25/5 ATURAN PRODUKTIVITAS ALA WARREN BUFFETT

0
217

 

 

By GC – Jun 25, 2018

 

Siapa yang tidak mengenal Warren Buffett? Seorang pengusaha no. 3 terkaya di dunia dengan kekayaan bersih sebesar 84 Milyar USD. Dia juga terkenal sebagai investor yang sangat hebat dan berhasil. Warren Buffett punya rahasia menarik tentang pemahamannya yang luar biasa bagaimana dia membagi waktu dan energinya dalam bekerja. Dia juga terkenal sangat produktif. Inilah salah satu rahasianya yang membuatnya terkenal yaitu tentang teori produktivitasnya yang diberi nama Warren Buffett’s 25/5 rules.

 

Cerita dibawah ini adalah cerita yang dibagikan oleh pilot pribadinya Warren Buffett yang bernama Mike Flint. Ialah yang membongkar rahasia Warren Buffet ini. Ia menceritakan bagaimana Buffett mengatur fokusnya. Ada 3 langkah strategi produktivitas yang setiap orang sesungguhnya dapat menggunakannya untuk mendeterminasi prioritas  dan aktivitas sehari-harinya untuk membangun produktivitas yang lebih baik.

 

Pada suatu ketika, di dalam suatu pembicaraan tentang tujuan / goals & prioritas-prioritas karirnya Flint sebagai penerbang, Buffett meminta Flint untuk membuat list 25 hal terpenting yang ingin ia lakukan di tahun mendatang atau di dalam hidupnya. Membuat 5 hingga 10 goal memang mudah, tapi jika kita mencoba me-list 25 mimpi-mimpi dan goals kita sekaligus, itu cukup menantang juga, dan tidak mudah, begitu kata Flint.

 

Flint perlu beberapa waktu untuk bisa menyelesaikan hal tersebut. Buffett kemudian bertanya padanya untuk meninjau list tersebut satu persatu dengan sangat cermat dan melingkari 5 hal yang paling penting dan kalau tidak ada itu akan menjadi masalah besar baginya. 

 

Flint pun bingung… sebab menurutnya ke 25 hal tersebut penting baginya. Tapi Buffett tetap memaksa untuk memilih 5 dari 25 hal tersebut. Perlu waktu yang lumayan lama buat Flint untuk melihat dalam list itu dan pada akhirnya dia menyelesaikan 2 list. 5 hal yang terpenting dan 20 hal penting yang ingin dikerjakan. 

Baca juga  DILEMA KHILAFAH BAGI PRABOWO

 

Lalu Buffett melanjutkan, kapan Flint akan melakukan yang dilist 5 terpenting tersebut dan bagaimana dia akan melakukannya.

 

Flint: “Aku akan melakukannya sesegera mungkin, barangkali besok. Sesunggguhnya… ah tidak, akan aku lakukan mulai malam ini.”

 

Buffett: “Bagaimana dengan list kedua yang berisi 20 goals tersebut?”

 

Flint menjawab dengan yakin: “Well, yang top five itu adalah fokus primer saya tetapi yang 20 lainnya itu adalah fokus sekunder saya. Jadi secara berkala akan saya kerjakan disela-sela waktu yang ada diluar dari prioritas 5 tersebut. 

 

Dengan mengernyit dahinya dan dengan tegas Buffett berkata, “No, Kamu salah Flint. Semua mimpi dan goal yang tidak kamu lingkari akan menjadi list “Hal-hal yang harus dihindari dengan alasan apa pun juga” atau “Avoid-At-All-Cost-List”

 

Jadi ada 3 step penting dari Warren Buffett’s 25/5 rules:

 

STEP I: Buat List 25

Buat 25 goals dan hal-hal yang ingin dicapai di 5 tahun yang akan datang atau di dalam hidup ini, ada 3 pertanyaan yang bisa digunakan untuk menjembataninya.

a. Saya ingin menjadi seperti siapa?

b. Saya ingin menjadi apa?

c. Hal-hal apa yang ingin saya miliki?

 

STEP 2: Tinjau list tersebut dan pilih 5 prioritas utama.

 

STEP 3: Fokus hanya pada 5 goals dan hal-hal penting yang ingin dicapai. Singkirkan semua yang ada di list 20 atau AAAC (Avoid-At-All-Cost List).

 

Hanya dengan fokus yang tinggi serta determinasi pada tujuan / goals yang kuatlah baru kita bisa berhasil di dalam hidup ini. Kadangkala, jika kita melihat orang-orang yang berhasil. Mereka bisa berhasil bisa jadi karena tidak punya terlalu banyak opsi. Sehingga dengan demikian dia menjadi fokus pada beberapa hal dan itulah sebabnya mereka menjadi berhasil. 

Baca juga  DILEMA KHILAFAH BAGI PRABOWO

 

Penyakit orang pintar dan kreatif adalah… terlalu banyak hal yang ingin dikerjakan, sehingga tidak fokus dan oleh karenanya produktivitasnya bisa jadi rendah. Satu hal yang baik yang dikerjakan, sebelum selesai distop karena ada ide lain yang muncul dan perlu dikerjakan sebelum lupa. Begitu seterusnya sehingga at the end, produktivitasnya bisa jadi dinilai rendah. Sebab itu jika ingin meningkatkan produktivitas, kita harus berani belajar untuk fokus.

 

_”Focus on one task at a time, He who chases 2 rabbits catches neither.”_ – Paul Foster

 

Have a GREAT & Productive Day! GC

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here