Pengurus Baru Forum Dayak Kalbar Jakarta (FDKJ) Periode 2015-2019 Dikukuhkan: Siap Bersinergi Memajukan Komunitas Dayak di Jabodetabek

0
623

Oleh: Hotben Lingga

Jakarta, suarakristen.com.

Forum Dayak Kalimantan Barat (Kalbar) Jakarta (FDKJ) masa bakti 2015-2019 dilantik di Hotel Borobudur, Jakarta, (13/06/15) dalam sebuah upacara khas bernuansa Dayak. Hadir dalam acara FDKJ tersebut adalah komunitas Dayak yang ada di Jabodetabek, petinggi-petinggi pemerintah Kalbar, tokoh-tokoh masyarakat Dayak, baik dari Kalbar maupun yang berada di Jabodetabek.

“Berawal dari arisan  beberapa gelintir keluarga Kalimantan Barat yang ada di Jakarta, yang merasa senasib sepenanggungan dan seperjuangan serta sekeluarga besar, forum ini terbentuk. Kini menjadi kekuatan, sekaligus aset tak ternilai. Kita berharap FDKJ bisa menjadi rumah besar dan wadah untuk bersinergi dan bekerja sama antar masyarakat Dayak maupun masyarakat Kalbar yang lain, untuk kita bisa memajukan dan membangun SDM orang Dayak dan komunitas-komunitas Kalbar yang ada di Jabodetabek ini. Forum ini akan bekerja sama dengan semua pihak, khususnya dengan pemda-pemda di Kalbar, agar masyarakat Dayak dan Kalimantan yang ada di Jabodetabek ini bisa berkembang secara ekonomi dan sosial, sehingga bisa berkontribusi positif bagi pembangunan di Jabodetabek maupun bagi Kalimantan “papar ketua umum FDKJ yang baru dilanik, Irjen Pol. (purn.) Thomas Tommy Sagiman, kepada para jurnalis dalam konferensi pers pelantikan dan pengukuhan pengurus baru FDKJ  Periode 2015-2019.

 

Meski belum lama terbentuk sebagai organisasi, FDKJ telah berbuat banyak. “Antara lain memulangkan, dengan biaya sendiri, sejumlah keluarga yang dilanda kesusahan dan terhimpit kesulitan di tanah Jawa. Juga membantu biaya pendidikan anak-anak asal Kalbar, serta memberikan informasi peluang-peluang usaha dan pekerjaan ” tambah Katherina Angela Oendoen, salah satu penasihat FDKJ.

 

Sementara itu, Sekjen FDKJ, Irjen Pol. (purn.) Dinar Pabayo menyatakan, “Membangun Dayak tidak mesti tinggal di pulau Kalimantan. Kita bisa berbuat, sesuai potensi dan profesi masing-masing, yang terbaik untuk Dayak. ”Dayak, menurut Dinar, tidak dibatasi agama. Namun siapapun yang menitis darah Dayak dari ayah atau ibunya, adalah Dayak.”

Baca juga  Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing Apresiasi "The 7th World Peace Forum": Serukan Semua Umat Beragama Pro-aktif Membangun Perdamaian dan Keharmonisan Dunia  

Salah seorang Pembina FDKJ, Drs.Aloysius Aloy menambahkan, pembangunan SDM komunitas Dayak merupakan tantangan dan problem utama yang harus digumuli oleh FDKJ dan Pemda Kalbar. Potensi komunitas Dayak yang ada di Jakarta harus diberdayakan dan disinergikan agar stigma Orang Dayak itu masih terbelakang secara sosial ekonomi dapat dihilangkan.

 

Gubernur Kalbar, Cornelis, yang berhalangan hadir dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kalbar, Tony Ferdy mengharapkan, “FDKJ sebagai organisasi yang berdomisili di Jakarta hendaknya lebih memacu diri untuk berbuat yang terbaik bagi komunitas-komunitas yang berhimpun dalam FDKJ agar komunitas-komunitas yang berhimpun dalam FDKJ juga bisa turut membangun Kalimantan Barat secara keseluruhan sehingga FDKJ juga bisa memacu berbagai perkembangan di semua aspek pembangunan di Kalbar.”

 

“Dengan perspektif yang lebih luas, dan pandangan yang jauh kedepan, imbuh Cornelis, FDKJ harus menjadi motor bukan saja menggerakkan, tapi juga menarik maju serta menginspirasi saudara-saudaranya.”

Sementara itu, Michael Jenno, wakil rakyat Kalbar di Senayan dalam kesempatan itu menyatakan, FDKJ ke depannya diharapkan lebih fokus pada berbagai “muatan lokal”. Yakni mengembangkan ekonomi berbasis kerakyatan agar kuat dasarnya, selain menggali dan mengembangkan potensi lokal berupa seni, sastra, dan budaya.

