Dari Diskusi FKB: Peran Strategis Perantau Dalam Membangun TOBASA Harus Terus Digerakkan Secara Maksimal dan Sinergis!

0
168

 

Oleh: Hotben Lingga

 

Jakarta, Suarakristen.com,

 

“Perberdayaan dan partisipasi konkrit perantau TOBASA yang tersebar di berbagai provinsi dan luar negeri, khususnya di Jabodetabek sangat strategis dalam mendukung percepatan program pembangunan di daerah TOBASA.  Peran perantau TOBASA perlu lebih dikoordinasikan dan disinergikan sebagai ujung-tombak dalam memacu pembangunan di TOBASA.

 

Diskursus dan upaya tersebut  perlu terus digerakkan dan dimaksimalkan agar terus terbangun sinergitas antara perantau dengan pemerintah daerah dan masyarakat TOBASA. Kerja-sama dan sinergi yang sudah dibangun dengan para perantau TOBASA di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Jabodetabek harus dijadikan kekuatan besar ,” demikian disampaikan Ir. Parlin Sianipar, M.T., Ketua Forum Konunikasi Par-Balige (FKB), dalam Diskusi Panel “Peran Masyarakat Perantau Bagi Pembangunan Kabupaten TOBASA”, yang diselenggarakan oleh FKB di  Gedung Serba Guna Ompung Tombok, Jakarta (13/7/15)

 

Tegas Parlin Sianipar, masyarakat TOBASA saat ini sedang mengalami masa transisi dan transformasi budaya. Masyarakat TOBASA sedang mengalami krisis identitas dan krisis integritas. Karena itu, para senior Masyarakat TOBASA di perantauan yang potensial mempunyai tanggung-jawab moral untuk mencari solusi dan aksi cepat untuk mengantisipasi keadaan tersebut, agar moralitas, spiritualitas dan adat Batak tetap kuat di TOBASA.

 

FKB ingin merangkul para perantau TOBASA yang potensial untuk melakukan karya-karya konkrit dalam merevitalisasi sumber daya alam dan sumber daya manusia TOBASA.

FKB berkomitmen memberikan kontribusi dalam bentuk gagasan dan ide untuk menguatkan kapabilitas dan kapasitas masyarakat melalui pelatihan-pelatihan, serta mengajak para investor perantau menanamkan modalnya di daerah.

Secara pribadi, Parlin Sianipar menyampaikan bahwa dirinya akan menghibahkan tanah miliknya di TOBASA seluas 2000m untuk membangun gedung sekolah minggu yang besar, agar anak-anak di TOBASA tetap dididik sejak kecil dengan fondasi iman yang kuat.

Baca juga  BMKG : Kajian Ilmiah LIPI Soal Gempa Jawa Dipelintir; Ajak Masyarakat Tidak Panik Tapi Waspada

 

Sementara itu, panelis lainnya, Ir. S.M. Tampubolon, menyatakan, “Kemajuan TOBASA sangat bergantung dari sumber daya manusia TOBASA.

Sumber daya manusia yang tinggi akan sangat mendukung laju perkembangan TOBASA dan akan melahirkan generasi-generasi penerus yang berkualitas dan berpotensi besar. Para perantau TOBASA mempunyai tanggung-jawab menjadi penggerak, pendukung, motivator dan stimulator kemajuan TOBASA. Sehingga bisa meningkatkan serta memacu laju pertumbuhan ekonomi.

 

S.M Tampubolon yang juga merupakan Ketua Forum Peduli Bona Pasogit, menyatakan,”Para perantau TOBASA perlu diorganisasi dan digerakkan untuk mencari solusi atas pelbagai krisis yang sedang dihadapi masyarakat TOBASA.Saat ini masyarakat TOBASA sedang mengalami krisis moral dan krisis keteladanan dan krisis kepemimpinan.Kedepan, TOBASA harus dipimpin oleh tokoh-tokoh yang berintegritas dan visioner, agar dapat membenahi krisis-krisis dan problem-problem yang sedang terjadi di TOBASA.

 

Sedangkan panelis DR. H.P.Panggabean, yang merupakan mantan Hakim Agung, dan Ketua Umum DPP KERABAT menyatakan,”

Pemberdayaan masyarakat harus menjadi prioritas semua pihak. Arah kebijakan dan strategi pengembangan Kabupaten TOBASA harus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat  dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana, membangun potensi ekonomi lokal , serta pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pembangunan TOBASA diarahkan untuk penguatan desa dan masyarakatnya, serta pengembangan pusat-pusat pertumbuhan di perdesaan untuk mendorong pengembangan perdesaan berkelanjutan yang memiliki ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi serta mendorong keterkaitan desa-kota.  Peran dan kapasitas pemerintah daerah dalam memajukan ekonomi masyarakat miskin dan rentan harus ditingkatkan. Perlu diperluas dan diperkuat potensi ekonomi kreatif dan ekonomi kerakyatan. Masyarakat perantau yang potensial harus didorong untuk meningkatkan kapasitas masyarakat miskin dan rentan dalam pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Perlu diusahakan dukungan bagi masyarakat miskin dan rentan melalui penyediaan lapangan usaha, dana bergulir, kewirausahaan, dan lembaga keuangan mikro. Selain aspek pendidikan dibenahi, pemberdayaan masyarakat adat perlu mendapat prioritas juga. Melalui penguatan lembaga adat dan Desa Adat, dan perlindungan hak-hak masyarakat adat sesuai dengan perundangan yang berlaku, maka potensi SDM dan SDA TOBASA bisa meningkatkan keberdayaan masyarakat dan ketahanan sosial budaya masyarakat.melalui penguatan sosial budaya masyarakat.

Baca juga  Visi Indonesia 2045

 

Hadir dalam diskusi panel tersebut antara lain Dr.Ir.Bisuk Siahaan, Maruap Siahaan, Pdt. Dr.Luhut P.Hutajulu, Togarma Naibaho, Raya Siahaan, S.H., Budi Napitupulu, Saint Sianipar, Jornal Siahaan, Robert Pardede, Delon Ronny Sianipar, Dra. Manur Simanjuntak. dr. Machir Siagian, dan banyak lagi.

 

Bertindak selaku ketua panitia diskusi panel tersebut adalah Drs.Gottfried H.Siahaan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here