Tuhan Melanjutkan Kasih SetiaNya

0
267

Oleh: Pdt Martunas P Manullang.

 

Salam damai sejahtera bagi kita semua.

 

 

 

Firman TUHAN yang menjadi ayat renungan kita hari ini menegaskannya. Yeremia 31:3:  Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.”

 

Kehidupan umat TUHAN yang masih jauh dari yang diharapkan, karena masih dalam keadaan berdosa, masih dalam menjalani masa teguran atau penghukuman dengan kasih oleh TUHAN. Begitu pun, TUHAN tetap mengasihi umat-Nya, bahkan memberikan janji-Nya : Pemulihan dari pembuangan (bnd. Yer.30:1-24).

Nyatalah, betapa kesetiaan dan kasih TUHAN tidak akan berubah untuk selamanya. Kasih dan kesetiaan TUHAN, tetap atau abadi bagi umat-Nya. Seperti yang nyata diungkapkan pada ayat renungan hari ini: “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal”.

 

Ini suatu pernyataan yang luar biasa, di tengah-tengah umat TUHAN yang sering memberontak dan tidak setia kepada TUHAN sendiri. Umat Israel, yang dikenal sebagai bangsa yang tegar tengkuk; yang walau berulangkali telah menyaksikan dan mengalami karya TUHAN dalam hidupnya, tetapi tetap saja mereka mau memberontak. Ketaatan mereka yang tidak mampu bertahan lama dan sering berubah-ubah;  bahkan sepertinya tidak ada bekas (membekas) di hati dan pikiran mereka mujizat demi mujizat yang mereka lihat dan alami.

 

Kepada bangsa yang sering tidak konsisten dalam hubungan atau persekutuan yang baik dan benar dengan TUHAN, kepada bangsa yang sering mengeluarkan sungut-sungut dari mulut mereka, TUHAN mengatakan: AKU MENGASIHI ENGKAU DENGAN KASIH YANG KEKAL.

 

Luar biasa, dan sungguh menakjubkan: TUHAN setia kepada umat-Nya, sekali pun mereka tidak setia kepada TUHAN. Di sinilah TUHAN menyatakan Diri-Nya sebagai ALLAH BAPA yang sangat mengasihi kita anak-anak-Nya. Hukuman-Nya, ternyata adalah teguran dalam kasih dan disiplin yang menuntun serta mengarahkan kita kepada pertobatan. Sesungguhnya Dia menginginkan agar kita sebagai umat-Nya, setiap hari menyesali dosa-dosa kita, bertobat dan melakukan pembaruan hidup. Ini yang TUHAN inginkan dari kita. Dan untuk itulah, kalau pada ayat renungan hari ini, kembali diperdengarkan alasan TUHAN untuk melanjutkan kasih setia-Nya. SEBAB ITU AKU MELANJUTKAN KASIH SETIA-KU KEPADAMU. (Yer. 31:3b).

Baca juga  Jalan Yang Benar

Memang, tak terhitung banyaknya pertolongan dan kemurahan TUHAN atas kehidupan kita umat-Nya.

Semuanya ini, kiranya selalu kita ingat, agar melaluinya, kita pun semakin sungguh-sungguh dalam menyatakan penyesalan, pertobatan dan pembaruan hidup di hadapan TUHAN benar-benar menjadi kenyataan. Betapa kasih setia TUHAN tetap hadir dalam hidup kita. Dan kasih setia itu jugalah yang akan dilanjutkan-Nya bagi kita pada kehidupan di masa depan.

 

Maka, dalam kehidupan kita sebagai umat percaya masa kini, satu hal yang tidak boleh hilang ialah: Rasa syukur dan terimakasih atas kasih setua TUHAN yang senantiasa dilimpahkan-Nya kepada kita, setiap hari.

 

Kiranya nyatalah dalam kehidupan kita setiap hari, kesaksian atas kasih setia TUHAN yang berkelanjutan dalam hidup kita. Ini boleh terungkap, misalnya dalam nyanyian, permohonan dan doa-doa kita, sbb:

 

BAPA ENGKAU SUNGGUH BAIK, kasihMu melimpah di hidupku. BAPA ‘KU BERT’RIMAKASIH, berkatMu hari ini yang Kau sediakan bagiku. KUNAIKKAN SYUKURKU BUAT HARI YANG KAU B’RI. Tak habis-habisnya kasih dan  rahmatMu. S’lalu baru dan tak pernah terlambat pertolonganMu. BESAR SETIAMU DI S’PANJANG HIDUPKU.

 

Marilah kita tetap setia menyaksikan kebesaran kasih setia TUHAN di sepanjang hidup kita masing-masing.

Selamat beraktivitas di hari ini. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

 

Pdt Martunas P Manullang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here