Ketum DPP PPGI, Maruli Tua Silaban: PPGI Siap Melahirkan Calon Pemimpin Bangsa yang Transformatif dan Visioner

0
102

Kabupaten Karo, Suarakristen.com

“Perhimpunan Pemuda Gereja Indonesia (PPGI) mengadakan Pelatihan dan Kaderisasi Kepemimpinan Tingkat Dasar Pemuda Gereja di Kabupaten Karo. Pelatihan Kepemimpinan ini merupakan salah satu upaya untuk melaksanakan mandat Kongres, Rakernas dan program-program strategis PPGI. Sebagai organisasi kader, PPGI bertanggung jawab mempersiapkan generasi muda untuk menjadi calon pemimpin bangsa dan Gereja di masa yang akan datang,” demikian kata sambutan Ketua Umum DPP Perhimpunan Pemuda Gereja Indonesia (PPGI), Maruli Tua Silaban, pada saat acara Pelatihan Kepemimpinan tersebut. (25/11/17).

Ungkap Maruli Silaban, “Pelatihan Kepemimpinan ini harus dilihat sebagai sebuah proses penting dan merupakan buah kesadaran untuk mempersiapkan dan menghadirkan calon pemimpin masyarakat, gereja, bangsa dan negara yang berhati melayani dimasa mendatang. PPGI akan mendesain program-program organisasi agar mampu melahirkan pemimpin yang dapat menjawab tantangan zaman.

Menurut Maruli,”Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon – alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama (sumber: Wikipedia bahasa Indonesia).
Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen dan organisasi itu menjadi salah satu objek ilmu untuk dikaji dan dianalisa manfaat dan eksistensinya.

Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisis organisasi (organization analysis).

Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok satu sama lain, dan ada pula yang berbeda.

Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah bagi orang-orang untuk berkumpul/berserikat, bekerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi itu sendiri.”

Paparnya lebih lanjut lagi,”Menurut para ahli, organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama. Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan. Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.

Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat di sekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pemberdayaan (empowering) dan pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran anggota atau Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi yang mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

Sekilas tentang Organisasi PPGI

PPGI DILAHIRKAN UNTUK MELAHIRKAN CALON PEMIMPIN YANG MELAYANI YANG BERWATAK KRISTIANI, KEBANGSAAN-NASIONALIS UNTUK MENGABDIKAN DIRI BAGI GEREJA DAN BANGSA SERTA NKRI.

Perhimpunan Pemuda Gereja Indonesia didirikan di Jakarta 28 Oktober 2008. PPGI merupakan organisasi bersifat pelayanan yang senantiasa berpedoman pada prinsip Kasih.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Perhimpunan Pemuda Gereja Indonesia berazaskan Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

VISI, MISI, USAHA dan WATAK Perhimpunan Pemuda Gereja Indonesia sebagaimana termaktub dalam anggaran dasar sebagai berikut:

VISI

Membangun integritas Pemuda Gereja Indonesia yang berwatak Kristiani dan Nasionalis serta mengabdikan diri bagi gereja, bangsa dan negara Indonesia.

MISI

1. Menghimpun potensi pemuda gereja Indonesia untuk bersaksi, bersekutu dan melayani gereja, bangsa dan negara Indonesia.
2. Membina pemuda gereja Indonesia menjadi insan pembangunan yang tangguh dan kritis bagi gereja, bangsa dan negara Indonesia
3. Mempersiapkan pemuda gereja Indonesia menjadi pemimpin bertanggungjawab yang takut akan Tuhan dan berbakti kepada bangsa dan negara Indonesia.

USAHA

1. Menyelenggarakan pembinaan iman dan moral Kristiani untuk dapat bersaksi, bersekutu dan melayani dengan sepenuh hati bagi kepentingan gereja, bangsa dan negara.

2. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi pemuda gereja Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian yang dimiliki.

3. Mendorong dan meningkatkan keterlibatan aktif pemuda gereja Indonesia untuk menjalankan aksi sosial dan pembangunan yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan bergereja, berbangsa dan bernegara.

4. Menjalin kerjasama dengan perorangan maupun lembaga lainnya demi terwujudnya visi dan misi organisasi sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.

WATAK

Perhimpunan Pemuda Gereja Indonesia dalam perwujudan visi dan misi serta dalam menjalankan usahanya bersendikan watak oikumenis, nasionalis dan kerakyatan.

Perhimpunan Pemuda Gereja Indonesia didalam anggaran dasarnya juga mencantumkan STATUS dan FUNGSI yang jelas, yakni sebagai berikut:

STATUS

Perhimpunan Pemuda Gereja Indonesia adalah organisasi pelayanan kepemudaan independen yang tidak berafiliasi pada salah satu organisisasi sosial politik manapun.

FUNGSI

1. Fasilitator yang menghimpun, memberdayakan dan mendukung potensi pemuda gereja Indonesia untuk bersaksi, bersekutu dan melayani.

2. Organisasi kepemudaan yang menjadi Laboratorium kader pemuda gereja Indonesia.

3. Organisasi pelayanan yang mengabdikan diri bagi kemajuan gereja, bangsa dan negara.

Untuk diketahui, Perhimpunan Pemuda Gereja (PPGI) merupakan organisasi resmi yang didirikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. PPGI telah menjadi mitra Pemerintah khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam mendukung pengembangan, pembangunan dan pemberdayaan potensi dan sumber daya Pemuda.

Selain itu, sejak tahun 2009 PPGI sebagai Organisasi Kepemudaan telah berhimpun pada Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dari pusat sampai daerah sesuai dengan struktur organisasi PPGI yg telah terbentuk sebagai wadahnya Pemuda Indonesia untuk menambah wawasan dan pergaulan dalam konteks kepemudaan yang lebih luas, dan dalam kancah pergaulan organisasi, PPGI telah banyak terlibat untuk mendinamisasi dan memberi warna tersendiri dalam dunia kepemudaan.

