Doktrin Kristus: Inkarnasi dan Pemuliaan

0
517

Oleh: Oka Bagas S

1 Petrus 3:22 (TB) yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.

*Yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga* — Rasul Petrus masih membahas mengenai kelanjutan misi dari Yesus Kristus. Ayat-ayat sebelumnya berbicara mengenai ketidakberdosaan Yesus Kristus (ay 18), Kemenangan Yesus Kristus di atas kayu salib dan kematiannya sebagai manusia (ay 19, 20).

Inkarnasi memiliki arti penjelmaan. Ayat ini mendukung penjelmaan Yesus menjadi manusia. Yesus Kristus sebelum menjelma sebagai manusia, memiliki sebutan sebagai Sang Firman. Sang Firman telah ada pada mulanya dengan Allah (Bapa). Sang Firman juga adalah Allah. Jadi, Sang Firman dan Allah (Bapa) memiliki Esensi yang sama. Tidak ada yang lebih tinggi dan yang lebih rendah.

“Yohanes 1:1 (TB) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”

Oleh sebab manusia pertama, yaitu Adam dan Hawa telah jatuh ke dalam dosa. Singkatnya Allah (Bapa) mengutus Sang Firman utk menjadi manusia menyelesaikan dosa yang telah diperbuat manusia. Mengapa Sang Firman harus menjadi manusia? Karena Sang Firman memiliki rencana menebus manusia, sudah pasti harus menjadi manusia. Dari sekian banyak manusia di muka bumi ini, tidak ada yang layak menjadi Juru Selamat manusia selain Yesus Kristus. Mengapa demikian? Sebagaimana Domba Korban dalam Perjanjian Lama kudus dan tidak bercacat, maka dibutuhkan manusia yang kudus dan tidak bercacat untuk menjadi Juru Selamat.

Akibat inkarnasi dari Sang Firman ialah pengosongan diri (Kenosis). Sang Firman yang memiliki kesetaraan dengan Allah (Bapa) mau tidak mau mengosongkan kemampuannya yang tidak terbatas menjadi terbatas. Status Sang Firman menjadi lebih rendah dari Allah (Bapa) dan lebih rendah dari malaikat. Bahkan dari sekian banyak manusia di muka bumi ini, Dia tidak termasuk hitungan (lebih rendah lagi).

“Filipi 2:6-7 (TB) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.”

“Yesaya 53:3 (TB) Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.”

Sesudah Yesus Kristus (Sang Firman) telah menyelesaikan tugasNya, Ia kembali lagi bersama dengan Allah (Bapa) di Sorga. Pengosongan diri Sang Firman (Yesus Kristus) berlangsung selama 33,5 th. Setelah itu Ia penuh kembali dengan kuasaNya dan setara dengan Allah (Bapa).

*Sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya* — Kata “Sesudah” menarik perhatian kita. Siapa yang menaklukkan malaikat, kuasa dan kekuatan kepada Yesus Kristus? Sudah pasti ialah Allah Bapa. Mengapa demikian? Karena Yesus Kristus masih dalam keadaan kosong dari kekuatanNya, maka perlu diisi kembali. Yesus Kristus sangat bergantung dengan Bapa ketika Ia berada di dunia. Yesus Kristus bisa melakukan mujizat jikalau Bapa menghendakiNya. Jika tidak menghendakiNya, maka tidak terjadi mujizat. Bahkan sampai Yesus tidak tahu kapan hari kedatanganNya ke dua. Ayat ini sangat mendukung doktrin “Kenosis.”

“Yohanes 5:19 (TB) Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.”

” Yohanes 12:49 (TB) Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.”

“Ibrani 2:7-8 (TB) Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat, segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya.” Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatu pun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya.”

Catatan penting :

*1. Teladani Yesus Kristus ketika Ia telah menjadi manusia selalu mengandalkan Tuhan dalam segala aspek kehidupannya.*

*2. Orang percaya PB setelah pemuliaannya akan diberikan kekuasaan oleh Yesus Kristus. Barangsiapa mati di dalam Yesus Kristus, suatu saat akan memerintah bersama-sama dengan Dia dalam Kerajaan Surga.

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here