 

Seksi Seni Budaya FDKJ, R. Masri Sarep Putra menjelaskan, bidangnya akan terus berupaya menggali seni-budaya Dayak menjadi bukan saja bernilai sejarah, melainkan juga bernilai secara komoditas. “Bidang industri kreatif itu yang masih minim dimasuki orang Dayak. Kita harus mulai, sebab kandungan seni-budaya kita sangat tinggi, tidak kalah dibanding Bali, hanya saja belum digali dan diekspos secara benar,” kata penulis novel Ngayau dan Keling Kumangini ini.

Baca juga  PRESS RELEASE CONFERENCE OF INDONESIAN DIASPORA YOUTH 2018 

 

Bersama aktor senior, Piet Pagau dan Murep, Masri akan menjadikan seni-budaya Dayak menjadi salah satu agenda kerjanya kedepan.

 

“Kami akan mendokumentasikan dan memfilmkan sejumlah novel Dayak .Lalu, lewat media, kami akan memperkenalkan seni-budaya Dayak yang positif, bernilai edukatif, yang mencitrakan Dayak hebat,” tegas Masri dengan penuh antusias.

Berikut Susunan Lengkap Pengurus Forum Dayak Kalbar  (FDKJ) Periode 2015-2019:

 

Dewan Pembina:

 

Drs. Aloysius Aloy

Antonius Sujata

Kol.Pol. (P). FMW. Sangadji

Drs. Michael Oendoen

DR. Maik Hinganaday, M.Eng, MBA.

Paulus Budjang Mering, BE., G.Dipl. (Tech)

 

Dewan Penasehat:

 

Brigjen Pol. (P). Drs. H. Daminaus Jackie

Katherine Angela Oendoen, S.E.

Letkol CAJ (K) Dra. Gaudensia Diana KF, M.Hum, M.Si.

Yosep Palaunsoeka

Ir.G. Michael Jeno, M.M

Erma Suryani Ranik, S.H.

 

Dewan Pengurus:

Ketua Umum             : Irjen Pol (P) Drs. Thomas Tommy Sagiman

Wakil Ketua Umum   : Pdt. Dr. Andersius Namsi, Ph.D.

Sekretaris Jenderal  : Irjen Pol. (P). Drs. H. Dinar, S.H., M.H.

Wakil Sekjen              :  Lawadi Nusah, S.Pd.K.

Bendahara Umum.   : Elizabeth Irianingsih

Wakil Bendum.          : Petronela, M.Pd.

 

Kordinator Bidang dan Anggota:

 

Bidang Organisasi :

Gregorio Victor Leo Oendoen

Julius

Akiun

 

Bidang Luar Negeri:

Christina Salomita Lomon

 

Bidang Kerohanian:

Pastor Mastinus Joni, OFM. Cap.

Pdt. Timotius Sipur, M.A.

 

Bidang Hukum & Adat Dayak:

Yovianus Jailim, S.Pd.

Jelani Christo, S.H., M.H.

Alfonso, S.H.

 

Bidang Kepemudaan:

Selvie, S.Pd.

Albinus, S.Th, M.Pd.K

Lidya Natalia Sartono, M.Pd.

Leonard Nova Christi

 

Bidang Seni Budaya:

Baca juga  Tanggap: Bentuk Kepedulian Traveloka untuk Warga Lombo

Ir. Fransiskus Letus Murep

Piet Pagau

R. Masri Sarep

 

Bidang Kewanitaan:

 

Ester Rustina AG.

Hj. Dominika G. Dinar

Theresia Frida Iswadi T. Sagiman

Hj. Ekatiningsih D. Jackie

Paula Jaiwarni Lala

 

Bidang Pelayanan Sosial:

 

Fransisca A. Sujata

Pdt. Andis Natanael

Maria Genoveva Leony Budjang

Maria Yosepha Sangadji

Dra. Caecilia Anna Nanthy

Martha Rika

Dody Launardy Afat

Dra. Anastasia Sri Puji

 

Bidang Litbang:

 

Sukatno, S.Pd.

Boy Pius Dalius

Ir. Pius Sente Limbu

 

Bidang  Humas:

 

Peltu Yohanes Abay

Eden, S.Pd.K.

Dominus Miming

Adriana A.Sun, M.Div.

 

Bidang UKM dan Yayasan:

 

Antonia Maria Josepha Oendoen

Supardius, S.Th.

 

Bidang Keamanan:

Kapt. Inf. Andreas

Bripka Pol. Henrikus Rimbun

Prk. Dino Oksurianto.

 

Koordinator Wilayah:

 

Jakarta Pusat & Jakarta Utara:

Pdt. Timotius Geruntang, S.Th.

Jakarta Timur:

Atasius Ambun

Jakarta Barat:

Pdt. Matius Matnor Jame, S.Th.

Jakarta Selatan & Depok:

Hardianus Jerman

Kota Bekasi:

Rahitiunus Ambun

Cikarang, Karawang & Cikampek:

S.Paskalis.

Kota Tangerang & Tangsel:

Patrik Petrus

Cikupa & Balaraja:

Promondor Willdy

Serang, Cilegon & Rangkas Bitung::

Paulinus Alinson

Bogor & Purwakarta:

Pdt. Iyan Satar, S.Th

Bandung:

Drs. Frans Anjie

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here