Pdt. Weinata Sairin: “Tuhan, Kujalani JalanMu Menuju ke Keabadian”

0
57

“Deduc me, Domine, in via tua. Tuhan bimbinglah aku di jalanMu”.

 

Dalam khazanah agama-agama, kata “jalan” acapkali dipergunakan. Kita mengenal misalnya istilah “jalan delapan” atau delapan jalan kebenaran yang diperkenalkan oleh Buddha Gautama. Kedelapan jalan itu adalah :

– pengertian benar

– pikiran benar

– ucapan benar

– perbuatan benar

– pencarian benar

– daya upaya benar

– perhatian benar

– konsentrasi benar.

Saudara-saudara kita kaum Muslimin mengenal “jalan lurus” (shiratal mustaqim), sebuah jalan yang jelas, yang tak ada penyimpangan, yang mengajak umat mengalami keselamatan. Di lingkungan ke kristenan adalah Yesus sendiri yang menyatakan “Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup…”. Ya kata ‘jalan’ banyak digunakan dalam ruang lingkup agama. Kata “jalan”, way, path, agaknya dimaknai sebagai sarana, “vehicle” yang akan membawa para penganut agama tersebut kepada keselamatan abadi. Dan pada kekristenan, yang menarik adalah bahwa Yesus sendiri menunjuk diriNya sendiri sebagai *jalan*.

 

KBBI mendaftarkan lebih dari 10 makna dari kata jalan. Selain dimaknai sebagai “tempat untuk lalu lintas kendaraan”, kata ‘jalan’ diartikan juga sebagai ‘kesempatan’, ‘perkembangan’, ‘gerak maju’ dan sebagainya. Perusahaan besar seperti Toyota menyusun filosofi yang  disebut Toyota Way. Ini adalah filosofi manajemen yang digunakan oleh korporasi Toyota. Filosofi kerja ini terdiri dari 14 prinsip dasar dengan ide utama adakah agar mendasarkan keputusan manajemen pada pemahaman filosofis atas tujuan perusahaan, berfikir jangka panjang, memiliki peran untuk memecahkan masalah, penambahan nilai bagi organisasi dengan cara mengembangkan orang- orangnya dan menyadari bshwa pemecahan maslah secara terus menerus mendorong proses belajar organisasi.

 

Perusahaan besar dan para pengusaha ternama biasanya juga memiliki fillosofi yang spesifik dalam menjalankan bisnisnya. Ciputra (Sulawesi Tengah 24 Agustus 1931) yang memberi perhatian besar pada kewirausahaan memiliki Ciputra Way. Ada 7 prinsip yg menjadi filosofi Dr Ciputra dalam mengembangkan bisnisnya :

Baca Juga  Tuhan dan Air Mata Kita

a. Definition

b. Purposes

c. Traits

d. Roles

e. Strategies of Learning

f.  Essential Subjects

g. Dr Ciputra’s 7 Questions.

 

Toyota Way, Ciputra Way dan filosofi dari perusahaan besar yang dirumuskan dalam sebuah format khusus, apapun namanya adalah upaya dari para tokoh pendiri perusahaan itu untuk mempertahankan Visi misi, corporate culture dari perusahaan itu agar eksistensi mereka tetap kukuh dan kontribusi mereka bagi dunia berlangsung kontinyu dengan benefit yang makin signifikan.

 

Pepatah yang dikutip dibagian awal tulisan ini menyatakan “Tuhan, bimbinglah aku dijalanMu”. Sebagai umat beragama kita memahami bahwa “jalan Tuhan” adalah jalan yang menuju kekekalan, jalan yang menuju ke abadian. Jalan itu memiliki rambu-rambu yang secara teknis detil telah diatur oleh agama-agama. Jalan itu berbeda dengan jalan yang lain penuh sesak, karena rambu-rambunya tidak terlalu jelas. Kita tahu tidak mudah menjalani jalan Tuhan. Itulah sebabnya kita mohon untuk dibimbing agar kita kuat, tahan, setia menapaki jalan itu. Mari kita berjalan pada jalan Tuhan, bukalah pintu hati kita untuk menerima bimbinganNya menuju ke keabadian!

 

Selamat berjuang. God bless.

 

*Weinata Sairin*.

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here