Menjadi Saksi Kebangkitan Kristus

0
770

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi

 

 

Lukas 24:33-35

(33) Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. (34) Kata mereka itu: “Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon.” (35) Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

 

Setelah Yesus bangkit, Ia menampakkan diri juga kepada dua orang yang lagi berjalan menuju Emaus (baca dari ayat 13). Salah seorang bernama Kleopas. Yesus berjalan bersama mereka tapi mereka tidak mengenal-Nya. Kedua orang itu meminta Yesus menginap di Emaus. Pada saat makan malamYesus memecah-mecahkan roti dan membagikannya kepada mereka. Saat itu kedua orang tersebut sadar bahwa orang yang menemani mereka itu adalah Yesus. Mereka belum sempat bertanya, Yesus sudah menghilang dari tengah-tengah mereka. Mereka sangat senang dan segera berangkat ke Yerusalem untuk menyampaikan hal itu kepada murid-murid yang lain. Di Yerusalem mereka mencari rumah tempat murid-murid Yesus berkumpul. Mereka masuk dan ingin segera menyampaikan apa yang mereka telah lihat. Baru saja mereka masuk, murid-murid di dalam rumah itu lebih dulu berkata: “Sesungguhnya Tuhan telah bangkit!”

Murid-murid tidak hanya berkata: “Sesungguhnya Tuhan telah bangkit!” Mereka juga menyampaikan bahwa Dia yang bangkit itu telah menampakkan diri kepada Simon.” Saudara-saudara, apa yang dikandung maksud dari perkataan mereka: telah menampakkan diri kepada Simon?

Maksudnya, bahwa Yesus pun berkenan menjumpai Simon yang dulu pernah berkata: “aku tidak kenal Dia!” Simon yang dulu membuat hati-Nya sangat sakit, kini diterima-Nya kembali. Berdasarkan hal ini, yakinlah bahwa tidak seorang pun akan dibuang oleh Yesus. Walaupun dosanya besar, Yesus tidak akan membuangnya, asal dia bertobat dan mau datang kepada Yesus. Seperti Simon, mungkin kita malu menemui Yesus, tapi Yesus tetap akan menemui kita. Dan seperti Simon, yang bertobat di hadapan Yesus kemudian di terima, maka demikianlah kita akan diterima kalau kita bertobat dari dosa kita.

Baca Juga  Orang Cenderung Lebih Mengandalkan Manusia Daripada Tuhan            

Jika kita diterima kembali oleh Yesus, maka pada saat itu kita diminta menjadi saksi-Nya. Kita akan menjadi saksi kebangkitan-Nya. Sungguh, Tuhan telah bangkit. Dan secara pribadi kita akan mengaku: “Sungguh, Tuhanku telah bangkit!” Pengakuan ini akan kita ucapkan terus-menerus di sepanjang kehidupan kita.

Nah sebagai saksi yang mengaku bahwa Tuhan itu telah bangkit, kita harus menyadari bahwa pengakuan kita bukanlah pengakuan hafalan. Pengakuan ini harus menjadi pengakuan yang membuat hidup kita semakin hidup. Benar, kebangkitan Kristus telah membuat segala-galanya menjadi terang benderang. Kebangkitan-Nya menjadi pusat kehidupan beriman. Coba bayangkan, bagaimana jadinya kalau Yesus tidak bangkit? Kisah kelahiran-Nya menjadi tidak berarti. Kisah-kisah pelayanan dan penyembuhan-Nya akan tinggal sebagai kenangan indah. Pokoknya segala sesuatu yang terkait dengan Yesus akan kehilangan makna dan kekuatannya. Hal ini dengan jelas tercermin dari sikap para murid-murid setelah Yesus mati. Mereka tidak bersemangat. Mereka kecewa dan kehilangan pegangan. Mereka berniat kembali ke kampungnya dan meneruskan kegiatannya yang dulu. Tetapi setelah kebangkitan-Nya, apa yang terjadi? Semangat mereka meluap-luap.

Karena Yesus bangkit, karena Yesus hidup, segala sesuatu menjadi berubah. Jalan keselamatan yang ditawarkan Yesus semakin jelas dan terbuka. Tidak ada tokoh yang seperti Yesus yang datang menawarkan jalan keselamatan dan membuka jalan itu melalui kebangkitan-Nya. Yesus, Engkau sungguh membahagiakan kami. Terpujilah Engkau!

Katakanlah: “Aku tahu, Tuhanku, Penebusku hidup!” Karena Dia hidup, maka yakinlah bahwa sekalipun kita menderita, sekalipun penderitaan itu makin bertambah, Dia yang hidup akan menjamin kita. Karena Dia hidup, yakinlah bahwa masa depan kita terbuka dan tidak berakhir pada kematian.

Akuilah Dia sebagai Tuhan yang hidup, sekalipun kita terancam, kita sulit untuk beribadah, kita sulit untuk mendapatkan pekerjaan karena kondisi yang tidak berpihak kepada kita. Tuhanlah yang berada di pihak kita. Jika Dia di pihak kita, siapakah ‘lawan’ kita? Tidak ada! Karena Yesus yang hidup itu akan menolong kita.

Baca Juga  Penyakit Kemakmuran

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here