Hidup Kita adalah untuk Tuhan

0
138

 

 

Oleh: P. Adriyanto

 

 

“Selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.”

*Galatia 6:10″

 

Pada saat saya memberi seminar dan pelatihan tentang Strategic Management dan Coporate Balanced Scorecard, saya mengajukan pertanyaan kepada para peserta, *apa visi dari perusahaan yang anda pimpin dan apa tujuan hidup/obsesisi/impian anda pribadi??*

Sebagian besar terdiam dan hanya dua orang yang mengangkat tangan.

Inilah jawaban mereka:

¹ Buat apa saya memikirkan tujuan jangka panjang dari perusahaan saya? Bisa hidup sampai saat ini saja, saya sudah bersyukur. Tujuan hidup pribadi saya adalah hidup bahagia bersama anak dan istri.

 

² Tujuan dari perusahaan adalah untuk mencapai profit sebesar-besarnya. Tujuan hidup pribadi saya adalah mencari istri yang cantik, yang akan menjadi ibu dari anak-anak saya.

Kedua jawaban di atas tentu jauh dari pada yang saya harapkan.

 

Sekarang pertanyaan yang sama, saya ajukan kepada anda.

Bagi yang hidupnya diberkati Tuhan, akan segera menjawab: *saya dilahirkan untuk melayani Tuhan*.

Namun sebagian, jawabannya akan berorientasi pada kehidupan duniawi : ingin hidup berkecukupan, ingin bahagia, ingin mengejar karir setinggi-tingginya, dll.

 

Hidup ini hanya sekali dan singkat, oleh sebab itu selagi masih ada waktu, kita harus melayani Tuhan untuk kemuliaan-Nya.

Bagaimana kita dapat melayani Tuhan? Banyak kegiatan yang dapat kita lakukan untuk melayani Tuhan yang pada intinya adalah selalu berbuat baik dan mengasihi sesama.

Kita harus hidup benar oleh iman.

 

Banyak orang yang imannya semakin lama semakin menipis karena berpaling dari kasih Tuhan akibat disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang terlalu fokus pada  materi dan mengejar kesenangan sendiri.

Baca juga  Kerajaan yang Tidak Binasa

Firman berikut ini, telah mengingatkan kita:

*”Tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.”*

*Yakobus 1:14,15*

 

Sebagai orang percaya, kita harus selalu bersandar pada rancangan Allah yang menjanjikan damai sejahtera.

*”Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan rancangan yang penuh harapan.”*

*Yeremia 29:11*

 

Inilah sebagian dari upah kita karena kita mau melayani Tuhan. Pada saat hidup saya sudah ranum, saya selalu berdoa agar Tuhan mengampuni dosa saya dan memberi saya peluang untuk melayani-Nya karena mungkin sinar mentari esok sudah bukan milik saya lagi.

Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here