mudah bisa terbuang/terjual atau terlupakan.

 

Tanah Kanaan atau Jerusalem merupakan “Morasha” warisan kepemilikan yang bersumber dari Tuhan  untuk kepemilikan yang sangat berharga bagi Israel, yang membutuhkan partisipasi aktif dari setiap umat generasi  Israel untuk melestarikan dan mempertahankannya demi umat atau generasi Israel berikutnya untuk mewarisinya kelak.

 

Lalu siapakah mereka yang tidak mau mengakui Jerusalem atau tanah Kanaan sebagai milik pusaka Israel ?, sehingga berani melawan  Tuhan Semesta Alam, yang telah menjanjikan dan memberikan Tanah Kanaan “Jerusalem” tersebut kepada Israel ? Mari kita renungkan secara mendalam.

 

Israel, sesuai janji dan nubuatan Tuhan Semesta Alam, telah berhasil mengambil kembali tanah perjanjian  “Jerusalem” tersebut sebagai Negara Israel dan mendeklarasikan hari kemerdekaannya pada tanggal 14 Mei 1948, dan tahun 2018 ini, Israel telah genap merdeka 70 tahun, untuk yang kedua kalinya, setelah 3000 tahun yang lalu telah dideklrarasikan pada jaman pemerintahaan Daud.

 

Bahwa tiada hari terlewatkan, tanpa memperbincangkan dan/atau tanpa mendengar berita  Israel bangsa pilihan Tuhan  itu, karena semua bangsa bangsa didunia telah berusaha menentang Israel, baik melalui politik, kekuasaan dan ekonomi serta memboikot produk Israel bernama “BDS” akan tetapi semua usaha itu selalu  gagal oleh Tuhan , sesuai Nubuatan Zakaria 12 : 3 yang menyatakan : “Pada waktu itu, Aku akan menjadikan Jerusalem batu pikulan bagi segala bangsa. Siapa yang mengangkatnya akan terluka parah. Segala bangsa di bumi akan berkumpul untuk menyerangnya”.

 

Shalom.

 

Horas.

 

Kamaruddin Simanjuntak,S.H.

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here