Untuk itu, relasi yang terbangun harus berdimensi jangka panjang dan saling menguntungkan dengan berbagai pihak utamanya yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia khususnya Pemuda Indonesia didalamnya Pemuda Gereja.

Pemimpin ala PPGI

Setelah memahami organisasi secara umum dan organisasi PPGI secara khusus, giliran kita secara khusus mendiskusikan tentang model kepemimpinan ala PPGI. Artinya, prototipe pemimpin seperti apa yang hendak didorong oleh PPGI dan diharapkan menjadi model yang dapat diterapkan dalam kehidupan organisasi, masyarakat, bangsa dan negara Indonesia.

PPGI yang merupakan tempat/wadah berhimpunan Pemuda Gereja tentu saja tidak bisa dilepaskan dari dasar dan pegangan hidup kita berdasarkan Alkitab. Dan, Allah Tri Tunggal Tuhan kita Yesus Kristus, Sang Juru Selamat menjadi Tokoh sentral kehidupan sekaligus sumber nafas kehidupan kita, yang menginspirasi kita untuk tampil sebagai Pemimpin yang Melayani.

Untuk itu, Pemuda Gereja, Para Pengurus PPGI dan Para Generasi Penerus PPGI yang juga merupakan Warga Negara Indonesia/Warga Bangsa serta yang akan menjadi bagian para calon pemimpin bangsa, sudah barang tentu harus menghargai perbedaan yang telah dipersatukan dengan bingkai Pancasila sebagai Dasar ideologi dan pandangan hidup berbangsa dan bernegar; UUD NRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara; Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara; dan Bhineka Tunggal Ika sebagai Semoboyan negara.

Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah pentingnya untuk mendorong Pengembangan sumber daya Pemuda Gereja di Indonesia. Hal ini merupakan proses yang berkesinambungan yang membutuhkan komitmen yang tinggi dan manajemen yang baik untuk menjadi efektif untuk dilakukan secara terus dan berkesinambungan.

Untuk mewujudkan PPGI sebagai organisasi strategis yaitu untuk mempersipakan calon pemimpin yang berpegang teguh pada Kasih, Kejujuran dan integritas tinggi yang setia pada Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika, harus mampu membuat dan mewujudkan Program pengembangan dan pemberdayaan Pemuda berkaitan dengan tahap pengembangan dan pelibatan Pemuda Gereja sebagai tujuan jangka pendek, menengah serta jangka panjang pembangunan pemuda Indonesia/Manusia, baik saat start up, dalam ekspansi, dalam masa transisi atau berbalik.

PPGI sebagai organisasi dan wadah berhimpunnya Pemuda Lintas Gereja ( Protestan dan Katolik) di Indonesia harus dituntut merencanakan dan merancang program pembangunan dan pemberdayaan potensi Pemuda dengan hati-hati, secara terencana, terprogram melalui kegiatan yang berkesinambungan sesuai dengan tingkatan dan jenjang organisasi yang ada.

Program pelatihan yang efektif meningkatkan kompetensi sumber daya pemuda Gereja dimaksudkan untuk melakukan kegiatan dan bagian program organisasi yang lebih baik dan nilai tambah bagi Organisasi serta untuk kemajuan bangsa.

Pelatihan dan kaderisasi pemuda Gereja diperlukan untuk berbagai tujuan, misalnya mengembangkan kemampuan kepemimpinan, manajemen organisasi, keterampilan/skiil dan pengetahuan para pemuda Gereja, mempersiapkan sumber daya manusia baru/Pengurus Organisasi untuk mencapai tujuan organisasi dan atau dalam rangka regenerasi kepemimpinan, maupun mempersiapkan pemimpin masa depan.

PPGI sebagai bagian integral bangsa ini mendukung program pemerintah dan siap bekerja sinergis dengan Pemerintah Pusat (Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Pemerintah Daerah) dengan melakukan kerjasama sesuai dengan program Pemerintah dibidang pelatihan dan pemberdaayaan sumber daya Pemuda melalui pelatihan kepemimpinan dan kaderisasi Pemuda yang juga merupakan kebutuhan organisasi dalam mempersiapkan kader dan kepemimpinan dimasa mendatang.

Program Pelatihan dan pengembangan sumberdaya pemuda menjadi suatu kebutuhan bagi setiap organisasi dalam rangka menjamin terpenuhinya proses kaderisasi dan kepemimpinan dalam organisasi tersebut untuk dapat evaluasi sekaligus peningkatan kapasitas organisasi dan pemimpin organisasi itu sendiri yang mengarah pada organisasi yang profesional dan handal.

Terciptanya Pengurus Organisasi yang profesional dan dan berdedikasi tinggi memampukan PPGI dalam menyusun program organisasi, menciptakan pemimpin yang profesional yang menguasai sistem kepemimpinan organisasi melalui kemampuan untuk menyusun dan merencanakan program, melaksanakan program serta mengevaluasi program secara terus menurus dan berkesinambungan serta secara progresif merupkan hal yang mutlak diperlukan oleh PPGI.

Penutup

Semoga pelatihan ini dapat membawa manfaat dan melahirkan calon pemimpin yang dapat membawa bangsa ini makin berkeadaban.

PPGI sebagai wadah berhimpunnya Potensi Pemuda Gereja (Katolik dan Protestan) dirancang untuk menjadi organisasi strategis untuk mempersiapkan calon pemimpin masa depan yang berpegang teguh pada kasih, kejujuran, setiap pada Pancasila, UUD Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

You Can If You Think You Can (Anda Bisa Bila Anda Berpikir Bisa)

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here