DENGAN TANGAN TERKEPAL, JOKOWI BAKAR SEMANGAT RELAWAN DENGAN API OPTIMISME

0
186

 

 

Oleh: Hysebastian

 

Sekali lagi, setelah saya mendengar rekaman pidato Jokowi hari ini di Bogor, saya merasa terbeban untuk memberikan isi pidato lengkap dari Jokowi, yang berhasil saya transkrip. Mentranskrip pidato Joko Widodo tidak terlalu sulit.

 

Pelafalan katanya mantap, perlahan, dan menusuk hati sanubari terdalam. Sambil mengetik transkrip ini, keyboard pun mendapatkan tekanan dan hentakan dari jari jemari saya, sesuai dengan semangat yang ditularkan oleh Presiden. Bahkan di video tersebut, sesekali ia mengepalkan tangannya sambil berbicara dengan nada tinggi! Benar-benar sang pemimpin bangsa, memberikan optimisme nyata! Bukan pesimisme semu kepada rakyatnya! Bagaimana pidatonya? Selengkapnya…

 

_*Saya ingin menyampaikan pada kesempatan yang baik ini bahwa negara kita indonesia akan menjadi sebuah negara besar. Akan menjadi sebuah negara kuat ekonominya. Memang melalui ujian-ujian. Tidak mungkin instan, melalui ujian-ujian, melalui cobaan-cobaan.*_

 

_*Mampu menghadapi tantangan-tantangan, mampu menghadapi rintangan. Ndak mungkin enak-enak langsung jadi negara kuat negara besar. Ndak ada rumusnya seperti itu. Jangan kita ini terbiasa senangnya instant. Ndak ada. Lupakan itu.*_

 

_*Ndak mungkin kita tahu-tahu meloncat jadi negara besar. Tahapan-tahapan yang panjang dan melalui cobaan-cobaan yang tidak ringan, menghadapi tantangan-tantangan yang setiap hari harus kita hadapi dan cari jalan keluar.*_

 

_*Menghadapi rintangan-rintangan yang harus kita carikan jalan keluar. Pasti seperti itu. Kita ini harus tahan uji, tahan uji, tahan banting. Harus berusaha. Jangan malah berbicara pesimis 2030 bubar!*_

 

_*Pemimpin itu harus memberikan optimisme kepada rakyatnya!*_

 

_*Pemimpin itu harus memberikan semangat kepada rakyatnya!*_

 

_*Meskipun tantangannya berat, meskipun tantangannya tidak gampang! Memang mungkin ada yang banyak bicara sekarang kita pahit.*_

Baca juga  Diversifikasi Sinodal di GBI

 

_*Ndak apa-apa pahit! Ndak apa-apa susah!*_

 

_*Tapi kita melihat bahwa ada titik yang sangat terang yang kita tuju!*_

 

_*Ndak bisa kita bermanja-manja, ndak bisa kita bermalas-malasan menjadi negara kuat. Ndak ada! Banyak yang dari kita ini ingin melemahkan bangsa ini dengan cara-cara yang tidak beradab.*_

 

_*Ngomong isu antek asing coba! Tuding-tuding ke saya. Jokowi itu antek asing.*_

 

_*Gagal, ilang. Ganti lagi!*_

 

_*Dia itu antek asing!*_

 

_*Gagal ilang, ganti lagi!*_

 

_*Isu PKI, ya ndak?*_

 

_*Saya jawab saat itu, saya ke pesantren, saya ngomong tahun 65 PKI dibubarkan saya baru 4 tahun 5 tahun, masak ada PKI balita? Apa ada PKI balita? Ada gambar coba lihat di medsos. Kayak gini nih coba!*_ (sambil menunjuk ke layar)

 

_*Ini waktu DN Aidit pidato tahun 55. Saya cari ini tahun berapa? Tahun 55. Saya lahir saja belum sudah dijejer sama DN Aidit coba!*_

 

_*Ini isu apa-apaan? Ndak beradab seperti itu! Isu PKI ilang.*_

 

