Makna Cinta Kasih

0
355

Oleh: P. Adriyanto

 

 

“Saudara-saudara yang terkasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah.Jika saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. ”

*1 Yohanes 4:7,8 &12*

 

 

Pada tanggal 6 Pebruari, ‘2018, telah diselenggarakan *World Interfaith Week*di Jakarta. *World Interfaith Forum and Tollerance* merupakan program PBB yang bertujuan untuk mengakhiri perjalanan panjang pertikaian agama dan kekerasan, sehingga umat beragama dapat hidup damai.

Semoga setiap tokoh beragama di dunia, khususnya di Indonesia tidak sekedar menjadikan World Interfaith Forum hanya sekedar wacana, dan benar-benar menghayati bahwa *kunci utama bagi terciptanya perdamaian dan kerukunan umat antar agama adalah KASIH*

 

Kita sebagai anak Tuhan, dikenal melalui cinta kasih.

*”Semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-murid-Ku,  yaitu jikalau kamu saling mengasihi. ”

*Yohanes 13:25*

Tuhan tidak pernah mengajarkan bahwa kita hanya boleh mengasihi orang-orang yang seiman dengan kita.  Dia juga tidak meminta kita hanya mengasihi orang-orang yang juga mengasihi kita, bahkan kita harus tetap mengasihi musuh/orang yang membenci kita.

 

Bagaimana reaksi anda terhadap orang yang pagi tadi telah menyerang dan melukai dengan pedang termasuk Rm. Prier yang memimpin misa di gereja Lidwina, Sleman.

Apakah kita harus mengeluarkan statement *”mengutuk sekeras-kerasnya pelaku? “*

 

Sebagai individu, kita harus mulai mewujudkan hukum kasih yang Tuhan perintahkan, di lingkungan keluarga, tetangga/RT, persekutuan di gereja, lingkungan sekerja di kantor, dan lain-lain.

Baca Juga  Pencurahan dan Karya Roh Kudus

 

Jadi cinta kasih bukan hanya berhenti sampai di bibir, tapi harus diperagakan.

Bagaimana kita dapat memperagakan cinta kasih itu?

Kita tidak boleh sombong, bersikap angkuh, tidak bersiiap kasar, dan lain-lain, seperi yang ditulis dalam 1 Korintus 13: 4~5 berikut ini:

*”Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu, ia tidak menegahkan diri, dan tidak sombong.*

*Ia tidak melakukan yang tidak sopan  dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.*

*Ia tidak pemarah  dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.”*

 

Perhatikan juga firman Tuhan di bawah ini, agar kita memiliki kehidupan kekal.

*”Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita.*

*Barangsiapa tidak mengasihi,  ia tetap di dalam maut.*

*Setiap orang yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh manusia.  Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki  hidup yang kekal di dalam dirinya.”*

*1  Yohanes 3: 14~15*

 

Cinta kasih Allah yang ada di dalam hati kita akan bersemi bila kita dilahirkan kembali.

Allah adalah kasih dan Dia mengasihi kita.

Amin.

 

 

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here