Sekelumit Tentang Manusia Menurut Alkitab

0
1643

 

Oleh: Herry Oktavianus

 

Bila ditelusuri secara seksama maka akan didapati berbagai pandangan maupun pendapat yang menjelaskan perihal *”Manusia”*, baik secara Filsafat, Ilmu Pengetahuan sampai dengan Agama. Namun demikian bolehlah sejenak mencoba untuk memberikan pendapat pribadi masing-masing atas pertanyaan berikut ini, “Apakah manusia itu?”

“Mungkinkah ada mahluk hidup lainnya yang melebihi manusia?”

 

Sepanjang sejarah manusia sampai abad ini belum ada satupun yang dapat membuktikan secara objektif bahwa ada mahluk hidup lain yang melebihi manusia  dan adakah penjelasan yang lebih baik menginformasikan perihal *”Manusia”* dari pada *ALKITAB?* Silahkan buktikan bila memang ada.

Mengetahui dan memahami manusia secara *komprihensif dan konkrit* merupakan tantangan yang tidak mudah untuk diwujudkan, *”Manusia merupakan sebuah misteri” dan kompleksitas*, pembahasan tentang manusia sebagai  mahluk hidup paradoks semakin berkembang dari waktu ke waktu dan belum ada akhirnya.

 

Secara Theologis, Knowledge dan Philosophy, *”ALKITAB”* satu-satunya sumber informasi kristiani perihal *”Manusia”*. Dasar pemahaman theologia kristiani perihal manusia *berawal dari Allah menjadikan manusia* menurut “gambar dan rupa Allah”

Kejadian 1 : 27

 

“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka”.(Kejadian 1:27)

 

“Melangkah menelusuri gurun kehidupan dibawah matahari, terbelunggu tubuh semakin renta dan rapuh dimakan usia. Keluh kesah, sumpah serapah, tawa riang, air mata, sampai keputusasaan hidup terurai menjadi bait-bait kehidupan anak-anak manusia, bercengkerama dengan berbagai hasrat,  nafsu, kemunafikan, kejujuran, ketulusan, kebaikan, keburukan, kemewahan, keserakahan sampai kembali menjadi debu”.

 

Secara Biologi proses pembentukan manusia dalam rahim berawal dari setetes air (sperma & indung telur) tangan *Mahakarya* dengan tersembunyi menjadikan manusia sebagai mahluk hidup paling mulia dari semua mahluk-mahluk yang diciptakan lainnya, dan sebagai wujud *kemaha-dahsyatan* karya Allah.

“Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.”

“Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.”

 

“Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;”

“mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.” *(Mazmur 139:13-16)

Manusia menjadi *pusat* dari seluruh ciptaan atau lingkungan hidupnya/alam semesta. Baik buruknya Bumi beserta alam semesta tempat manusia berada sangat ditentukan oleh sepak terjang manusia sendiri sesuai rencana dan kehendak Allah yang memberikan kepercayaan atau wewenang sepenuhnya kepada manusia untuk mengelolanya. Secara theologis maupun analogis berdasarkan Alkitab manusia selain sebagai mahluk hidup yang memiliki citra Allah(Imago Dei) juga sebagai *”mandataris Allah”* yang bertanggungjawab langsung kepada Allah.

 

“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”

 

“Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” *(Kejadian 1:27-28)

“TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.”

“Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,”

“tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” (Kejadian 2:15-17).

 

Pertanyaan perlu untuk direnungkan perihal manusia, adalah: *”Mengapa dan untuk apa Allah menjadikan manusia”?*

Berdasarkan Kejadian 1:26-31, tergambarkan ada 3 jawaban dasar, yaitu:

*Pertama*:

Allah mau Manusia mengenal dan hidup bergaul/bersekutu menjadi kawan sekerja Allah.

*Kedua*:

Allah mau manusia mengenal dan mengalami betapa baiknya Allah sepanjang perjalanan hidup yang ditentukan Allah sendiri.

*Ketiga*

Allah memberikan otoritas, kuasa dan Mandat kepada manusia sebagai pengelola, pengusaha, pengembang, pengatur, penguasa atas seluruh ciptaan dan alam semesta ini. Manusia adalah “wakil” Allah dalam menatalayani dunia ini.

*Manusia* sebagai mahluk hidup yang “segambar” dengan Allah (Imago Dei) lebih mencondongkan kebebasan hidup yang dianugerahkan Allah terhadap keinginan yang menuntunnya ke jalan kebinasaan. Dan tiada jalan lain bagi manusia agar dapat menyatu kembali dengan Khaliknya selain melalui Yesus Kristus (Kejadian 3:1-14; Roma 3:23; Yohanes 14:6.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here