Konferensi Dewasa Lajang (KDL): Meningkatkan Pelayanan Melalui Penguatan Didalam, Menjangkau Keluar & Memperluas Pandangan Terhadap Kekekalan 

0
400

Bogor, Suarakristen.com

Gereja Yesus Kristus Dari Orang – Orang Suci Zaman Akhir (Gereja Yesus Kristus Dari OSZA) di Indonesia menyelenggarakan  kegiatan Konferensi Remaja Dewasa Lajang (Young Single Adults Multi Stakes Conference) lintas pasak atau wilayah yang pada kesempatan ini dihadiri oleh peserta dari beberapa negara Asia dan Pasifik, seperti Malaysia, Singapore, Selandia Baru, dan Australia. Konferensi Dewasa Lajang adalah sebuah kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari aplikasi terhadap salah satu tiga misi utama gereja, yaitu “menyempurnakan orang suci”. Tema yang di usung adalah “Mencari Di Dalam, Menjangkau Keluar, dan Memandang Kepada Perspektif Kekekalan”. Tema ini secara khusus didedikasikan bagi para remaja dewasa lajang untuk meningkatkan iman dan menyamakan perspektif kekekalan. Hal ini diungkapkan dalam wawancara eksklusif dengan Media Spesialis HUMAS Gereja Yesus Kristus Dari Orang _ Orang Suci Zaman Akhir, di Jakarta, hari ini (29/05).

 

“Melalui Konferensi Dewasa Lajang kami berharap dapat menjadikan ini sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran para dewasa lajang akan potensi yang mereka miliki dalam diri masing – masing: Kita adalah putra dan putri Allah, kita mewarisi potensiNya!” kata Sister Mustika Amintha Sibuea yang membidangi program Konferensi Dewasa Lajang 2018.” Menyadari dan mengenali potensi diri adalah satu hal yang sangat penting karena ini bisa menjadi satu langkah maju menuju perspektif kekekalan. Salah satu sumber potensi diri adalah kekuatan kerohanian pribadi (personal spiritual strength). Setiap individu memiliki kekuatan rohani, dan ini menjadi sebuah tugas untuk mengembangkannya. Secara umum diperlukan proses terus menerus, mungkin seumur hidup, untuk mengembangkan potensi kerohanian dalam diri masing – masing.

Baca juga  Pesan Natal Bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia dan Konferensi Waligereja Indonesia 2018 untuk Umat Kristen Protestan dan Kristen Katolik Roma

 

“Satu sasaran utama kegiatan ini adalah untuk memperluas pandangan remaja dewasa lajang terhadap goal kekekalan. Semakin luas pandangan mereka, semakin berarti hidup mereka jadinya, dan mudah – mudahan semakin besar pula pencapaian mereka. Kebanyakan dari kita seringkali terlalu berfokus kepada hal – hal yang sebenarnya bukan prioritas kehidupan” ujar Sister Sesi Suryono, ketua panitia bagi keseluruhan kegiatan ini, yang juga merupakan salah satu dewasa lajang gereja.

 

Sebagai sarana untuk memperteguh sasaran kegiatan ini, panitia konferensi mengundang beberapa teladan dalam gereja yang akan menjadi narasumber dan ikut memandu beberapa program sepanjang kegiatan. Beberapa program yang telah dipersiapkan dirancang dalam kerangka tema kegiatan yang sebenarnya adalah asas – asas Injil yang tidak asing dan telah menjadi bagian kehidupan mayoritas peserta acara.

 

Misalnya Speed Exhibition, yaitu program mengurai dan memecahkan masalah bersama. Ibarat kehidup dalam rumah tangga, peserta akan dibagi menjadi tim berpasangan dan disuguhkan satu permasalahan yang memerlukan diskusi, komunikasi, dan kebersamaan serta bagaimana mengaplikasikan asas – asas Injil yang diajarkan di Gereja Yesus Kristus ketika mereka memecahkan masalah tersebut.

 

Program terkait lainnya seperti presentasi dan diskusi singkat dengan tema “The Future Today”. Peserta akan menerima paparan dari narasumber dibidangnya mengenai perencanaan masa depan yang harus dimulai dari hari ini. Hal ini menjadi sangat penting bagi dewasa lajang agar mereka tidak salah langkah dalam mengambil keputusan-keputusan dalam hidup mereka sehingga dapat memberkati hidup mereka dan orang di sekitarnya.

 

Program terakhir adalah “Running Saints”. Dewasa Lajang akan menyelesaikan 5 pos outbond dan 5 pos games secara berkelompok. Dari setiap pos tersebut, kelompok harus mengambil 1 bendera yang bertuliskan satu sifat Kristus. Satu sifat Kristus akan mewakili satu potongan gambar Bait Suci. Jika kelompok berhasil mengumpulkan kesepuluh sifat Kristus maka mereka akan dapat menyusun satu gambar Bait Suci yang utuh. Inti dari rangkaian permainan ini adalah mengarahkan dewasa lajang untuk berusaha menjadi lebih seperti Kristus agar dapat menjadi layak untuk membuat perjanjian yang lebih tinggi di Bait Suci.

Baca juga  Pesan Natal Bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia dan Konferensi Waligereja Indonesia 2018 untuk Umat Kristen Protestan dan Kristen Katolik Roma

 

“Mari kita mulai sekarang jika anda belum atau kurang giat dalam mengembangkan potensi diri anda sendiri. Bagi anda yang sudah melakukan hal ini tetaplah focus, berdoa, dan berjaga – jaga serta memohon selalu bantuan Allah agar potensi anda dapat menjadi berkat bagi semua orang” ujar Bro. Limbong yang melayani sebagai Penasihat ke – 2 dalam kepemimpinan pasak/wilayah Jawa Barat sekaligus pengawas atas seluruh kegiatan konferensi lajang ini.

 

“Mudah – mudahan semangat yang terbangun setelah ini adalah kesamaan perspektif dari setiap lajang terhadap wawasan kekekalan.” Ujar Sister Sesi dan Sister Amintha menyampaikan harapan dan tujuan dari keseluruhan kegiatan ini. Allah Bapa dan Juru Selamat Yesus Kristus menginginkan anak – anakNya maju dengan mencari tahu potensi didalam diri, menjangkau keluar ketika potensi didalam diri telah ditemukan dan dikembangkan, sehingga kedua hal ini akan menuntun masing – masing individu pada pandangan kekekalan.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here