Batam, Suarakristen.com. – “Saat ini Indonesia memiliki pengusaha kurang lebih 3,1 % atau sekitar 7,8 juta orang. Angka ini masih sangat jauh dibanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang sekitar 285 juta jiwa.  Sesuai jumlah penduduk, maka Indonesia butuh pengusaha  4% atau sekitar 10,6 juta jiwa.

Hal ini disampaikan Jumady Sinaga Ketua Bidang Media Komunikasi dan Informasi Pengurus Pusat GMKI dalam pembukaan Pelatihan Kewirausahaan di Batam dalam kerjasama Kementerian Koperasi dan UKM RI  dan Pengurus Pusat GMKI, Jumat kemarin (16/3).

GMKI yang beranggotakan anak-anak muda, harus bisa mengisi kekurangan yang berjumlah sekitar 2,8 juta lagi. Apabila GMKI mengisi angka ini, berarti GMKI telah menyumbangkan pola pikir, mengurangi angka kemiskinan dan memajukan bangsa kita ini.

“Maka dari itu, PP GMKI terus mendorong kader untuk mengikuti pelatihan-pelatihan kewirausahaan baik melalui PP GMKI ataupun melalui cabang,” sambung Jumady.

“Hal ini adalah peluang besar bagi kita kader GMKI dalam memanfaatkan bonus demografi tahun 2020 yang akan datang,” tutup Jumady.

Pelatihan ini diadakan pada tanggal 16-17 Maret yang dihadiri 39 peserta dan pelatih yang berkompeten di bidangnya.

Anang, perwakilan dari Kemenkop mengatakan, kita sangat apresiasi terhadap GMKI karena tetap konsisten dalam menumbuhkan jiwa wirausaha bagi kader-kadernya.

“Kita berharap melalui pelatihan ini, kader-kader GMKI dapat menciptakan inovasi baru dalam dunia usaha,” kata Anang.

“Terimakasih juga kami sampaikan kepada PP GMKI, karena terus memberikan masukan ke Kemenkop, dan semoga hal ini terus berlanjut,” tandasnya.

Sementara Ignatius Hartanto yang merupakan trainer wirausaha di GMKI mengatakan, seorang pengusaha pasti mengalami namanya jatuh bangun. Tapi hal ini yang membuat kita semakin belajar bagaimana menjadi seorang pengusaha.

Baca juga  Beroperasi di Hanoi, GO-VIET Resmi Diluncurkan di Vietnam

“Disaat usaha kita lagi naik, maka kita juga akan merasakan betapa banyaknya kawan.  Tetapi disaat kita jatuh, maka kita akan kehilangan kawan. Dari itu, kita harus bisa menyelesaikan segala persoalan dengan tenang dan tetap rendah hati, “ungkap Ignatius.

“Sesuai hasil percobaan perencanaan  usaha,  saya lihat peserta cukup pintar dan bagus. Saya yakin melalui pelatihan ini,  kader GMKI akan berkiprah di dunia usaha” Kata dia.

Rikson Tampubolon salah seorang dosen di Batam yang juga sebagai trainer dalam pelatihan tersebut mengatakan, menjadi seorang pengusaha harus berani mengambil tindakan. Memiliki kreatifitas untuk mengembangkan ide dan memiliki inovasi dalam menerapkan kreatifitas.

“Jangan pernah lupa,  kedisiplinan adalah kunci keberhasilan,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here