Protestan Berkembang Pesat di Cina

0
2552

Hotben Lingga

china-jadi-negara-kristen-terbesar-sejagat-15-tahun-lagiPerkembangan Kekristenan di Cina saat ini sangat fantastis. Bisa dibilang sedang terjadi revolusi misi dan kebangunan rohani yang begitu menggelora di seluruh Cina. Gereja-gereja di Cina bertumbuh seperti jamur di musim hujan. Jumlahnya semakin meningkat dengan sangat pesat. Menurut Zhao Xiao, mantan pejabat Partai Komunis Cina yang bertobat menjadi Kristen, jumlah penganut agama Kristen di Cina saat ini telah melebihi jumlah anggota Partai Komunis Cina (75 juta anggota)! Dia menyebut jumlah Kristen di Cina saat ini sudah lebih dari 130 juta jiwa. (Data Pemerintah Cina menyatakan jumlah populasi Kristen hanya 25 juta; 18 juta Protestan, 7 juta Katolik). Di masa lalu, pertumbuhan agama Kristen sangat terbatas. Pada tahun 1949, ketika Komunis mengambil alih kekuasaan, yang dibaptis hanya kurang dari 1% populasi Cina,  kebanyakan Katolik. Pada tahun 1950an terdapat1 juta orang Protestan yang terdaftar. Pada tahun 1986 jumlah Protestan mencapai 3 juta. Tahun 1988 meningkat menjadi 4,5 juta jiwa. Tahun 2003 menjadi 17 juta jiwa. Saat ini, kelompok Kristen yang paling berkembang adalah kelompok Protestan “gereja rumah” (yang beribadah di apartemen-apartemen dan rumah-rumah secara tersembunyi). Dari berbagai survei dan analisa misi, jumlah populasi Protestan kini mencapai 130 juta orang.

Menurut penyelidikan dan perkiraan banyak lembaga, Kekristenan akan semakin bertumbuh Hal ini karena Cina telah berubah menjadi negara kapitalis/industri maju dan secara de facto sudah   meninggalkan komunisme. Perkembangan/pertumbuhan ekonomi Cina yang begitu pesat membuat masyarakat Cina semakin terbuka terhadap dunia luar, khususnya terhadap kekristenan. Sejak melonggarkan pembatasan pada agama dan melakukan reformasi ekonomi pada tahun 1970an, kekristenan semakin berkembang secara siginifikan. Kebebasan beragama di negeri itu sekarang jauh lebih baik dibandingkan dengan satu dekade lalu, ketika gereja diawasi begitu ketat dalam beribadah. Bahkan pemerintah sekarang mulai “mendukung” orang beragama. Pemerintah Komunis merubah konstitusi beberapa tahun lalu untuk mengakomodasi peran agama. Pemerintah memang masih terus melakukan pengawasan ketat terhadap kegiatan-kegiatan gereja, dan ada banyak penganiayan sporadis terhadap warga Kristen yang memiliki gereja rumah tak resmi; akan tetapi pemerintah Cina tidak akan menyerang kecuali jika mereka diprovokasi. Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat, pemerintah mulai menyadari pentingnya peran agama untuk membangun masyarakat yang harmonis, beradab dan sejahtera. Untuk mempromosikan masyarakat yang seperti itu, mereka memberikan peran khusus pada agama. Pada tahun 1990an mulailah terjadi kebangunan rohani dan pertumbuhan jumlah Protestan khususnya di kota-kota besar. Setiap hari paling sedkit 70.000 orang masuk Protestan.

Misionaris Protestan yang pertama kali masuk ke Cina adalah Robert Morrison dari London Missionary Society pada tanggal 4 September 1807 di Macau. Tahun 1807 sampai 1842 merupakan masa tabur bagi Protestantisme Cina. Banyak misionaris dan Gereja mulai berkarya di Cina seperti dari Dutch Reformed Church, American Baptist Association, American Church Mission, Church Missionary Society, Protestant Episcopal Church, Methodist, Wesleyan, Presbyterian dan lain-lain. Para misionaris yang datang berprofesi sebagai guru, dokter, professor, penulis dan lain-lain. Pada waktu itu pemerintah melarang agama Kristen karena itu

para misionaris hanya bisa memberitakan Injil secara sembunyi-sembunyi dan rahasia.