_*Ganti lagi! Isu infrastruktur. Karena infrastruktur kita bangun besar-besaran dan rakyat memberikan apresiasi, dilemahkan dari situ.*_

 

_*Kita ngerti semuanya, bahwa membangun semuanya memang kadang-kadang ada yang salah ada yang khilaf. Itu yang kita benahi.*_

 

_*Kita ini manusia biasa yang penuh dengan kesalahan dan kekurangan. Ganti lagi, ilang!*_

 

_*Ganti lagi isu utang! Ya ndak?*_

 

_*Isu utang, saya dilantik itu utangnya sudah 2700 triliun. Saya ngomong apa adanya. Bunganya setiap tahun 250 triliun. Kalau 4 tahun sudah tambah 1000. Ngerti ndak ini? Makanya ngerti.*_

 

_*Jangan mikir saya utangnya segede itu! Enak aja!*_

Baca juga  Mengatasi Defisit Bernegara, Melawan Korupsi

 

_*Pokoknya isu ini kita jawab ilang, kita jawab ilang ganti lagi.*_

 

_*Sekarang isunya ganti lagi, isu kaos! Ganti presiden 2019 ya kan? Pake kaos. Masak kaos bisa ganti presiden? Yang bisa ganti presiden itu rakyat! Kalo rakyat itu memiliki kehendak ya bisa. Kalau rakyat ndak mau ya ndak bisa.*_

 

_*Yang kedua ada kehendak dari Allah SWT. Masak pake kaos itu bisa ganti presiden? Ndak bisa.*_

 

_*Jadi saudara-saudara, bapak ibu, yang paling penting kita semuanya saya titip. Bekerja itu ada militansi! Ada militansi! Bener-bener kita bekerja! Kita sebagai bangsa Indonesia kalau ada militansi, tenaga dalamnya keluar semua.*_

 

_*Dulu kita punya apa sih? Waktu di Solo, saya ndak punya apa-apa. Pindah ke Jakarta punya apa sih? Orang ndak ada yang kenal Jokowi. Karena kekuatan tenaga dalam saudara-saudara keluar semuanya! Di pilpres 2014 apa sih yang kita punya? Saya ndak punya logistik.*_

 

_*Ya ndak?*_

 

_*Yang kita punyai adalah militansi dan tenaga dalam keluar semuanya. Kalau tenaga dalam keluar semuanya satu orang bisa berbanding 10 orang. Karena kuat! Sekarang ini masyarakat sudah matang dan dewasa.*_

 

_*Ngerti mana yang isu, mana yang fitnah, mana yang hoax, mana yang kabar bohong uda ngerti semuanya. Ya itu jelaskan kenapa kita bangun infrastruktur coba. Saya berikan contoh infrastruktur Papua. Gambarnya ada ndak? Ini ada ketimpangan antara Barat, Tengah, Timur.*_

 

_*Gambar jalan yang ada di Papua, di daerah Merauke seperti ini coba. Ini jalan utama, coba dilihat. Kita yang di Jawa tidak ngerasain. Ini jalan coba. Ya apa mau diteruskan? Inilah yang saya selalu sampaikan.*_

Baca juga  DILEMA KHILAFAH BAGI PRABOWO

 

_*Infrastruktur bukan urusan ekonomi. Tapi urusan Persatuan Indonesia. Ya kalau diperbaiki di Jawa Terus dan di luar Jawa dilupakan, di mana Persatuan kita? Coba kaya gini, coba gambar kaya gini. Ini yang kita bangun. Ya bagus pasti! Dah stop. Itulah kenapa yang namanya Trans Papua dibangun, Trans Kalimantan dibangun.*_

 

Begitulah cuplikan pidato Jokowi yang berhasil saya transkrip. Semoga saja dengan pidato ini, kita memiliki masa depan yang lebih cerah, dengan keberadaannya sebagai presiden. Jokowi manusia biasa yang bisa salah dan khilaf. Namun sesalah-salahnya Jokowi, lebih mungkin salah calon-calon lainnya.

 

Betul kan yang saya katakan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here