Pada tahun 1800 dari 362 juta orang Cina, jumlah Katolik sudah berjumlah 250.000, sedang penganut Protestan belum ada. Walaupun Protestantisme lebih belakangan datang ke Cina, metode dan pendekatan misi para misionaris Protestan lebih gampang diterima dan diapresiasi orang Cina. Misalnya, Robert Morrison yang pertama menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Cina dan mengarang kamus bahasa Cina untuk orang Barat. Selain membagikan Alkitab dan buku-buku Kristen, mereka juga memajukan ilmu pengetahuan dengan banyak mencetak buku-buku sains dan sejarah bagi rakyat Cina. Mereka lebih antusias berpartisipasi dalam banyak kegiatan sosial (seperti berusaha menghapus praktek memaku kaki; menghapus perlakuan tidak adil terhadap pembantu rumah tangga; melakukan usaha-usaha amal dan membagikan makanan bagi orang-orang miskin). Para misionaris juga melawan perdagangan candu dan banyak mengobati orang-orang yang kecanduan candu. Para misionaris Protestan  mempelopori pembangunan banyak sekolah modern dari tingkat dasar sampai universitas, klinik modern, rumah-sakit dan organisasi-organisasi kemanusiaan. Para misionaris menyelenggarakan pelatihan-pelatihan untuk para perawat. Beberapa universitas Cina yang paling terkenal dibangun oleh para misionaris. Dengan strategi ini, mereka menerima sambutan yang lebih hangat dari rakyat Cina.Misi dikembangkan sampai ke pedalaman-pedalaman dan bahkan ke bebererapa wilayah terpencil. Beberapa pemimpin pertama Republik Cina, seperti Dokter Sun Yat Sen, merupakan kader misionaris, alumni pertama dari Universitas Hong Kong yang dibangun para misionaris Protestan. Sun Yat Sen bertobat menjadi Protestan karena tertarik dengan ajaran kasih dari Yesus. Itulah sebabnya misi Protestan lebih berhasil dari misi Katolik.

Menjelang  akhir abad 19, terjadi Kebangunan Rohani Protestan di Inggris, Eropa dan AS, 8500 misionaris (dari 30 badan misi/aliran Protestan) diutus ke seluruh Cina, antara lain Hudson Taylor. Sejarawan Gereja Kenneth Scott Latourette, menyebut Hudson sebagai salah seorang misionaris terbesar sepanjang masa. Banyak orang Cina bertobat karena pekerjaan misi Hudson.

Dari tahun 1807-1953 para misionaris dan Lembaga Alkitab Protestan telah mencetak paling sedikit 300 juta buah Alkitab dalam bahasa Cina. Setiap tahun puluhan juta Alkitab dicetak dan disebarkan para Protestan. Saat ini misionaris Protestan yang sedang berusaha membawa Cina kepada Kristus sekitar 100.000 orang.

Menanggapi pertumbuhan Kekristenan yang begitu fantastis, Presiden Cina Hu Jintao pada tahun 2007 berkata,”Walaupun Komunisme dan agama Kristen saling bersaing. Mulai saat ini kekristenan di Cina akan mempunyai dampak politik yang sangat besar. Kalau ingin tahu seperti apa masa depan Cina, Anda harus melihat masa depan agama Kristen di Cina.” Kalau dulu kaum Komunis merebut “kekuasaan” dari tangan “kader-kader misi” seperti pemimpin pemimpin Republik Cina mula-mula seperti Sut Yat Sen dan Chiang Kai Sek, maka dalam beberapa dekade lagi, umat Kristen akan mengambil-alih Cina kembali dari tangan Komunis. Dengan pertumbuhan gereja yang begitu besar maka akhir abad ini Cina akan menjadi poros dan Yerusalem baru bagi agama Kristen dan Protestantisme.Amin! (Hotben Lingga)